|

Artinya: "Allah berkata: "Hai Adam.
Sebutkanlah mereka dengan nama-nama mereka". Ketika Adam menyebutkan
nama-nama itu, Allah berfirman, “Bukankah sudah Ku katakan kepada
kalian bahwa Aku mengetahui hal-hal yang ghaib di langit dan bumi, dan
Aku mengetahui apa yang kalian nampakkan dan yang kalian sembunyikan".
Di dalam ujian tersebut Adam alaihissalam mencapai keberhasilan, dan
berdasarkan ajaran Ilahi, nama-nama dan rahasia-rahasia kehidupan ia
terangkan kepada para malaikat. Hal itu membuat mereka menyadari
hakekat bahwa Allah SWT telah memberi potensi dan kemampuan belajar
kepada manusia, dimana hal itulah yang tidak mereka miliki.
Setelah ujian ini,
Allah berbicara kepada para malaikat dan mengatakan: "Kalian mengira
bahwa kalian lebih pantas dari siapa pun untuk memangku jabatan
sebagai khalifatullah. Akan tetapi kalian menyembunyikan hal tersebut
dan tidak menjelaskannya dengan tegas.
Akan tetapi ketahuilah bahwa sebagaimana Allah mengetahui hal-hal yang
kalian lahirkan, Dia juga mengetahui hal-hal yang kalian sembunyikan
di dalam batin kalian. Demikian pula Allah mengetahui batin dan
rahasia seluruh alam, dan tak ada suatu apa pun yang terlepas dari
pengetahuan-Nya.
Penekanan ayat ini
akan pengetahuan Allah berkenaan dengan lahir dan batin manusia juga
segala sesuatu, adalah karena sesungguhnya ayat ini ingin mengatakan
bahwa kalian, para malaikat (dan siapa saja selain Allah) yang tidak
mengetahui rahasia-rahasia alam, dan hanya melihat lahir segala
sesuatu, jangan sekali-kali mencampuri perbuatan Allah yang mengetahui
segala sesuatu dan menciptakan semua ini berdasarkan hikmah dan
kebijaksanaan. Jika di dalam ciptaan Allah ini kalian melihat seakan
terdapat kekurangan dan ketimpangan, maka hal itu tak lain adalah
karena ketidaktahuan kalian, bukannya terdapat kekurangan di dalam
perbuatan Allah.
Kini marilah kita
lihat poin-poin penting yang dapat kita ambil sebagai pelajaran
berharga dari ayat yang mulia ini.
1) Dari segi
ilmu pengetahuan dan potensi mengembangkan pengetahuan, manusia
memiliki keunggulan di atas malaikat. Oleh karena itu hal-hal yang
tidak diketahui oleh para malaikat, Adam alaihissalam mengetahuinya.
2) Untuk
membuktikan kelayakan dan kelebihan, perlu diadakan tes dan ujian.
Meskipun Allah mengetahui kelebihan Adam atas para malaikat, namun
untuk membuktikan kepada selain-Nya, Allah mengadakan tes dan ujian.
3) Para
malaikat tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang gaib dari
dirinya sendiri. Akan tetapi mereka mengetahui hal-hal yang gaib
sekedar yang diizinkan dan diberitahukan oleh Allah SWT. Di dalam
beberapa ayat sebelumnya Allah SWT berfirman: Aku mengetahui apa yang
tidak kalian ketahui. Dan ayat ini mengatakan: Aku mengetahui kegaiban
di langit dan di bumi.
4) Kesempatan
harus disediakan bagi perkembangan dan pemberdayaan potensi. Dengan
mengadakan sebuah ujian, Allah SWT telah memunculkan potensi-potensi
yang dimiliki oleh Adam, sehingga manusia menyadari akan kelayakan
dirinya, demikian pula selain manusia agar mengetahui adanya kelebihan
tersebut.
|