|

Artinya: "Dan Allah mengajarkan semua nama
kemudian mengajukan-nya kepada para malaikat seraya berkata: "Katakanlah
kepada-Ku nama-nama mereka itu, jika kalian benar".
Para malaikat berkata: "Maha Suci Engkau. Kami tidak
memiliki pengetahuan kecuali yang telah Engkau ajarkan kepada kami.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana".
Untuk membuktikan kelayakan manusia kepada para malaikat, Allah SWT
menguji keduanya. Mula-mula Allah mengajarkan kepada mereka ilmu-ilmu
pengetahuan, lalu Allah mengajukan pertanyaan kepada mereka. Al-Quranul
Karim sama sekali tidak menjelaskan ilmu pengetahuan apa yang
diajarkan kepada mereka itu.
Namun mayoritas
mufassirin menyakini bahwa Allah mengenalkan kepada manusia alam yang
ada pada awal penciptaan dan mengajarkan nama-nama semua itu. Itulah
potensi-potensi dan kemampuan berpikir untuk mengenali segala sesuatu
yang Allah ciptakan di dalam diri kita umat manusia. Oleh karena para
malaikat mengira bahwa berkat ibadah yang mereka lakukan maka mereka
lebih unggul dari pada manusia, maka mula-mula Allah menguji mereka,
dan berkata: "Jika dugaan kalian itu benar, maka sebutkanlah nama
hakekat-hakekat itu, yang telah Aku ajarkan kepada kalian".
Akan tetapi para
malaikat menyadari kekeliruan mereka, dan mereka baru mengetahui bahwa
ibadah dan tasbih saja, bukan ukuran pilihan Allah, dan khalifah Ilahi
harus memiliki posisi dan kedudukan ilmu pengetahuan yang tinggi.
Dalam menjawab pertanyaan Allah, para Malaikat berkata: "Ya Allah,
Engkau Maha Suci dari segala perbuatan yang tanpa alasan dan tanpa
kebijaksanaan. Kami yakin bahwa dalam penciptaan dan khilafah
keturunan manusia di bumi, terkandung hikmah dan maslahat yang amat
besar yang lebih tinggi dari pada kejahatan yang ada pada sebagian
manusia. Dan berdasarkan maslahat itulah, Engkau menciptakan Adam. Ya
Allah, selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, maka kami
tidak mengetahui apa-apa; dan pertanyaan kami timbul dari
ketidaktahuan kami akan persoalan ini, yaitu bahwa ternyata manusia
memiliki kelebihan dan memiliki potensi serta kekuatan sedemikian
besar. Ya Allah Engkaulah yang mengetahui segala sesuatu dan selalu
berbuat sesuatu berdasarkan hikmah kebijaksanaan.
Kini kita lihat pula poin-poin apa saja yang dapat kita ambil sebagai
pelajaran dari ayat tersebut di atas:
1) Guru pertama
yang mengajar manusia ialah Allah yang memberi kekuatan berpikir dan
memahami hakekat-hakekat kepada manusia. Kekuatan semua pengetahuan
manusia berkat potensi Ilahi tersebut.
2) Manusia
memiliki potensi dan kelayakan untuk menerima seluruh ilmu pengetahuan
dan membuka hakekat-hakekat alam kehidupan, meskipun kini manusia
masih berada di awal perjalanan sementara hal-hal yang tidak diketahui
masih banyak.
3) Kelebihan
manusia di atas segala makhluk, termasuk malaikat terletak di dalam
ilmu pengetahuan dan kemampuannya berpikir, yang hal itu sendiri
merupakan ibadah terbesar.
4) Khalifah Ilahi
dan pemimpin Islam, lebih dari ibadat dan tasbih, memerlukan ilmu dan
pengetahuan. Oleh sebab itu, untuk membuktikan keunggulan manusia,
Allah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada manusia.
5) Pengajar
sesungguhnya ialah Allah SWT. Sedangkan guru dan kitab adalah alat
belajar mengajar.
6) Permintaan maaf
yang dilakukan dengan segera, karena mengatakan sesuatu tidak pada
tempatnya, merupakan sopan santun malakuti. Para malaikat, begitu
menyadari bahwa mereka telah mengatakan sesuatu yang keliru, meminta
maaf kepada Allah dengan mengucapkan: Subhaanak: Maha Suci Engkau ya
Allah".
7) Janganlah kita
merasa malu mengatakan tidak tahu, kalau memang kita tidak mengetahui.
Para malaikat dengan tegas mengakui ketidaktahuan mereka dan
mengatakan: Laa ilma lanaa.
8) Permintaan maaf
dan taubat, sumber keselamatan. Para malaikat yang mengira bahwa
ibadah dan tasbih yang ia lakukan terus menerus itu, sebagai alasan
kelebihan mereka atas manusia, ketika kenyataan sebenarnya sudah jelas
bagi mereka, mereka langsung meminta maaf, dan diterima oleh Allah.
Akan tetapi, setan yang diciptakan dari api, dan menganggap hal itu
sebagai kelebihannya atas manusia yang diciptakan dari tanah,
bersikeras dengan anggapan kelirunya itu, maka Allah mengusirnya dari
surga dan menjauhkannya dari rahmat-Nya yang Maha Luas. |