|

Artinya: "Dia-lah yang menciptakan segala
yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia berkehendak pula
menciptakan langit, maka Dia menjadikannya tujuh lapis. Dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu".
Allah yang
menciptakan kita, juga telah mempersiapkan berbagai fasilitas
kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk itu Allah menciptakan bumi dan
langit beserta isinya lalu menyerahkannya kepada manusia. Karena
manusia adalah makhluk termulia diantara seluruh makhluk lain yang
Allah ciptakan. Dan segala sesuatu, baik benda-benda mati,
tumbuh-tumbuhan, hewan, tanah dan langit, semua diciptakan demi
kepentingan manusia. Oleh karena itu di dalam ayat ini dikatakan:
Allah menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian".
Dalam ayat 13 Surah Al-Jaatsiyah, dikatakan: "Dia menciptakan bagi
kalian segala yang ada di langit dan di bumi."
Jadi bukan hanya bumi, tetapi langit dan segala isinya, Allah ciptakan
untuk kepentingan manusia. Satu lagi diantara tanda-tanda tauhid atau
keesaan Allah ialah adanya tatanan dan sistem yang amat rumit namun
sangat teliti, yang telah mengatur langit dan segala isinya, dimana
para ilmuwan di zaman teknologi modern dan serba canggih ini mengakui
kelemahan mereka menghadapi kehebatan alam raya ini. Bola bumi yang
merupakan sumber kehidupan kita, tak lebih hanyalah sebuah benda
langit yang sangat kecil dibanding benda-benda langit yang lain.
Al-Quran pun
menyebutnya dengan satu kata bentuk tunggal, yaitu Al-Ardh. Sedangkan
tentang langit, di dalam banyak ayat, Al-Quran menyebutnya "Sab'a
Samawat" berarti bahwa Allah membentangkan langit yang berlapis tujuh,
berdasarkan pengelolaan dan pengaturan yang sangat cermat, yang Dia
ciptakan untuk kepentingan manusia. Tujuh langit, yang berdasarkan
ayat-ayat lain, langit yang dapat disaksikan oleh mata manusia ini
disebut sebagai Sama' ud-dunya, artinya langit yang terendah.
Sedangkan langit yang enam lapis lainnya berada di luar jangkauan
penglihatan dan pengetahuan manusia.
Kini marilah kita lihat poin-poin penting yang dapat kita ambil
sebagai pelajaran dari ayat di atas:
1) manusia
lebih mulia dibanding seluruh yang ada di bumi dan langit, bahkan ia
merupakan tujuan penciptaan semua itu.
2) Allah
menciptakan alam ini untuk kita. Oleh sebab itu hendaklah kita
menempatkan diri kita hanya untuk Allah semata.
3) Tak ada
satu pun ciptaan Allah di alam ini yang sia-sia, karena ia diciptakan
untuk suatu kepentingan bagi manusia, meskipun manusia itu sendiri
masih belum mengetahui letak kepentingan tersebut.
4) Dunia
diciptakan untuk manusia, bukan sebaliknya, manusia diciptakan untuk
dunia. Dunia adalah sarana, bukan tujuan.
5) Segala
macam pemanfaatan nikmat-nikmat alam adalah halal bagi manusia,
kecuali jika terdapat bukti khusus dari akal atau syare'at yang
mengharamkannya. |