Surah Al-Baqarah

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80
81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140
141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180
181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200
201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220
221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240
241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260
261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280
281 282 283 284 285 286                            

 

:: Ayat 28 ::

 

 

28.gif (1731 bytes)

Artinya: "Bagaimana mungkin kalian mengingkari wujud Allah sedangkan sebelum ini kalian mati lalu Dia menghidupkan kalian kemudian kembali Dia akan mematikan kalian, lalu kalian akan dikembalikan kepada-Nya."


Sebaik-baik cara mengenal Allah ialah berpikir dan memperhatikan penciptaan manusia dan alam semesta. Merenungi dua fenomena, kehidupan dan kematian membuat manusia menyadari akan hakekat ini yaitu: jika kehidupan ini datang dari diriku sendiri, tentu aku akan hidup selamanya. Padahal sebelum ini aku tiada, lalu ada, kemudian kehidupan ini akan terenggut dariku. Sebelum ini sama seperti batu, kayu dan benda-benda mati lain, kita adalah makhluk-makhluk tak bernyawa. Angin kehidupan yang Allah tiupkan, memberi jiwa dan ruh kepada kita dan kita pun diberi kemampuan memahami dan berpikir tentang segala sesuatu. Oleh karena itu nikmat Ilahi yang terbesar ialah kehidupan yang Dia berikan kepada kita. 

Dengan itulah maka manusia dapat mencapai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan, akan tetapi tetap saja manusia tak mampu menangkap rahasia-rahasia alam ciptaan Allah yang amat luas dan hebat ini. Akan tetapi bukan hanya kelahiran dan kehidupan berada di tangan Allah. Kematian kita pun berada di tangan-Nya. Kita tidak datang ke dunia ini dengan kehendak kita sendiri sehingga kita dapat meninggalkan dunia ini dengan kehendak kita sendiri pula. Dia-lah yang menghidupkan dan dialah yang mematikan. Diantara yang demikian itu, hanya amal perbuatan kitalah yang berada di bawah kehendak kita.

Dengan demikian bagaimana mungkin kita mengingkari wujud Allah yang awal dan akhir hidup kita berada di tangan-Nya? Bagaimana mungkin pula kita mengingkari kehidupan kembali setelah mati, dan mengatakan bahwa yang demikian itu tak mungkin terjadi karena manusia sudah musnah di telan bumi? Karena sesungguhnya pemberian kehidupan yang kedua kalinya, kalau kita pikir tentulah mudah bagi Allah dibanding pemberian kehidupan yang pertama, atau minimal sama saja. Bagaimana mungkin, Allah yang telah memberi kehidupan kepada kita yang berada di dalam ketiadaan sebelumnya, tidak mampu memberikan kehidupan untuk yang kedua kalinya?

Kini marilah kita lihat poin-poin yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran dari ayat yang telah kita pelajari secara singkat di atas:

1) Di antara cara-cara pemberian bimbingan dan petunjuk Al-Quran ialah pengajuan pertanyaan kepada akal dan fitrah manusia sehingga dengan berpikir dan merenung, manusia akan memahami kebenaran dan menerimanya bukan hanya karena taklid buta.

2) Fenomena kehidupan merupakan bukti keberadaan Allah dan fenomena kematian merupakan bukti adanya hari kebangkitan.

3) Pengenalan diri merupakan mukaddimah bagi pengenalan Allah. Jika seseorang mengenali hakekat dirinya, maka ia pun akan mengetahui keberadaan Allah. Karena dengan demikian ia akan memahami bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa, dan segala sesuatu datang dari Allah yang Maha Kuasa.

4) Akhir perjalanan kesempurnaan manusia ialah pertemuan dengan Allah dan kembali kepada sumber kehidupan serta pusat segala kenikmatan.

5) Kematian bukanlah akhir kehidupan, tetapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya, dan gerakan menuju ke arah Allah.

6) Orang-orang kafir yang tidak memiliki bukti untuk menolak adanya hari kebangkitan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan kehidupan setelah kematian dengan tujuan menciptakan keragu-raguan. Akan tetapi, dengan mengajukan pertanyaan yaitu: dari manakah awal kehidupan kalian? Al-Quran mematahkan segala argumentasi mereka itu.

 

Ke Atas