|

Artinya: "Bagaimana mungkin kalian
mengingkari wujud Allah sedangkan sebelum ini kalian mati lalu Dia
menghidupkan kalian kemudian kembali Dia akan mematikan kalian, lalu
kalian akan dikembalikan kepada-Nya."
Sebaik-baik cara mengenal Allah ialah berpikir dan memperhatikan
penciptaan manusia dan alam semesta. Merenungi dua fenomena, kehidupan
dan kematian membuat manusia menyadari akan hakekat ini yaitu: jika
kehidupan ini datang dari diriku sendiri, tentu aku akan hidup
selamanya. Padahal sebelum ini aku tiada, lalu ada, kemudian kehidupan
ini akan terenggut dariku. Sebelum ini sama seperti batu, kayu dan
benda-benda mati lain, kita adalah makhluk-makhluk tak bernyawa. Angin
kehidupan yang Allah tiupkan, memberi jiwa dan ruh kepada kita dan
kita pun diberi kemampuan memahami dan berpikir tentang segala sesuatu.
Oleh karena itu nikmat Ilahi yang terbesar ialah kehidupan yang Dia
berikan kepada kita.
Dengan itulah maka
manusia dapat mencapai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan, akan tetapi
tetap saja manusia tak mampu menangkap rahasia-rahasia alam ciptaan
Allah yang amat luas dan hebat ini. Akan tetapi bukan hanya kelahiran
dan kehidupan berada di tangan Allah. Kematian kita pun berada di
tangan-Nya. Kita tidak datang ke dunia ini dengan kehendak kita
sendiri sehingga kita dapat meninggalkan dunia ini dengan kehendak
kita sendiri pula. Dia-lah yang menghidupkan dan dialah yang mematikan.
Diantara yang demikian itu, hanya amal perbuatan kitalah yang berada
di bawah kehendak kita.
Dengan demikian
bagaimana mungkin kita mengingkari wujud Allah yang awal dan akhir
hidup kita berada di tangan-Nya? Bagaimana mungkin pula kita
mengingkari kehidupan kembali setelah mati, dan mengatakan bahwa yang
demikian itu tak mungkin terjadi karena manusia sudah musnah di telan
bumi? Karena sesungguhnya pemberian kehidupan yang kedua kalinya,
kalau kita pikir tentulah mudah bagi Allah dibanding pemberian
kehidupan yang pertama, atau minimal sama saja. Bagaimana mungkin,
Allah yang telah memberi kehidupan kepada kita yang berada di dalam
ketiadaan sebelumnya, tidak mampu memberikan kehidupan untuk yang
kedua kalinya?
Kini marilah kita lihat poin-poin yang dapat kita jadikan sebagai
pelajaran dari ayat yang telah kita pelajari secara singkat di atas:
1) Di antara
cara-cara pemberian bimbingan dan petunjuk Al-Quran ialah pengajuan
pertanyaan kepada akal dan fitrah manusia sehingga dengan berpikir dan
merenung, manusia akan memahami kebenaran dan menerimanya bukan hanya
karena taklid buta.
2) Fenomena
kehidupan merupakan bukti keberadaan Allah dan fenomena kematian
merupakan bukti adanya hari kebangkitan.
3) Pengenalan
diri merupakan mukaddimah bagi pengenalan Allah. Jika seseorang
mengenali hakekat dirinya, maka ia pun akan mengetahui keberadaan
Allah. Karena dengan demikian ia akan memahami bahwa dirinya tidak
memiliki apa-apa, dan segala sesuatu datang dari Allah yang Maha Kuasa.
4) Akhir
perjalanan kesempurnaan manusia ialah pertemuan dengan Allah dan
kembali kepada sumber kehidupan serta pusat segala kenikmatan.
5) Kematian
bukanlah akhir kehidupan, tetapi awal dari kehidupan yang sesungguhnya,
dan gerakan menuju ke arah Allah.
6)
Orang-orang kafir yang tidak memiliki bukti untuk menolak adanya hari
kebangkitan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan
kehidupan setelah kematian dengan tujuan menciptakan keragu-raguan.
Akan tetapi, dengan mengajukan pertanyaan yaitu: dari manakah awal
kehidupan kalian? Al-Quran mematahkan segala argumentasi mereka itu.
|