|

Artinya: "Sesungguhnya
Allah tidak segan-segan membuat perumpamaan nyamuk atau yang lebih
rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin
bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi
yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk
perumpamaan?" dengan itu Allah menyesatkan banyak orang dan memberi
petunjuk kepada banyak orang, dan tidak ada yang disesatkan dengannya
kecuali orang-orang yang fasik.”
Perumpamaan-perumpamaan Al-Quran mereka pandang sangat rendah dan
berkata: Ya Allah perumpamaan yang Engkau buat hanya layak untuk
manusia, bukan Tuhan. Sebagai Tuhan sungguh sangat buruk membuat
perumpamaan seperti laba-laba atau lalat. Perumpamaan seperti ini
sungguh tidak sesuai dengan kedudukan sebagai Tuhan. Para penentang
agama Islam yang pada dasarnya tidak mengakui keberadaan Tuhan,
melontarkan ucapan seperti itu tanpa tujuan selain berupaya meragukan
dan menggoncang keimanan umat Islam pada kebenaran Al-Quran.
Pada dasarnya tidak
semua perumpamaan Al-Quran demikian sebab. Pada beberapa ayat
sebelumnya Allah telah mengibaratkan orang-orang munafik dengan
seorang musafir dalam sebuah jalan yang penuh dengan berbagai bahaya,
baik bumi maupun langit, sementara untuk melanjutkan perjalanannya
tidak memiliki penerang sama sekali.
|