|

Artinya: "Dan sampaikan berita gembira kepada
mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan
surga-surga yang mengalir sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi
rizki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan: Inilah yang
pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang
serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan
mereka kekal di dalamnya".
Jika ayat sebelumnya menceritakan orang-orang kafir yang diancam
siksaan api neraka, maka dalam ayat ini dijelaskan nasib orang-orang
yang beriman sehingga dengan memperbandingkan nasib dua kelompok
tersebut hakikatnya akan lebih jelas. Pada dasarnya iman tanpa
dibarengi dengan amal saleh, tidak akan berguna. Iman maupun amal
apabila berdiri sendiri tidak akan menjamin kebahagiaan manusia. Iman
ibarat
akar pohon, dan amal saleh adalah buahnya. Buah yang manis adalah
bukti dan kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawatnya
buah yang baik.
Orang-orang yang
tidak beriman kadang-kadang melakukan amal baik, akan tetapi karena
iman tidak tertanam dan tidak berakar pada jiwa mereka maka amal baik
tersebut tidak akan pernah abadi. Tempat orang-orang beriman di hari
kiamat adalah surga yang kebun-kebunnya selalu hijau penuh dengan buah
dan air yang mengalir di bawah pohon-pohonnya. Meskipun buah-buahan
surga bentuknya mirip dengan buah-buahan dunia, namun dari rasa dan
baunya sungguh jauh berbeda.
Meskipun dalam Al-Quran
banyak ayat yang menceritakan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk
materi, seperti kebun, istana dan istri, namun di balik itu banyak
ayat lain juga mengisaratkan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk
maknawi. Seperti dalam surah At-Taubah ayat 72, setelah menyebutkan
nikmat-nikmat surga secara materi, juga mengatakan: ..... " Dan
keredhaan Allah jauh lebih besar" artinya, keredhaan Allah adalah
kenikmatan yang jauh lebih besar.
Dalam surah Al-Bayyinah
ayat 8 juga dikatakan: ... "Allah redho kepada mereka dan mereka juga
redho kepada-Nya". Nampaknya hal-hal yang berkaitan dengan nikmat
surga yang dijelaskan dalam Al-Quran, seperti tempat tinggal penduduk
surga, pada dasarnya bukan sebagai balasan sempurna bagi mereka. Akan
tetapi keberadaan mereka di tengah-tengah para nabi dan wali-wali
Allah, orang-orang suci dan orang-orang saleh adalah bagian dari
keuntungan maknawi dan kenikmatan bagi penduduk surga.
Kesimpulan dari ayat yang kita pelajari adalah sebagai berikut:
1) Untuk
pendidikan yang benar, di samping ancaman juga harus diiringi dorongan.
Selain berisi ancaman neraka bagi orang-orang kafir, juga ayat ini
berisi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.
2) Bukti adanya iman berada pada amal
saleh. Oleh karena itu Al-Quran selalu menggandengkan dua hal tersebut
dan berkata: "Orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh".
3) Dalam bahasa Al-Quran, amal saleh dan
kebajikan adalah amal yang dilakukan dengan ihlas hanya untuk Allah,
oleh karena itu amal saleh dijelaskan setelah iman kepada Allah.
4) Penderitaan yang dirasakan orang-orang
beriman di dunia dalam menjaga halal haram, di akhirat kelak surga
sebagai balasannya.
5) Semua kenikmatan di dunia bisa hilang
dan berakhir, oleh karena itu mereka gelisah dan sedih akan kehilangan
hal tersebut. Adapun kenikmatan akhirat bersifat abadi dan selamanya
oleh karena itu mereka tidak akan pernah sedih. Dalam sebuah ayat
dikatakan: "Mereka tinggal di surga selama-lamanya". Penduduk surga
selalu dalam keabadian.
6) Istri yang ideal adalah istri yang
bersih dari berbagai segi, baik dari segi ruh dan hati, juga dari segi
tubuh dan badan. Oleh karena itu, berkaitan dengan istri bagi penghuni
surga, ayat ini berkata: "istri-istri yang suci".
|