Surah Al-Baqarah

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80
81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140
141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180
181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200
201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220
221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240
241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260
261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280
281 282 283 284 285 286                            

 

:: Ayat 25 ::

 

 

25.gif (3384 bytes)

 

Artinya: "Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rizki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan: Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya".


Jika ayat sebelumnya menceritakan orang-orang kafir yang diancam siksaan api neraka, maka dalam ayat ini dijelaskan nasib orang-orang yang beriman sehingga dengan memperbandingkan nasib dua kelompok tersebut hakikatnya akan lebih jelas. Pada dasarnya iman tanpa dibarengi dengan amal saleh, tidak akan berguna. Iman maupun amal apabila berdiri sendiri tidak akan menjamin kebahagiaan manusia. Iman ibarat
akar pohon, dan amal saleh adalah buahnya. Buah yang manis adalah bukti dan kesuburan pohon, dan pohon yang kuat menyebabkan terawatnya buah yang baik.

Orang-orang yang tidak beriman kadang-kadang melakukan amal baik, akan tetapi karena iman tidak tertanam dan tidak berakar pada jiwa mereka maka amal baik tersebut tidak akan pernah abadi. Tempat orang-orang beriman di hari kiamat adalah surga yang kebun-kebunnya selalu hijau penuh dengan buah dan air yang mengalir di bawah pohon-pohonnya. Meskipun buah-buahan surga bentuknya mirip dengan buah-buahan dunia, namun dari rasa dan baunya sungguh jauh berbeda.

Meskipun dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk materi, seperti kebun, istana dan istri, namun di balik itu banyak ayat lain juga mengisaratkan tentang nikmat-nikmat surga dalam bentuk maknawi. Seperti dalam surah At-Taubah ayat 72, setelah menyebutkan nikmat-nikmat surga secara materi, juga mengatakan: ..... " Dan keredhaan Allah jauh lebih besar" artinya, keredhaan Allah adalah kenikmatan yang jauh lebih besar.

Dalam surah Al-Bayyinah ayat 8 juga dikatakan: ... "Allah redho kepada mereka dan mereka juga redho kepada-Nya". Nampaknya hal-hal yang berkaitan dengan nikmat surga yang dijelaskan dalam Al-Quran, seperti tempat tinggal penduduk surga, pada dasarnya bukan sebagai balasan sempurna bagi mereka. Akan tetapi keberadaan mereka di tengah-tengah para nabi dan wali-wali Allah, orang-orang suci dan orang-orang saleh adalah bagian dari keuntungan maknawi dan kenikmatan bagi penduduk surga.

Kesimpulan dari ayat yang kita pelajari adalah sebagai berikut:

1) Untuk pendidikan yang benar, di samping ancaman juga harus diiringi dorongan. Selain berisi ancaman neraka bagi orang-orang kafir, juga ayat ini berisi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.

2) Bukti adanya iman berada pada amal saleh. Oleh karena itu Al-Quran selalu menggandengkan dua hal tersebut dan berkata: "Orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh".

3) Dalam bahasa Al-Quran, amal saleh dan kebajikan adalah amal yang dilakukan dengan ihlas hanya untuk Allah, oleh karena itu amal saleh dijelaskan setelah iman kepada Allah.

4) Penderitaan yang dirasakan orang-orang beriman di dunia dalam menjaga halal haram, di akhirat kelak surga sebagai balasannya.

5) Semua kenikmatan di dunia bisa hilang dan berakhir, oleh karena itu mereka gelisah dan sedih akan kehilangan hal tersebut. Adapun kenikmatan akhirat bersifat abadi dan selamanya oleh karena itu mereka tidak akan pernah sedih. Dalam sebuah ayat dikatakan: "Mereka tinggal di surga selama-lamanya". Penduduk surga selalu dalam keabadian.

6) Istri yang ideal adalah istri yang bersih dari berbagai segi, baik dari segi ruh dan hati, juga dari segi tubuh dan badan. Oleh karena itu, berkaitan dengan istri bagi penghuni surga, ayat ini berkata: "istri-istri yang suci".

 

 

Ke Atas