Surah Al-Baqarah

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80
81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140
141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180
181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200
201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220
221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240
241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260
261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280
281 282 283 284 285 286                            

 

:: Ayat 21 ::

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21)

Artinya: "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,".

Dalam dua puluh ayat sebelumnya, Allah menjelaskan keadaan dan karakteristik tiga kelompok manusia yaitu orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang kafir dan orang-orang yang munafik. Setelah membandingkan pikiran, kepercayaan, perbuatan dan kata-kata tiga kelompok ini, ayat ke 21 ini lalu menjelaskan jalan menuju kebahagian dan keselamatan. Untuk bergabung dengan kelompok pertama dan mencapai derajat takwa, hanya ada satu jalan yaitu membebaskan diri dari yang lain dan hanya menambatkan batin kepada Allah yang telah menciptakan kalian. Yakni mengabdilah hanya kepada Allah supaya kalian terbebas dari perbudakan orang lain.

Sebagian besar umat manusia mengakui Allah sebagai pencinta dirinya dan alam semesta. Tetapi, dalam program dan aturan hidupnya, mereka mengambil cara orang-orang lain. Jadi, seakan-akan mereka ini diciptakan begitu saja, lalu dilepaskan dan bebas berbuat apa saja yang mereka kehendaki.

Ayat ini mengatakan bahwa Pencipta kalian juga merupakan zat yang merawat dan mengayomi kalian, dan demi pertumbuhan dan perkembangan kalian, Allah telah menentukan program dan kewajiban-kewajiban kalian. Allah telah menetapkan undang-undang dan ketentuan-legitimasi dan peletakan undang-undang dan peraturan hanyalah hak Allah yang telah mewujudkan kalian. Dengan demikian taatlah kepadaNya. Hanya perintahNya-lah yang patut kalian junjung tinggi dan keuntungannya akan kembali kepada kalian sendiri. Jauhilah noda dan kejelekan serta dekatilah kebaikan dan kesucian.

Pelajaran-pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini ialah poin-poin seperti berikut:

1) Semua para nabi bersifat umum dan tidak terbatas pada sekelompok orang tertentu. Karena itu, sekitar 20 kali pernyataan Al-Quran ditujukan kepada semua orang yaitu dengan kata-kata "Ya aiyuihan-Naas" yang artinya "Hai manusia".

2) Salah satu sebab dan falsafah ibadah kepada Allah ialah untuk menyatakan rasa bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga kepada kita dan kepada orang-orang tua kita. Karena itu Allah berfirman: "Sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian."

3) Nikmat penciptaan adalah nikmat yang paling utama dan terbesar yang telah diberikan Allah kepada kita. Nikmat ini menuntut ketaatan kita kepada seluruh perintah Ilahi.

4) Ibadah adalah faktor ketakwaan dan kesucian. Jika ibadah tidak menambah spirit ketakwaan dalam diri kita, maka itu bukan ibadah.

5) Kita harus ingat dan waspada supaya jangan sampai kita membuat dan membiarkan adat dan tradisi orang-orang tua kita bertentangan dengan perintah Ilahi, sebab mereka juga merupakan makhluk-makhluk Allah. Jangan sampai ketaatan kepada mereka itu menghalangi ketaatan kita kepada perintah-perintah Allah.

6) Allah tidak memerlukan ibadah dan penyembahan kita. Solat dan munajat kita tidak akan menambah kudrat dan keagungan Allah. Sesuatu yang ada pada Allah juga tidak akan berkurang jika kita meninggalkan ibadah. Kitalah yang memerlukan Allah demi perkembangan dan kesempurnaan kita. Kita harus pasrah mutlak kepada Undang-undang dan ketentuan-ketentuan Allah.

7) Kita jangan sombong dengan ibadah kita sebab ujub yaitu rasa takjub kepada diri sendiri serta sifat riya' akan mencegah kita untuk sampai kepada takwa. Betapa banyaknya ibadah kita yang tidak menyampaikan kita kepada derajat takwa.

 

 

Ke Atas