|

"Atau
seperti orang-orang yang ditimpa hujan lebat dari langit di sertai
gelap gulita, guruh dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari
tangan mereka ketika
mendengar petir karena takut mati. Dan Allah meliputi orang-orang
kafir".
Pada ayat ke 17 Surah ini Allah
menyerupakan munafik dengan orang yang berada di sebut tempat gelap
dan kehilangan cahaya penerang, lalu mengalami kebingungan dan tak
mempunyai jalan untuk kembali. Sedangkan ayat ini berkata: orang
munafik bagaikan orang yang berada di lumpur akibat hujan lebat,
ditengah gelap gulita malam yang disertai
dengan kilat yang menyambar-nyambar dan guntur yang menggelegar,
membuatnya ketakutan setengah mati. Namun ia tidak memiliki tempat
berlindung untuk menyelamatkan diri dari hujan, tidak pula memiliki
cahaya untuk menghadapi kegelapan, tidak juga ia memiliki jiwa dan
mental yang kuat untuk menghadapi petir yang mengguntur memekakkan
gendang telinga.
Dari ayat ini ada
beberapa hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran:
1) Munafikin tenggelam di dalam
kesulitan-kesulitan dan kecemasan. Di dunia ini pun mereka sudah
merasakan ketakutan dan keragu-raguan yang selalu mengikuti mereka.
2) Ketakutan akan mati, selalu menghantui
orang-orang munafik. Hal itu menyebabkan mereka tidak memiliki
ketenangan jiwa.
3) Allah SWT menguasai orang-orang munafik
dan membongkar rahasia-rahasia serta konspirasi-konspirasi mereka.
4) Kemunafikan akan berakhir pada
kekafiran. Karena ayat ini bukannya mengatakan
5) Bagian untuk orang-orang munafik dari
hujan lebat, gelegar petir dan cahaya kilat, adalah hal yang sangat
menakutkan mereka. Al-Quran adalah sumber rahmat Ilahi yang turun
untuk umat manusia. Tetapi bagi munafikin ia adalah lonceng bahaya dan
sumber kehinaan.
|