|

"Allah pun akan
menghina mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.”
Imam Ali Ar-Ridla
alihissalam, salah seorang cucu Rasul Allah SAWW berkata: "Allah SWT
bukan pembuat makar, tipu daya dan pelecehan. Akan tetapi, yang
dimaksud ialah, bahwa balasan perbuatan makar dan pelecehan para musuh
akan dikembalikan oleh Allah kepada mereka".
Balasan apakah
gerangan yang lebih keras daripada kebingungan, keragu-raguan,
kebutaan hati dan kesesatan, yang menimpa Munafikin? Sesuai dengan
sunnah-NYA, Allah SWT memberikan kesempatan kepada para pembuat dosa
dan orang-orang zalim. Kesempatan ini merupakan rahmat, jika manusia
dapat menggunakannya untuk bertaubat dan kembali kepada kebenaran.
Jika tidak demikian maka justru akan semakin menenggelamkan seseorang
ke dalam jurang dosa dan akhirnya akan membinasakannya.
Diantara
balasan-balasan Allah bagi para Munafikin ialah menyerahkan nasib
mereka kepada mereka sendiri yang akan mengakibatkan kebingungan dan
kesesatan mereka. Mereka tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas,
tidak pula memiliki ketenangan dan
ketenteraman hidup.
Kini kita lihat
sekilas poin-poin penting yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari
ayat ini:
1) Balasan Allah sesuai dengan dosa-dosa
yang dilakukan oleh manusia. Balasan perbuatan olok-olok dan
penghinaan, juga olok-olok dan penghinaan.
2) Jangan sekali-kali kita jangan sampai
terlena oleh kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh Allah. Karena
jangan-jangan, jika kita tak dapat memanfaatkannya dengan baik, maka
hal itu justru akan merupakan azab, bukannya rahmat.
3) Allah adalah pelindung orang-orang
Mukmin. Jika orang-orang Munafik mengolok-olok mereka, maka Allah pun
akan membalas memperolok-olok mereka dan memberikan balasan yang
setimpal.
|