|

"Dan
jika mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata:
kami beriman. Dan jika mereka berkumpul dengan setan-setan mereka,
mereka berkata: kami bersama kalian, karena kami hanya bermaksud
mengejek (orang-orang yang beriman)."
Diantara tanda-tanda lain
kemunafikan ialah bahwa seorang Munafik tidak memiliki satu
kepribadian dan identitas yang mandiri serta kokoh kuat. Di lingkungan
mana pun dia akan menyesuaikan diri dengan warna lingkungan tersebut.
Ketika ia berada di kalangan orang-orang Mukmin maka ia menunjukkan
keimanan dan kebersamaan. Dan ketika ia berada di
kalangan musuh-musuh agama dan umat serta pemimpin Islam, maka ia pun
akan bersatu suara dengan mereka dan berbicara tentang hal-hal yang
anti orang-orang beriman. Untuk menarik perhatian mereka ia pun
mentertawakan serta melecehkan Mukminin.
Ayat-ayat ini juga
memperingatkan kita agar jangan sampai kita tertipu oleh sikap lahir
seseorang, dan siapa pun mengaku sebagai orang yang beriman, janganlah
kita menerimanya begitu saja dan memperlakukannya sebagai seorang
mukmim. Tetapi hendaknya kita lihat terlebih dahulu dengan siapa ia
bergaul dan siapa teman-teman dekatnya. Adalah hal yang tak dapat
diterima, bahwa seseorang beriman, tetapi ia juga bersahabat baik
dengan musuh-musuh agama dan pemimpin. Iman tak dapat bercampur dengan
sikap bersahabat dan berdamai dengan musuh-musuh agama.
Kini kita lihat
sekilas pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini:
1) Setan,
tidak terbatas pada setan yang merupakan makhluk halus.
Manusia-manusia pun yang menjadi penyebab tersesatnya orang lain dapat
disebut sebagai setan. Untuk itu kita harus menjauhkan diri dari
manusia-manusia seperti itu.
2)
Rencana-rencana rahasia, pembentukan pertemuan-pertemuan secara
sembunyi-sembunyi anti pemerintahan Islam, menunjukkan tad adanya
keberanian menyatakan akidah dan keyakinan. Munafikin yang selalu
menghina dan melecehkan ahli iman, adalah orang-orang pengecut dan tak
memiliki mental yang lurus.
3) Munafikin
adalah kaki tangan musuh-musuh di dalam masyarakat, dan seiring dengan
kemauan-kemauan mereka. Di depan musuh-musuh, mereka mengatakan: Inna
ma'akum, sesungguhnya kami bersama kalian, bukan bersama orang-orang
Mukmin.
|