|
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا
نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11)
أَلا
إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُون َ(11)َ
Artinya: "Dan jika dikatakan kepada mereka,
janganlah kalian membuat kerusakan di bumi, mereka berkata kami adalah
orang-orang pembuat kebaikan. Ketahuilah bahwa
mereka itu adalah para pembuat kerusakan, namun mereka tidak merasa".
Nifaq adalah penyakit menular yang jika tidak dicegah, akan cepat
menjalar menjangkiti orang banyak di dalam masyarakat. Sehingga
penyakit-penyakit seperti sikap suka menjilat, tipu menipu, riya atau
pamer, kepura-puraan, sikap mendua dan lain sebagainya, akan menyeret
masyarakat ke arah kehancuran. Oleh karena munafik itu sendiri bukan
orang yang taat melaksanakan perintah-perintah agama, ia pun selalu
menginginkan agar orang lain pun berbuat hal yang sama.
Oleh
sebab itu ia selalu melecehkan, merendahkan dan mempermainkan
perintah-perintah Allah dan mentertawakan orang-orang yang taat
menjalankan kewajiban-kewajiban agama mereka. Al-Quranul Karim
menjelaskan berbagai contoh perbuatan orang-orang munafikin ini di
dalam Surah-surah At-Taubah dan Munafikin. Disebutkan bahwa mereka
lari dari medan jihad menghadapi musuh-musuh Islam, sehingga
mengakibatkan kelemahan mental para pejuang. Atau ketika mereka
mengeluarkan sedekah dan bantuan-bantuan keuangan, mereka melakukannya
disertai dengan sikap menghina kepada orang-orang mukmin.
Memang,
nifaq merupakan sumber segala kerusakan di dalam masyarakat. Bahkan
munafik yang sudah buta sehingga tidak dapat lagi melihat
hakekat-hakekat, menganggap kerusakan dirinya sebagai kebaikan. Karena
menurut pandangannya, hal-hal seperti berdamai dengan musuh dan
menghindari pertumpahan darah, merupakan kebaikan bagi masyarakat.
Oleh karena itu peperangan harus dihindari dan akibat-akibatnya harus
dicegah, meskipun pada kenyataannya hal itu justru akan mengakibatkan
lemahnya agama dan orang-orang yang beriman.
Adapun poin-poin penting yang dapat kita
ambil sebagai pelajaran dari ayat ini ialah:
1) Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh
penyakit nifaq tidak bersifat pribadi.
Karena ia akan mencakup seluruh anggota masyarakat.
2) Diantara tanda-tanda nifaq, ialah sifat
suka menganggap diri sendiri baik
dan lebih terhormat dari pada orang lain. Mereka mengatakan: hanya
kamilah orang-orang baik dan suka berbuat kebaikan, orang lain tidak.
3) Jika nifaq sudah tertanam kuat di dalam
hati seseorang, maka ia sudah
tak akan lagi mampu berpikir dan berperasaan dengan baik dan benar,
lalu
ia tak lagi bersedia mendengarkan dan melihat hakekat-hakekat.
4) Orang-orang mukmin harus mengenali dan
mengetahui slogan-slogan
indah namun kosong yang biasa diucapkan oleh munafikin, agar terhindar
dari tipu daya mereka.
5) Kecerdikan dan kepandaian yang tidak
membawa kemaslahatan bagi
masyarakat adalah ketidak pedulian dan kebodohan.
|