|

"Mereka
berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi mereka
tidak menipu siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Sedangkan mereka
tidak merasa."
Munafikin mengira bahwa mereka adalah
orang-orang yang cerdik dan pandai; dan merasa bahwa dengan
menunjukkan keimanan, mereka akan menipu Tuhan orang-orang Mukmin,
serta memperoleh perlakuan dan hak-hak yang sama sebagai Muslimin yang
lain. Mereka berusaha menipu Nabi dan orang-orang beriman, sampai jika
datang saat yang tepat mereka pun akan melancarkan serangan mereka
terhadap Islam. Akan tetapi Allah SWT mengetahui kekufuran batin
mereka dan mengenali hipokritas atau sikap mendua mereka. Lalu Allah
SWT mengungkapkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dan
membuka kedok mereka yang buruk untuk orang-orang yang beriman. Pasien
yang datang untuk berobat kepada dokter, lalu dokter tersebut
memberikan perintah-perintah atau resep obat yang mesti dimakan
olehnya, namun ia tidak mentaati dan berbohong kepada dokter dengan
mengatakan bahwa obat-obat yang diberikan sudah ia makan; maka si
pasien menyangka bahwa ia telah menipu si dokter. Padahal ia hanya
menipu dan menimpakan kerugian pada dirinya sendiri. Karena
sesungguhnya akibatburuk kebohongannya itu hanya akan menimpa dirinya
sendiri. Jadi orang yang terkena penyakit nifaq ini, menyangka telah
menipu Allah dan orang-orang beriman. Sedangkan sesungguhnya ia tidak
menipu siapa pun kecuali dirinya sendiri. Pendengar sekalian yang
terhormat. Berikut ini beberapa poin yang merupakan pelajaran yang
dapat kita ambil dari ayat di atas:
1) Munafik adalah penipu, Kita harus berhati-hati jangan sampai
termakan oleh sikap-sikap lahir para penipu ini.
2) Kita sendiri jangan sekali-sekali menipu orang lain. Dan mesti kita
sadari bahwa seorang yang menggali lubang, maka ia sendiri yang akan
terperosok ke dalam lubang itu.
3) Sikap Islam terhadap Munafik, sama sebagaimana sikap Munafik itu
sendiri terhadap Islam. Secara lahir ia menyatakan sebagai Muslim.
Maka Islam pun secara lahir memperlakukannya sebagai seorang Muslim.
Munafik tidak memiliki iman di dalam hatinya. Allah pun, di hari
kiamat, akan menimpakan azab kepadanya sama sebagaimana kepada
orang-orang Kafir.
4) Munafik menganggap dirinya sebagai orang yang cerdik dan pandai.
Padahal ia tidak tahu bahwa diseberangnya adalah Allah SWT yang Maha
Mengetahui segala rahasia dan perasaan hati semua manusia.
|