Surah Al-Baqarah

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80
81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140
141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180
181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200
201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220
221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240
241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260
261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280
281 282 283 284 285 286                            

:: Ayat 6 ::

 

6.gif (1255 bytes)

"Orang-orang yang kafir, sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak, mereka tak akan beriman.


Setelah memperkenalkan orang-orang yang bertakwa dan bersih hati, ayat ini berbicara tentang orang-orang kafir yang memiliki sifat fanatik dan keras kepala, yang tak akan terpengaruh sedikit pun oleh jalan-jalan kebenaran dan sama sekali tak beriman kepadanya. Kafara di dalam bahasa Arab berarti menutup dan mengingkari. Kufur nikmat, berarti mengingkari nikmat dan tidak mensyukurinya. Kafir berarti orang yang menyembunyikan kebenaran dan tidak memperdulikannya.

Jika Allah SWT mau memaksa semua orang agar beriman, maka Allah mampu berbuat demikian. Namun iman yang tumbuh karena paksaan, tak memiliki nilai. Oleh karena itu Allah ingin agar manusia menumbuhkan keimanan berdasarkan kehendak sendiri. Dengan demikian maka kita tak boleh berharap semua orang beriman dan bertakwa.

Pelajaran-pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini ialah seperti berikut:

1. Kufur dan fanatisme, membuat hati manusia beku dan mati, bagaikan batu
atau kayu yang bergeming menghadapi nasehat-nasehat dan petunjuk.

2. Jika seseorang tidak menerima kebenaran, maka seruan Nabi pun tak akan
berpengaruh padanya. Seruan para Nabi, bagaikan hujan yang jika turun
menyirami tanah yang memiliki kesiapan, maka tanah tersebut akan
menumbuhkan bunga. Sedangkan jika hujan tersebut turun di atas tanah yang
kering tandus dan tidak subur, maka paling-paling ia akan menumbuhkan onak
berduri dan rumput liar.

3. Meskipun kita tahu bahwa orang kafir tak akan beriman, namun kita harus
melaksanakan kewajiban kita memberikan peringatan kepadanya.

 

 

Ke Atas