|

"Orang-orang
yang kafir, sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan
kepada mereka atau tidak, mereka tak akan beriman.
Setelah memperkenalkan orang-orang yang
bertakwa dan bersih hati, ayat ini berbicara tentang orang-orang kafir
yang memiliki sifat fanatik dan keras kepala, yang tak akan
terpengaruh sedikit pun oleh jalan-jalan kebenaran dan sama sekali tak
beriman kepadanya. Kafara di dalam bahasa Arab berarti menutup dan
mengingkari. Kufur nikmat, berarti mengingkari nikmat dan tidak
mensyukurinya. Kafir berarti orang yang menyembunyikan kebenaran dan
tidak memperdulikannya.
Jika Allah SWT mau
memaksa semua orang agar beriman, maka Allah mampu berbuat demikian.
Namun iman yang tumbuh karena paksaan, tak memiliki nilai. Oleh karena
itu Allah ingin agar manusia menumbuhkan keimanan berdasarkan kehendak
sendiri. Dengan demikian maka kita tak boleh berharap semua orang
beriman dan bertakwa.
Pelajaran-pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini ialah seperti
berikut:
1.
Kufur dan fanatisme, membuat hati manusia beku dan mati, bagaikan batu
atau kayu yang bergeming menghadapi nasehat-nasehat dan petunjuk.
2. Jika seseorang
tidak menerima kebenaran, maka seruan Nabi pun tak akan
berpengaruh padanya. Seruan para Nabi, bagaikan hujan yang jika turun
menyirami tanah yang memiliki kesiapan, maka tanah tersebut akan
menumbuhkan bunga. Sedangkan jika hujan tersebut turun di atas tanah
yang
kering tandus dan tidak subur, maka paling-paling ia akan menumbuhkan
onak
berduri dan rumput liar.
3. Meskipun kita
tahu bahwa orang kafir tak akan beriman, namun kita harus
melaksanakan kewajiban kita memberikan peringatan kepadanya.
|