Surah Al-Baqarah

 
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40
41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60
61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80
81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100
101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140
141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160
161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180
181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200
201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220
221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240
241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260
261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280
281 282 283 284 285 286                            

:: Ayat 2 ::

 

2.gif (822 bytes)

 "Itulah Kitab yang tak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa".

Al-Quran adalah sebuah Kitab yang amat mulia, warisan kaum-kaum terdahulu untuk manusia zaman ini, yang mampu menyampaikan ajaran-ajaran yang paling tinggi ke telinga seluruh penduduk dunia.

Meskipun Al-Quran tidak turun dari langit dalam bentuk kitab, namun oleh karena untuk menjaga ayat-ayat Ilahi dari segala bentuk perubahan dan penyimpangan , maka Rasulullah SAWW memerintahkan kepada umatnya yang mengerti baca tulis agar mencatat apa-apa yang telah beliau terima sebagai wahyu dan beliau sampaikan kepada umatnya. Walaupun banyak juga masyarakat yang menghafal dan menyimpannya di dada mereka.

Jika manusia mempelajari Kitab Ilahi ini dengan teliti dan memahami topik-topik yang terkandung di dalamnya, maka ia pasti akan yakin bahwa Kitab ini datang dari sisi Allah, dan bahwa penjelasan-penjelasan ajaran yang sedemikian hebat, oleh seorang manusia, itu pun pada 14 abad yang lalu, dan hidup di antara kaum yang sama sekali jahil dan bodoh, adalah suatu perkara mustahil.

Sebagaimana di awal acara, telah kami katakan sebagai pendahuluan, bahwa Al-Quran adalah Kitab pemberi petunjuk dan pembimbing manusia menuju ke kebahagiaan dan kesenangan. Siapa pun yang menginginkan kebahagiaan, maka ia tak memiliki jalan lain kecuali kembali kepada Kitab petunjuk yang datang dari Sang Pencipta in. Dan dengan pemanfaatan yang benar dari keberadaannya, maka ia dapat menjauhkan diri dari bahaya-bahaya yang mengancam jiwa raganya.

Di dalam ayat 185 Surat Al-Baqarah Allah SWT berfirman:

Artinya: "Bulan Ramadlan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh manusia".

Tentunya jelas sekali bahwa orang-orang yang benar-benar ingin mengetahui kebenaran dan menerimanya, merupakan orang-orang yang akan dapat mengambil manfaat dari Kitab Samawi inil. Sedangkan ornag-orang yang keras kepala, fanatik dan hanya memperturutkan hawa nafsunya, yang bukan hanya tidak mencari kebenaran, bahkan keitka mereka menemukannya, mereka berusaha memadamkan cahaya kebenaran tersebut, maka orang-orang seperti ini tak akan pernah memperoleh manfaat dari Al-Quran.

Dengan demikian, sejak langkah pertama, diperlukan adanya ketakwaan fitri yang merupakan syarat untuk seseorang dapat menerima hidayah Al-Quran. Oleh karena itu Al-Quran mengatakan di dalam ayat ini: "Hudal lil muttaqin." Al-Quran adalah petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa.

Berikut adalah pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat-ayat di atas:

1. Para pengikut Rasulullah SAWW sangat mementingkan masalah penghafalan dan penulisan Al-Quran. Oleh karena itu ayat-ayat yang turun mereka tulis sehingga terbentuk sebuah kitab yang kemudian sampai ke tangan kita. Kita pun harus menjaga kesucian dan kehormatan Kitab Ilahi ini.

2. Kandungan Kitab Suci ini sangat kuat dan kokoh, karena ia datang dari Allah yang Maha Bijaksana.

3. Al-Quran adalah Kitab pemberi petunjuk kepada seluruh umat manusia. Ia bukan kiab yang berbicara mengenai bidang tertentu. Oleh karena itu kita tidak akan mencari petunjuk dari Kitab Suci ini yang berkenaan dengan masalah-masalah fisika atau kimi, atau matematika.

4. Agar sinar Al-Quran dapat menembus hingga ke lubuk hati dan jiwa kita, maka kita harus mempersiapkan hati dan jiwa kita dengan sebaik-baiknya untuk itu. Sebagaimana kita lihat bahwa cahaya akan dapat menembus kaca yang bersih, bukan kaca yang berlumuran dengan lumpur atau kotoran-kotoran lain.

 

 

Ke Atas