|
Tanggung Jawab Media
Massa Islam Masa Kini
Kekuatan media massa terletak dalam
kemampuannya mempengaruhi opini umum. Sayangnya dunia Islam belum mau
juga memanfaatkan media yang sangat ampuh untuk menyukseskan
tujuan-tujuan, atau minimal untuk membela diri ini. Akibatnya dunia
Islamlah yang selalu menjadi bulan-bulanan negara-negara Barat, yang
sudah sejak lama memanfaatkan media massa ini. Saat ini umat muslimin
tengah menghadapi berbagai macam tuduhan dan serangan mental serta
propaganda luas dari Barat; tanpa dapat memberikan jawaban yang sesuai
untuk menangkis dan mengkanter tuduhan-tuduhan dan propaganda hitam ini.
Konferensi Internasional Media Massa Dunia Islam, yang digelar di
Damaskus, Suriah, dari tanggal 30 April hingga 2 Mei, merupakan upaya
untuk mengkoordinasikan media-media massa dunia Islam. Lebih dari 1000
pakar media massa dan mereka yang bergelut di bidang ini, datang dari 35
negara, menghadiri konferensi tersebut, dan membahas masalah penting ini.
Konferensi ini, untuk pertama kalinya digelar di Tehran, pada bulan
Februari 2002, atas inisiatif Iran, melihat keperluan mendesak kepada
penyatuan pandangan para pakar dan pembentukan blok media massa bersama
dunia Islam. Beirut, ibu kota Lebanon, menjadi tuan rumah konferensi
kedua di bulan September, tahun berikutnya, yang diadakan oleh jaringan
TV Al-Manar. Konferensi ketiga, meski agak terlambat, tapi digelar
besar-besaran di Damaskus, yang menindaklanjuti hasil-hasil konferensi
Tehran dan Beirut, serta usaha-usaha yang lebih serius untuk
merealisasikan tujuan-tujuan utama konferensi ini.
Dalam konferensi media massa dunia Islam, berbagai serangan propaganda
berbahaya dari Barat terhadap Islam dan muslimin, dibahas dan dipelajari;
dimana para pakar masalah ini saling bertukar pikir untuk mencari
jalan-jalan yang sesuai guna menghadapi serangan-serangan tersebut.
Izzatullah Dlarghami, Direktur IRIB (Radio dan TV RII) yang hadir dalam
konferensi di Damaskus, berkenaan dengan berbagai dimensi serangan
propaganda Barat ini, mengatakan, "Serangan luas media massa Barat
terhadap dunia Islam, diarahkan kepada beberapa sasaran penting, yaitu
menampilkan Islam dan muslimin dengan wajah menyeramkan, upaya untuk
menyimpangkan hakekat kebangkitan Islam, menciptakan perpecahan diantara
umat Islam, dan usaha mencegah kemajuan ilmu dan teknologi negara-negara
Islam."
Selama satu dekade lalu, berbagai media massa dunia Islam, mengalami
peningkatan dari sisi kwantitas dan kwalitas. Akan tetapi, meskipun
berbagai fariasi dan kemajuan ini merupakan poin kekuatan media massa
Islam, sayangnya hingga sekarang masih belum diberdayakan secara
optimal. Salah satu titik kelemahan media massa dunia Islam ialah
keterpengaruhan mereka oleh media-media besar Barat. Sehingga dalam
banyak peristiwa di dunia, bahkan di dunia Islam sendiri, sebagian media
massa di dunia Islam masih mengekor kebijakan propaganda media massa
Barat. Penyebaran semangat perpecahan, yang dilakukan oleh sejumlah
radio dan tv serta media cetak negara Arab dan Islam, merupakan bukti
masih adanya langkah-langkah media massa Islam untuk kepentingan
negara-negara imperialis Barat.
Husein Syareat Madari, Direktur koran Kaihan, Iran, meyakini bahwa iklim
yang ada di dunia Islam, dan meningkatnya ketegangan diantara Syiah dan
Ahlussunnah, hingga batas yang cukup tinggi, merupakan hasil kinerja
sejumlah jaringan media massa yang didukung oleh teknologi satelit, di
dunia Islam. Padahal, seharusnya, salah satu tugas terbesar di pundak
media massa Islam ialah usaha menciptakan persatuan dan kekompakan di
kalangan umat Islam. Apalagi jika kita lihat kenyataan bahwa media-media
massa Barat selalu berusaha menghembuskan perpecahan dan permusuhan di
tengah umat Islam. Untuk itu, dalam konferensi Damaskus ditekankan
kepada media massa Islam untuk bergerak dalam usaha menggalang persatuan
dan persaudaraan Islam. Para peserta juga meminta agar karya terbaik di
bidang ini dipilih dan diperkenalkan setiap tahunnya.
Diantara hal-hal yang mencegah media-media
massa ini untuk memperjuangkan persatuan Islam ialah keterjebakan mereka
ke dalam kerangka politik-politik sempit satu atau beberapa negara.
Masalah ini telah menyebabkan media-media massa ini tidak mampu menatap
masalah-masalah dunia Islam dan kepentingan muslimin secara luas, bahkan
mereka masih saja berkutat dengan masalah-masalah khilafiyah,
perselisihan pendapat dan perbedaan etnis. Konferensi media massa Islam
meminta kepada para pengelola media ini untuk menunjukkan kekompakan
mereka dalam praktek, dan bersatu dalam satu barisan dengan satu garis
dan kebijakan propaganda, demi menghadapi serangan kebudayaan musuh
bersama.
Salah satu tugas penting media massa Islam ialah menyadarkan
bangsa-bangsa muslim. Dalam beberapa waktu lalu, proses kebangkitan
Islam sudah semakin menguat. Hal ini semakin memberatkan tugas media
massa Islam. Tak diragukan bahwa perangkat dan media massa dapat
memainkan peran efektifnya dalam memberikan pencerahan kepada muslimin,
agar mereka memahami posisi mereka dan menyadari makar-makar musuh.
Selain itu, penumbuhan semangat optimis terhadap masa depan dan rasa
percaya diri, merupakan tugas lain sebuah media massa Islam. Karena
dengan semua itulah umat Islam akan mampu mencapai kemajuan dan
kesejahteraan dengan lebih cepat.
Dalam hal ini, propaganda berbagai kemajuan dan penemuan-penemuan
ilmiyah baru di berbagai bidang oleh negara-negara Islam, akan memiliki
peran yang amat penting. Sayangnya, hingga kini, masih banyak media
massa Islam belum bekerja dengan baik dan cerdas dalam masalah ini.
Sebagai contoh, ketika semua media massa Barat besar, berusaha
menutup-nutupi keberhasilan para pakar Iran dalam menguasai teknologi
nuklir tujuan damai, atau berusaha menampilkan program nuklir Iran
sebagai sumber bahaya; media-media massa Islam pun tidak mau memberikan
informasi yang sesuai berkenaan dengan esensi dan status damai program
nuklir Iran. Bahkan sejumlah media massa Arab mengambil sikap anti
terhadap program nuklir Iran. Padahal keberhasilan ilmu dan teknologi
para pakar dan cendekiawan Iran, tak lain adalah kemenangan besar bagi
seluruh bangsa muslim di dunia.
Masalah Palestina adalah salah satu obyek penting yang seharusnya
mempersatukan media-media massa dunia Islam. Untuk itulah konferensi
media massa Islam, sering kali menampilkan pula tema "Media Massa Dunia
Islam, Mendukung Bangsa Palestina". Masalah Palestina adalah titik
perbenturan nyata antara media massa Barat dan media massa dunia Islam.
Hampir semua media massa besar Barat, yang berada di bawah pengaruh luas
kaum zionis, dengan terang-terangan mendukung kejahatan-kejahatan rezim
zionis terhadap rakyat lemah Palestina. Akan tetapi media massa Islam
hingga kini masih belum menunjukkan dukungan yang seharusnya terhadap
perjuangan rakyat Palestina.
Dalam deklarasi yang dirilis di akhir konferensi media massa Islam,
telah ditekankan bahwa cita-cita Palestina masih ettap tampil sebagai
prioritas kerja semua media massa Islam, dan mereka harus mengungkapkan
berbagai kejahatan dan kebohongan serta tipu daya media massa pro zionis.
Deklarasi ini juga meminta agar dilancarkan informasi-informasi yang
sesuai untuk membongkar politik rasialisme dan kejahatan rezim zionis
terhadap Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsha. Jika media massa Islam sudah
berhasil menggalang persatuan dalam mendukung perjuangan bangsa
Palestina, maka dalam waktu dekat kita akan menyaksikan perkembangan
positif yang menguntungkan bangsa Palestina, insya Allah.
|