|
Muhammad, Pembawa Cahaya, Penebar Damai
Tahun demi tahun berlalu. Kegelapan demi
kegelapan melanda kehidupan manusia, menutupi langit yang biru sehingga
gelap dan semakin, menutupi jalan kehidupan anak Adam. Dunia menanti
kedatangan secercah cahaya yang akan menyebarkan terang dan merebakkan
cahaya, menyingkirkan segala gelap dan awan tebal yang menutupinya.
Darimanakah gerangan cahaya ini akan muncul? Siapakah dia yang mendapat
kehormatan sedemikian besar dan mulia, yang akan tampil sebagai penerang
jalan kehidupan umat manusia ini?
Para ahli nujum bersumpah bahwa mereka telah
menyaksikan sebuah bintang terang di langit, yang dengan cahayanya yang
terang-benderang, menyinari bumi dan menyingkirkan segala kabut tebal
dan awan gelap yang meliputinya. Tak lama setelah itu lahirlah seorang
bayi bernama Muhammad. Ia keluar dari perut ibunya dengan cahaya yang
membungkusnya. Berita tentang kelahirannya segera menyebar ke seluruh
negeri, bahkan lebih jauh lagi. Membuat setiap orang keheranan dan
terkagum. Dia inilah yang akan menerangi jalan hidup manusia yang selama
ini terjebak ke dalam kegelapan. Dia inilah yang akan melapangkan jalan
hidup manusia yang selama ini terjebak ke dalam kesempitan.
Imam Ali as berkata, "Allah swt tidak
menciptakan satu makhluk pun yang lebih baik daripada Muhammad saaw."
Hari ini, jika kita perhatikan keagungan dan tingkat pancaran pengaruh
beliau terhadap dunia, maka kita akan memahami dengan baik ucapan Imam
Ali as di atas. Sebagai teladan terbesar bagi seluruh umat manusia,
Rasul Allah saaw membimbing manusia ke arah kebaikan, akhlak dan
nilai-nilai maknawi. Untuk merealisasikan dan mencapai cita-cita yang
dijanjikan oleh Islam, Rasul Allah saaw juga telah memberikan petunjuk
dan jalan-jalan yang harus ditempuh oleh setiap muslim.
Pembentukan negara Islam yang besar dan kuat,
adalah salah satu tujuan terpenting yang telah berhasil dicapai oleh
Rasul Allah saaw. Pada zaman beliau, umat muslimin telah berhasil
menaklukkan dua imperium besar yang berkuasa saat itu, yaitu Romawi dan
Persia. Di bawah ajaran-ajaran beliau yang tinggi dan mulia, peradaban
besar Islam telah menyebar ke seluruh dunia, memancarkan nilai-nilai dan
pemikiran-pemikiran yang memberikan kemuliaan dan kebahagiaan hidup umat
manusia di dunia ini. Dalam menelusuri perjalanannya, umat muslimin juga
menghadapi berbagai tantangan yang datang dari luar. Tentara Salib dan
pasukan Mongol pernah menyerang dan sempat memorak-porandakan kehidupan
sebagian umat muslimin. Akan tetapi, meski menghadapi berbagai pasang
naik dan pasang surut, umat muslimin tidak pernah melepaskan
ajaran-ajaran utama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saaw. Mereka tetap
teguh berpegang pada ajaran tauhid dan akhlak, demikian pula pokok-pokok
ajaran di bidang fiqih.
Semua ajaran tersebut hingga kini masih
berperan sebagai pemberi identitas Islami dan masih selalu segar untuk
membimbing umat manusia menuju ke arah kehidupan mulia dan kesejahteraan.
Banyak kalangan dari para pakar dan pengamat
politik meyakini bahwa saat ini dunia Islam telah menemukan kembali
identitas masa lalunya, dan tengah menggeliat untuk bangkit kembali
untuk memancarkan cahayanya ke seluruh pelosok bumi ini. Sudah sejak
lama para pengamat politik dan masalah-masalah internasional berbicara
tentang kebangkitan kembali Islam ini, di bidang politik, militer dan
ekonomi. Dan kekuatan Islamlah yang akan berdiri di depan sistim
monopolar yang saat ini menguasai dunia. Akan tetapi, dunia Islam juga
tengah menghadapi berbagai persoalan internal. Beragamnya kebangsaan,
bahasa, etnis, dan madzhab, telah menyebabkan umat Islam berpecah belah
dan centang perenang. Akan tetapi menurut Burke, seorang orientalis
Barat, "Semangat dan cinta kepada Islam itu sendiri, secara umum, tidak
akan punah dikarenakan perpecehan dan perbedaan dalam masalah-masalah
cabang seperti ini."
Artinya bahwa meski bercerai berai dalam
masalah-masalah cabang, tapi umat Islam masih bersatu padu dalam
masalah-masalah pokok dan penting. Berkali-kali umat Islam telah
menunjukkan bahwa di saat-saat krisis, dan menghadapi bahaya yang
mengancam sendi-sendi utama agama, umat Islam akan serentak bersatu padu,
meninggalkan segala macam perbedaan dan perselisihan yang ada.
Pertumbuhan semangat Islam di dunia saat ini, mengindikasikan munculnya
percaya diri muslimin dan kehidupan kembali Islam. Munculnya kebangkitan
Islam di Iran, yang memperjuangkan cita-cita mulia Rasul Allah saaw,
memberikan peran yang besar dalam memberikan kemuliaan dan kemajuan umat
Islam. Di Lebanon, Palestina, Turki dan negara-negara Islam lain,
terdengar pula dengan jelas seruan-seruan kebangkitan Islam, dan mereka
menuntut penegakan nilai-nilai dan ajaran Islam yang dibawakan oleh
utusan Allah yang terakhir untuk umat manusia.
Dewasa ini umat Islam tengah berjuang untuk
menghidupkan kembali peradaban Islam yang menggabungkan rasionalisme dan
metafisisme, dan menyatukan moral dan politik. Dalam masalah ini, maka
Nabi Besar Islam-lah yang muncul sebagai pemimpin umat manusia, dengan
ajaran-ajaran beliau, baik secara lisan maupun praktek. Terangnya
kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi terakhir utusan Allah ini,
membuat segala macam tipu muslihat para arogan dunia buyar berantakan.
Diantara usaha mereka menimpakan citra negatif kepada Rasul Allah saaw
ialah dengan menyebarkan berbagai macam karikatur yang menghina dan
berusaha melekatkan gambaran-gambaran negatif kepada beliau. Akan tetapi
langkah-langkah curang dan pengecut seperti itu justru semakin
memperkuat kecintaan umat muslimin kepada beliau, bahkan mereka yang
bukan muslim tapi berjiwa merdeka dan bebas.
Sebagian muslimin mempercayai bahwa hali
lahir Nabi Besar Muhammad saaw jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal.
Sementara sebagian muslimin yang lain meyakini bahwa kelahiran beliau
jatuh pada tanggal 17 pada bulan yang sama. Perbedaan ini sama sekali
tidak menjadikan perpecahan diantara mereka, bahkan sebaliknya, jarak
waktu antara dua tanggal tersebut, telah dinyatakan sebagai pekan
persatuan Islam. Di Iran, selama satu pekan tersebut, yaitu mulai dari
tanggal 12 sam api dengan tanggal 17, diisi dengan berbagai acara yang
mengajak dan menyeru seluruh muslimin untuk meningkatkan persatuan dan
persaudaraan diantara mereka.
Di antara acara-acara yang dilakukan dalam
rangka pekan persatuan ini ialah mengadakan berbagai konferensi, diskusi,
saling kunjung dan ceramah-ceramah, kegiatan sosial bersama dan
sebagainya. Berbagai kalangan cendekiawan dan ulama Islam telah sering
menekankan bahwa persatuan dan persaudaraan adalah salah satu faktor
keberhasilan dan kemajuan pesat umat Islam. Iqbal Lahore, filsuf dan
penyair besar Islam, dalam untaian syairnya mengatakan, "Seluruh alam
ciptaan datang dari Yang Satu, kebahagiaan hidup juga berada di atas
jalan yang satu."
Rasul Allah Muhammad saaw, Rasul rahmat dan
persatuan, tak sekejap pun berhenti memancarkan cahaya maknawiyah,
petunjuk dan persaudaraan sesama manusia. Beliau memandang seluruh
manusia bagaikan gerigi sisir, yang sejajar, dimana rasa cinta dankasih
sayang melingkupi kehidupan mereka semua. Umat manusia yang hidup dalam
berbagai perbedaan ini, akan melebur semua perbedaan mereka itu ke dalam
agama Islam, dan hanya dengan identitas Islamlah mereka dikenal dan
memperkenalkan diri. Perbedaan-perbedaan umat manusia ini, sering kali
dijadikan alasan oleh sebagian manusia untuk menguasai sebagian manusia
yang lain. Hal ini membuat kehidupan manusa itu sendiri terancam bahaya.
Nabi besar Muhammad saaw, dengan ajaran Islam yang mengajak kepada
persatuan, dan menyingkirkan segala macam perbedaan tersebut, telah
membentangkan jalan keselamatan bagi umat manusia.
Rasul Allah Muhammad saaw mengajak berbagai
bangsa kepada perdamaian, cinta keapda Allah dan berkhidmat kepada
sesama. Seruan-seruan beliau, membawakan semangat, ketenangan, dan
memiliki daya tarik kuat. Ajaran beliau telah mendefinisikan dengan
jelas, arti kata hak asasi manusia, persamaan, persaudaraan dan keadilan.
Dorongan kepada menuntut ilmu seluas mungkin, dan yang lebih penting
lagi, memusatkan umat manusia pada ajaran tauhid atau monotheisme, juga
merupakan salah satu jalan yang beliau sebarkan kepad asegenap umat
manusia. Beliau berkata, "seorang mukmin bagi mukmin lain bagaikan
sebuah bangunan yang saling menguatkan. Wahai muslimin, janganlah kalian
bercerai berai. Janganlah saling membelakangi. Janganlah saling
mendengki. Perkuatlah persaudaraan dan persatuan diantara kalian."
|