Mengenal Islam (5)

Jiwa yang melihat cahaya makrifat, apa saja yang dipandang, pertama yang dia lihat adalah Allah.”

Tauhid artinya adalah iman kepada Allah yang Esa, yang merupakan fondasi utama kepercayaan dan fokus segala ajaran Islam. Setelah iman kepada Allah swt dan tanda-tanda kebesaran-Nya, kita perlu mengenali sifat-sifatNya. Dengan melihat kepada topik mengenal Tuhan dalam Al Quran, marilah kita kenali sebagian dari sifat-sifat ini.

Manusia yang mencari Tuhan bisa kita samakan dengan orang kehausan yang sedang mencari air untuk menghilangkan rasa dahaganya. Ketika dia sampai ke mata air dia akan merasakan kepuasan dan kenikmatan. Orang yang selepas melakukan banyak penelitian dan berhasil menemukan sang Pencipta, dia akan menemukan keagungan dan keindahan Tuhan dan memujiNya dengan penuh kecintaan.

Al-Quran adalah sumber terbesar untuk mengenal Tuhan yang memperkenalkan keutamaan dan sifat-sifatNya. Ayat-ayat indah Al-Quran, meminta manusia untuk menghidupkan jiwa realistis dan hatinya. Karena hati dan kesadaran, adalah jalan menuju kebenaran dan yang membuka hakikat satu demi satu. Allah swt dalam ayat 36 surah Yunus mengingatkan manusia:

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali prasangka saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.”

Al-Quran dengan menyajikan banyak contoh, menggerakkan dan membangkitkan akal manusia. Di antara contohnya adalah pembahasan yang diajukan oleh Nabi Ibrahim AS kepada kaum penyembah bintang. Ketika Nabi Ibrahim AS bertemu dengan penyembah bintang, beliau terlibat perdebatan dengan mereka. Saat melihat bintang-bintang yang berada di langit beliau berkata: “Ya, inilah Tuhanku.” Tetapi tidak lama kemudian, bintang itu tenggelam. Nabi Ibrahim AS mencari bintang tersebut. Dan setelah tidak menemukannya, beliau berkata, “Aku tidak menyukai Tuhan yang dapat tenggelam.”

Ketika melihat cahaya bulan yang terang benderang dan lebih bersinar di celah-celah langit, Ibrahim berkata, “Bulan ini adalah Tuhanku.” Dan ketika bulan mulai tenggelam, Nabi Ibrahim dengan menunjukkan rasa sedihnya mengatakan, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang yang sesat.”

Keesokkan harinya ketika matahari bersinar terang, Ibrahim berkata, “Inilah Tuhan ku. Inilah yang paling besar dan paling hebat, dan memiliki panas dengan suhunya yang membakar.” Tetapi ketika siang hari berakhir, matahari terbenam.

Dengan alasan-alasan yang jelas ini, Ibrahim menyadarkan fitrah kejahilan para penyembah bintang dan berkata, “Adakah ini bisa menjadi Tuhanku? Tidak, aku menolak untuk menyekutukan Tuhan. Aku hanya akan menyembah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini…”

Para pakar agama, membagi sifat Tuhan dalam beberapa kelompok. Salah satu pembagian ini, adalah pembagian sifat Tuhan kepada sifat dzat dan sifat perbuatan. Sifat zat adalah sifat yang berhubungan langsung dengan Dzat Tuhan dan secara azali dan abadi ada padaNya. Contohnya bila kita mengatakan bahwa Tuhan hidup, maha mengetahui dan maha bijaksana.

Sifat perbuatan ialah sifat yang selepas Tuhan melakukan perbuatan, dihubungkan dengan Tuhan. Misalnya bila kita menyebut bahwa Dia adalah pencipta atau pemberi rezeki. Dengan kata lain, Dia disebut Maha pencipta selepas Dia menciptakan.

Tetapi Al-Quran yang menyebutkan bahwa Allah swt yang merupakan sumber keberadaan, memuji semua sifat kesempurnaanNya dan dalam berbagai ayat yang indah memperkenalkan Tuhan sebagai berikut:

“Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q. S. Al Baqarah ayat 267).

“Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Dzahir dan yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q. S. Al-Hadid ayat 3).

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci. Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Q. S. Al-Hashr ayat 23).

Pencipta alam tidak berwujud fisikal, karena wujud fisikal, dapat disentuh dan dirasa, dan memerlukan tempat dan ruang. Seperti matahari, pohon, laut dan sebagainya. Tuhan tidak terbatas. Dia bukan fisik, tidak berbentuk dan tidak memerlukan tempat dan ruang. Dia menguasai dan memerintah di semua tempat. Dalam surah Al-Syura ayat 11, Tuhan berfirman:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Tuhan yang diperkenalkan oleh Al quran, memiliki hubungan yang erat dengan manusia. Dia menginginkan kebahagiaan manusia. Dia yang mengetahui segala rahasia alam semesta, membimbing manusia ke arah kebaikan dan kesempurnaan. Sebagian dari ayat Al-Qur’an juga menerangkan sifat Tuhan sebagai wujud yang Mulia dan Maha Tinggi yang lebih dekat dengan manusia dari urat lehernya sendiri. Dia hadir di semua tempat dan mengawasi perbuatan manusia. Jika insan memiliki jiwa bersih dan siap, dia akan mendapatkan cahaya Ilahi dalam jiwanya dan akan merasakan kemanisan pengenalan dengan Tuhan.

Di sini Islam meminta penganutnya untuk tunduk dan menyembah Tuhan Pencipta dan Pengatur alam, dan tidak menyekutukanNya dengan yang lain, karena tidak ada yang bisa menyamai kekuasaan dan keagunganNya.

Dalam surah Al-Isra’ ayat 111 Allah swt berfirma:

“Dan katakanlah: segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam keadaanNya dan tidak mempunyai penolong untuk menjagaNya dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan keagungan yang sebesar-besarnya.”

 

KE INDEX