|
Qazwin dahulu termasuk kota
yang berada di proinsi Zanjan. Pada tahuan 1375 H.S. atau 1996 Qazwin
terpisah dari Zanjan dan masuk menjadi bagian propinsi Teheran. Lalu pada
tahun 1376 H.S. atau 1997 M, sesuai dengan ketetapan yang berlaku atas
pembagian daerah di Iran dengan melihat keistimewaan kota ini dan demi
kelancaran program pembangunan, kota ini resmi menjadi propinsi tersendiri.
Propinsi Qazwin dengan luas
area kurang lebih 15600 kilometer persegi, berada di Barat Laut negeri Iran.
Propinsi ini berbatasan dengan propinsi Gilan dan Mazandaran di sebelah
Utara, propinsi Zanjan di sebelah Barat, propinsi Markazi dan Hamadan di
sebelah selatan dan propinsi Teheran di sebelah Timur. Saat ini, propinsi
Qazwin terdiri dari tiga kota, yaitu Qazwin, Buin-e Zahra dan Takistan.
Secara geografis, propinsi ini terdiri dari tiga kawasan yang berbeda,
kawasan pegunungan, dataran rendah dan gurun sahara. Separuh dari propinsi
ini terdiri dari deretan gunung yang memanjang dari arah Barat sampai ke
Timur. Dataran tinggi ini adalah dua kelompok gunung yang berbeda. Di antara
dua kelompok gunung tadi terdapat padang-padang sahara dan lereng-lereng
bukit yang menjadi tempat tinggal warga propinsi ini.Seperti yang dikatakan
tadi, separuh propinsi ini terdiri dari pegunungan yang menjadi sumber
mengalirnya sungai-sungai penting yang membasahi kawasan gurunnya.
Kawasan subur propinsi
Qazwin umumnya adalah padang rumput yang membentang luas. Sedang di dataran
tinggi yang berbatasan dengan propinsi Gilan dan Mazandaran merupakan
kawasan hutan-hutan alami. Tumbuhan yang banyak tumbuh di hutan ini adalah,
pohon cemara, apel liar, pistachio dan semisalnya. Padang rumput propinsi
Qazwin seluas 55 persen dari seluruh wiliayah propinsi mencakup kawasan
pegunungan Utra dan Selatan propinsi Qazwin.
Marga
Satwa
Di
propinsi Qazwin banyak kawasan yang menjadi habitat berbagai binatang buas.
Di kawasan ini hewan-hewan memamah biak, burung-burung dan binatang laut
dapat kita temukan dengan mudah. Di antara binatang-binatang tersebut adalah,
Bison, biri-biri, kijang, beruang, macan, kucing hutan, serigala, landak,
merpati dan berbagai macam burung gagak dan bebek. Ada dua kawasan hutan
lindung propinsi ini yang cukup terkenal, yaitu, Basykul di barat Takistan
dan Rudbar-e Alamut di timur laut Qazwin.
Ke Atas
Budaya
Setelah mengetahui propinsi
Qazwin dari sisi geografis dan keadaan alamnya, kini giliran kita
mempelajari sisi budaya dan masyarakatnya. Qazwin adalah salah satu kawasan
kuno Iran dengan banyak peninggalan bersejarah peradaban masa dahulu. Dari
zaman dahulu kala, daerah ini termasuk saah satu pusat peradaban manusia di
negeri Iran. Banyaknya peninggalan bersejarah di Qazwin membuktikan bahwa
peradaban di daerah ini telah berumur ribuan tahun.Buku-buku sejarah
menyebutkan bahwa Qazwin telah ada sejak zaman Madha. Bahkan bahasa Tati
yang menjadi bahasa daerah Takistan, Buin-e Zahra dan sebagian desa kawasan
Alamut dewasa ini adalah salah satu bahasa kuno.Penggalian-penggalian yang
telah dilakukan para ilmuwan di bukit-bukit kuno sekitar Qazwin, Saqaz Abad,
Buin-e Zahra dan Takistan membuktikan bahwa di kawasan ini sekitar delapan
ribu tahun sebelum Masehi pernah menjadi pusat peradaban dengan penduduknya
yang telah mengenal pertanian dan teknologi.
Kawasan Qazwin
setelah masuknya Islam ke negeri Persia, pada tiga abad pertama Hijriyyah,
menjadi ajang bermacam-macam peristiwa yang berbau politik. Sejak akhir abad
kelima Hijrah sampai zaman penyerangan benteng-benteng Isma'iliyyah oleh
Holako Khan dari Mongol pada tahun 645 H, Qazwin menjadi pusat kegiatan
orang-orang Isma'iliyyah. Dari zaman kekuasan Ilkhaniyyah yang menjadikan
Sulthaniyyah atau Zanjan sebagai ibukota pemerintahannya, Qazwin berubah
menjadi kota besar dan terkenal. Masa pemerintahan dinasty Shafawiyyah
adalah masa keemasan kota ini.
Meskipun luas
area propinsi Qazwin tidak cukup besar, tapi propinsi ini menjadi tempat
bagi banyak suku dengan bahasa, adat istiadat dan budaya yang berbeda-beda.
Penduduk daerah yang berada di sebelah utara gurun Qazwin berbicara dengan
bahasa Parsi. Sedangkan mereka yang berada di Barat laut dan selatan
propinsi ini berbahasa Turki. Penduduk kota Takistan dan desa-desa
sekitarnya meiliki bahasa lain, yaitu bahsa Tati. Sedang Bahsa Kurdi dan Lor
adalah bahsa mereka ang berada di sebelah Timur propinsi Qazwin.
Propinsi Qazwin
menjadi salah satu propinsi yang penting di Iran karena letak geografisnya
yang berada di jalan utama dan strategis yang menghubungkan ibukota Iran,
Teheran dengan daerah Barat negeri ini sampai ke Eropa. Selain itu, Qazwin
memiliki banyak peninggalan kuno dan bangunan-bangunan bersejarah. Dengan
peninggalan-peninggalan bernilai sejarah ini, Qazwin termasuk salah satu
pusat budaya dan sejarah negeri Iran.
Kota Qazwin
dengan luas area 37 kilometer persegi berjarak 150 kilometer dari kota
Teheran. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan Alamut di sebelah utara,
Takistan di sebelah Barat, gurun Qazwin dan Buin-e Zahra di selatan dan Abik
di sebelah Timur.Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa kota Qazwin
dibangun pada masa Raja Syapur, salah seorang raja dinasty Sasaniyyah. Pada
masa silam, kota ini dibangun dan berfungsi sebagai benteng untuk mencegah
serangan orang-orang Dailam yang hidup di pegunungan Utara.
Kondisi geografis
yang sesuai, gurun yang menghasilkan dan beragamnya budaya dan adat istiadat
suku-suku yang berlainan yang hidup di sana menjadikan kota Qazwin selalu
hidup dan tidak ketinggalan dalam masalah peradaban. Disebabkan oleh
keistimewaan historis dan politisnya yang cukup tua, kota Qazwin menjadi
tempat yang berarti bagi banyak para penguasa. Pada masa dinasty Safawi,
kota Qazwin terpilih sebagai ibu kota pemerintahan. Hinggga saat ini, banyak
peninggalan sejarah yang masih bisa kita saksikan di kota ini.Seperti
mesjid-mesjid kuno, geudng-gedung pemerintahan, pintu gerbang kota,
makam-makam, bukit-bukit kuno dan peninggalan-peninggalan historis lainnya
yang berhasil digal oleh para ilmuwan. Kesemuanya itu adalah warisan budaya
yang masih terjaga rapi yang menunjukkan betapa tingginya nilai sejarah kota
Qazwin ini.
Ke Atas
Industri
Kota Qazwin dalam
beberapa dekade terakhir merupakan pusat industri dan produksi yang cukup
diperhitungkan. Padahal daerah ini sejak dahulu kala terkenal dengan hasil
bumi dan ternaknya. Dalam kisah-kisah perjalanan para pengelana Barat
disebutkan adanya kebun-kebun anggur yang mengelilingi kota Qazwin sepanjang
beberapa kilometer yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di sana. Qazwin
termasuk salah satu kawasan yang telah mengenal cocok tanam dengan metode
baru sebelum daerah-daerah lain. Gurun Qazwin, meskipun luasnya kurang dari
satu persen seluruh gurun negeri Iran, akan tetapi, prosentase penghasilan
yang didapatkan darinya dalam bidang pertanian dan peternakan cukup besar.
Penghasilan bidang pertanian Qazwin tidak hanya mencukupi kebutuhan dalam
negeri Iran saja tapi juga berhasil diekspor sebagai pemasok in come negara.
Dalam hal
industri, kota Qazwin, cukup diperhitungkan. Adanya ribuan pekerja dan
banyaknya pusat-pusat industri di daerah Alburz, Liya dan Takistan
menjadikan kota Qazwin sebagai salah satu kawasan industri Iran.
Perindustrian
wilayah tenggara Qazwin berpusat di kota industri Alburz. Keberadaan
pabrik-pabrik besar untuk pengadaan bubuk besi, pusat listrik berkekuatan
2000 Megawatt Syahid Raja'i dan ribuan perusahaan lainnya yang bergerak di
berbagai bidang termasuk kerajinan tangan, mewarnai kegiatan perindustrian
kota Qazwin. Satu point penting yang layak untuk kita sebutkan di sini,
ialah bahwa kelebihan dalam bidang industri dan pertanian merupakan salah
satu penyebab banyak orang yang ingin berpindah ke kota ini. Banyaknya kasus
perpindahan yang disebabkan oleh pekerjaan di kota ini, sekilas menampakkan
keberagaman kota Qazwin.
Dengan hanya
sekilas melihat lembaran sejarah kota Qazwin, kita dapat mengetahui bahwa
kota ini sejak dahulu kala merupakan pusat ilmu pengetahuan dan seni.
Nama-nama seperti, Qazwaini Razi seorang ulama islam abad keenam, Rafi'i
Qazwaini seorang fagih dan ulama abad keenam, Mir 'Imad Qazwaini seniman
ahli kaligrafi, Hamdullah Mastuni sejarawan dan sastrawan, dan Allamah Ali
Akbar Dih Khuda orang pertama yang menulis kamus bahsa lengkap di Iran
adalah contoh yang tak asing bagi dunia ilmu .dan seni.
Ke Atas
Bangunan Bersejarah
Seperti yang
telah kami singgung sebelum ini, kota Qazwin yang telah berumur tua ini
banyak menyimpan peninggalan bersejarah seperti Mesjid Jami', Husaniyyah
AMini, makam Hamdullah Mustaufi, istana empat puluh tiang dan
bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Berikut ini kami mengajak Anda
sekalian untuk lebih mengenal beberapa peninggalan penting tersebut.
Di mana saja mata
memandang, Anda akan melihat menara, kubah dan mesjid yang tidak pernah sepi
dari orang-orang mu'min warga Qazwin. Yang paling menonjol dari
mesjid-mesjid kota ini, adalah mesjid Raya kota Qazwin yang keagungan dan
kemegahannya tidak dapat dilukiskan kecuali hanya dengan melihatnya dari
dekat.
Mesjid Raya atau
mesjid Jami adalah mesjid yang paling megah dan tua di kota Qazwin. Bangunan
ini terdiri dari empat bagian dan dibangun sesuai dengan model arsitektur
Islami. Menurut para ahli, mesjid ini tak ada bandingannya dilihat dari sisi
historik dan seninya.
Kubah yang besar
dan kokoh, menara-menara yang megah, tembok-temboknya yang tinggi dan
hiasannya yang indah menunjukkan seni arsitektur ala zaman Saljuqi dan
Safawi. Bagian tertua dari mesjid Jami ini yang menurut sebagian riwayat
dibangun oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz kurang lebih pada tahun 100
Hijriyyah, dan menurut riwayat lain dibangun oleh khalifah Harun Al-Rasyid
pada tahun 192 H, kini dikenal dengan "Taq-e Haruni".
Menurut para
pakar sejarah, tulisan-tulisan yang menghiasi mesjid Jami' Qazwin yang
terdiri dari bait-bait syair, kata-kata indah dan lukisan memiliki nilai
historis yang tinggi.
Salah satu
bangunan megah dan indah di kota ini adalah makam Hamdullah Mustaufi (Lahir
pada tahun 980 H.Q.), sejarawan, pujangga dan ilmuwan kenamaan Iran yang
banyak mempunyai karya seperti, Dhafr Nameh dan Nuzhatul Qulub. Makam ini
dibangun pada akhir-akhir masa kekuasaan Mongol di Qazwin. Bagian bawah
bangunan ini berbentuk persegi empat dengan kubah yang terbuat dari keramik
berbentuk kerucut. Dari luar kubah tersebut tampat berwarna hijau dengan
bagian bawahnya yang dihiasi dengan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan tulisan
yang sangat indah.
Istana Cihil
Sutun atau empat tiang, satu lagi dari bangunan bersejarah dan indah di kota
Qazwin. Menurut cerita, istana yang berbentuk segi delapan ini dibangun pada
masa kejayaan dinasty Safawi. Bangunan ini berada di tengah sebuah taman
yang luas dan bertingkat dua dengan ruangan yang besar dan luas.
Dinding-dinding Istana Cihil Sutun dihiasi dengan berbagai lukisan yang
menggambarkan suasana gembira dan hobi berburu para penguasa, juga gambar
tumbuh-tumbuhan dan binatang. Lukisan itu umumnya menceritakan keadaan yang
ada pada masa kekuasaan Safawi dan Qajar. Bangunan istana ini kini menjadi
museum yang menyimpan barang-barang bersejarah hasil temuan para ilmuwan di
bukit-bukit sekitar Qazwin seperti alat-alat dapur yang terbuat dari tanah
liat dan perabot-perabot yang terbuat dari kayu peninggalan jaman Safawi dan
Qajar.
Di kota Qazwin
terdapat berpuluh-puluh mesjid yang dibangun pada masa Saljuqi, Safawi dan
Qajar yang sisi arsitekturnya bertaraf dunia. Selain itu, tempat-tempat
ziarah dan makam-makam keturunan para Imam yang banyak terdapat di kota ini
menarik perhatian para pengunjung dari berbagai penjuru negeri.
Salah satu
contohnya adalah mesjid Al-Nabi dan makam Imam Zadeh Husain. Dilihat dari
segi kemegahan, model arsitertur, kekokohan dan gaya seni yang ada pada
bangunannya, mesjid ini termasuk mesjid yang yang paling megah di kota
Qazwin. Mesjid yang dibangun pada jaman Safawi ini dipugar kembali pada masa
kekuasaan dinasty Qajar. Mesjid Al-Nabi mempunyai banyak kamar yang besar
disekeliling halaman luasnya yang masing-masing dipergunakan untuk sholat
berjamaah dan majlis ta'lim.
Makam Imam Zadeh
Husain, salah seorang keturunan Nabi SAW, yang berada di barat daya kota
Qazwin termasuk salah satu tempat keramat dan suci di kota ini. Bangunannya
yang megah dengan porselen dan kaca-kaca yang menghiasinya, membuat kesan
tersendiri bagi makam keramat ini. Hal inilah yang banyak menarik perhatian
para turis domestik dan manca negara untuk datang dan melihatnya dari dekat.
Karena tempat ini termasuk tempat-tempat ziarah yang suci dan diagungkan,
maka pada hari-hari libur, lautan pengunjung akan dengan mudah dijumpai di
sini.
Ke Atas
Pasar
Kuno
Pasar Qazwin
dengan gaya arsiterturnya yang kuno dan memikat, satu lagi tempat yang
menarik untuk dikunjungi di kota Qazwin. Pasar Qazwin sebagai pusat budaya
dan sejarah kota ini, termasuk salah satu pasar yang menarik di negeri Iran
yang nilai historisnya kembali pada jaman sebelum Islam. Keindahannya dari
dulu hingga sekarang menjadi perhatian para pengunjung dalam dan luar negeri.
Pusat-pusat perbelanjaan ini diperluas pada masa Safawi. Setipa pusat
perbelanjaan menawarkan hasil-hasil kerajinannya. Pasar-pasar ini bersambung
satu sama lain dengan adanya jalan yang meghubungkannya. Di beberapa bagian
pasar ini terdapat kamar mandi, mesjid, rumah-rumah dan kamar-kamar.
Rumah-rumah ini merupakan pusat kegiatan perdagangan. Bangunan pasar Qazwin
yang menggabungkan sisi spiritual dan perniagaan menggambarkan budaya dan
kondisi sosial masyarakatnya. Pasar Qazwin dihiasi dengan porselen yang
dilapisi bahan pengawet agar tidak mudah rusak. Lapisan pengawet ini justeru
menambah keindahan luarnya. Di atas pasar tua ini, dibuat atap yang
menyerupai bentuk kubah yang sangat menarik dengan lobang-lobang
ventilasinya yang berfungsi sebagai jalan pergantian udara.
Ke Atas
Waduk Haji Khadim
Di zaman
dahulu, di banyak kota
Iran, untuk menutupi kebutuhan air minum masyarakat, orang-orang kaya dan
dermawan bahu-membahu mendirikan waduk yang menampung air yang memenuhi
kriteria kesehatan. Waduk-waduk air minum ini, kini menjadi tempat yang
bernilai seni dan historis. Kota Qazwin, termasuk kota yang memiliki banyak
waduk bersejarah seperti itu, yang seni arsitektur dan hiasannya menarik
perhatian banyak pengunjung. Waduk "Haji Kadhim" adalah salah satu waduk
yang paling besar dan indah di kota Qazwin yang dibangun pada tahun 1256 H.
Waduk ini mempunyai empat puluh anak tangga yang terbuat dari batu. Untuk
dapat sampai ke air, kita harus menuruni empatpuluh anak tangga tersebut. Di
atas waduk ini terdapat empat buah tempat keluarnya ydara yang luarnya
dihiasi dengan porselen. Pnutup tenpat air terbuat dari bata dan porselen
yang diukir sedemikian indahnya. Waduk "Haji Kadhim" kini menjadi salah satu
tujuan para turis manca negara yang singgah di kota Qazwin.
Peninggalan-peninggalan bersejarah yang ada di kota Qazwin tidak terbatas
pada apa yang telah kami katakan. Jika Anda datang ke Qazwin, Anda akan
dapatkan di setiap sudut kota banyak hal bersejarah peninggalan masa Safawi
dan Qajar. Acara kita yang singkat ini tidak memberikan kesempatan kepada
kami untuk mengenalkan semua itu kepada Anda. Kami berharap Anda dapat
berkesempatan untuk datang ke kota Qazwin dan menjadi tamu warga Qazwin yang
terkenal dengan keramahannya untuk menyaksikan peninggalan-peninggalan
bersejarah kota ini yang terkenal indah.
Ke Atas
Benteng Alamut
Alamut dengan
benteng-bentengnya yang terkenal dan melegenda serta panorama alamnya yang
indah merupakan salah satu tempat wisata yang menarik di dunia. Kami
mengajak Anda sekalian untuk mengikuti sajian kami hari ini.
Kemasyhuran
Alamut, yang kini hanya nama sebuah daerah di pegunungan utara Qazwin,
berkat adanya benteng yang cukup lama menjadi pusat pemerintahan Hasan
Shabah dan para penerusnya dari kelompok pemeluk aliran Isma'iliyyah.
Benteng ini pada
tahun 252 H, dibangun atas perintah Hasan bin Zaid Alawi dan pada tahun 483
H, jatuh ke tangan Hasan Shabah. Atas perintah Holako Khan, benteng yang
menjadi pusat pemerintahan para penguasa Isma'iliyah di hacurkan pada tahun
654 H. Tentara Mongol menyerbu perpustakaan megah yang dibangaun oleh
orang-orang isma'iliyyah selama bertahun-tahun. Holako Khan memerintahkan
untuk menghancurkan perpustakaan tersebut beserta seluruh isinya. Tapi 'Atha
Malik Juwaini berhasil membujuk Holako dan memberinya izin untuk memindahkan
kitab-kitab yang ia nilai berharga. Dengan demikian, naskah-naskah Al-Qur'an,
kitab-kitab kuno, dan alat-alat perbintangan berhasil diselamatkan dari
kehancuran. Sedangkan kitab-kitab yang lain, hangus dilalap api.
Benteng Alamut,
setelah berakhirnya masa kekuasaan Mongol, berada di tangan para penguasa
Gilan dan Mazandaran dan diperbarui lagi.
Banyak cerita
legenda yang dinukil berkenaan dengan Hasan Shabah dan benteng Alamut yang
umumnya berhubungan dengan Marcopolo, petualang dunia berkebangsaan Italia
abad ketiga belas Mesehi.
Ke Atas
Benteng Lambasar
Benteng Lambasar,
adalah benteng dinasty Isma'iliyyah kedua setelah Alamut. Sama dengan Alamut,
benteng ini berada di atas gunung yang dikelilingi oleh jurang-jurang yang
menyeramkan dari tiga arahnya. Dengan peralatan yang ada pada masa itu,
orang tidak mungkin akan dapat sampai ke benteng melalui jurang yang
mengelilinginya. Pasukan musuh yang sewaktu-waktu datang menyerang dari arah
manapun juga, akan dengan mudah dipukul mundur. Kehebatan benteng Lambasar
dapat dilihat dengan adanya sumber air yang digali dari dalam pegunungan,
dinding-dindingnya yang megah dan kokoh, dan menara pengawasnya yang
memungkinkan para pengintai untuk melihat gerak-gerik musuh dengan jelas.
Dalam kitab "Jawami'ut
Tawarikh" karangan Khojeh Rasyidud Diin Fadhlullah Hamedani disebutkan,
bahwa pada waktu Sultan Muhammad putra Malik Syah menyulut api peperangan
melawan pemerintahan Ismailiyyah, ia mengepung benteng Alamut dan Lambasar
selama sebelas tahun. Akan tetapi mereka yang berada di dalam benteng tetap
bertahan dan tidak menyerah kepadanya. Sat Holako Khan menyerang benteng ini,
para prajurit Isma'iliyyah selama beberapa bulan tetap bertahan. Tetapi
wabah penyakit yang melanda saat itu, tidak memberikan pilihan lain selain
turun dan menyerahkan diri.
Ke Atas
Danau
Avan
Setelah kita
sama-sama mengetahui kawasan Alamut dengan sisi-sisi historisnya, ada baik
untuk kita ketahui bahwa daerah ini adalah daerah yang banyak mendapat
curahan hujan dan salju. Karena itu tidak mengherankan jika kita melihat
banyak sungai yang penuh air, mata air yang jernih, kebun-kebun dengan buah
yang lebat, ladang-ladang yang subur dan lembah-lembah yang indah. Salah
satu tempat yang paling indah dan menarik untuk dilihat adalah danau "Avan"
yang tampak bagai batu permata dan berada di tengah-tengah pegunungan.
Luas danau yang
berair tawar ini, kurang lebih 5 setengah hektar. Tempat terpanjang danau
ini 275 meter dan lebar 225 meter dengan kedalaman antara satu sampai
duapuluh meter.
Air danau Avan
berasal dari mata air-mata air yang berada di dalamnya dan air hujan atau
salju. Keberadaan mata air-mata air ini membuat air di dalam danau selalu
tampak jernih, sehingga kita bisa melihar dasar danau dan pancaran air dari
mata airnya dengan mudah. Danau Avan tampak lebih indah dengan adanya
pohon-pohon yang menghiasinya secara alami dan pohon buah-buahan seperti
cerry yang mengelilinginya. Hal inilah yang menambah minat para wisatawan
untuk berkunjung kemari. Dari danau ini mengalir sebuah sungai kecil yang
indah yang dimanfaatkan oleh para petani desa-desa sekitarnya untuk
membasahi sawah dan ladang mereka.
Air terjun Avan
yang berada di barat daya danau ini memiliki panorama alami yang indah.
Ketinggian air terjun ini dari titik tertinggi hingga dasarnya yang
membentuk aliran sungai lebih dari tiga ratus meter. Pada hari-hari cerah,
dengan berhembusnya angin dari Alamut, dari air terjun Avan akan muncul
pelangi yang indah.
Perlu untuk
diketahui bahwa pada saat suhu udara di danau ini beberapa poin di bawah nol
derajat celcius, air di permukaan danau akan dan berubah menjadi es, hingga
memungkinkan untuk berjalan-jalan di atasnya atau bahkan bermain ski.
Ke Atas
KE INDEX |