Perspektif    

   Februari 2007

[ Index Politik ] [[ Home ]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Republik Islam Iran, Simbol Perlawanan Terhadap Kezaliman

Perlawanan terhadap kezaliman adalah di antara karasteristik utama revolusi Islam. Namun, karakter perlawanan terhadap kezaliman ini tidak terbentuk di tengah bangsa Iran pasca kemenangan revolusi Islam, melainkan telah terbentuk sejak jauh hari sebelumnya. Para ulama Iran sejak ratusan tahun sebelum kemenangan revolusi telah menanamkan ajaran Islam kepada bangsa Iran, terutama yang terkait dengan perlawanan terhadap kezaliman. Sepanjang sejarah bangsa Iran berkali-kali bangkit melawan pemerintahan yang zalim, dan akhirnya perjuangan itu mencapai kemenangan pada tahun 1979.

Pada bulan Juni 1963, bangsa Iran bangkit menentang arogansi pemerintahan monarkhi dan campur tangan asing. Mereka turun ke jalan-jalan berdemonstrasi meneriakkan penentangan mereka. Pada saat itu, pemerintahan monarkhi Iran yang berada di bawah kendali AS merepresi rakyat dan melakukan berbagai perampokan terhadap kekayaan bangsa. Di saat rakyat mengalami tekanan dan hidup dalam kemiskinan, Rezim Shah Pahlevi justru menawarkan berbagai insentif yang luar biasa kepada negara-negara asing. AS selama bertahun-tahun pasca Perang Dunia II selain mendukung sistem imperium Iran yang zalim, juga mengabaikan hak-hak asasi bangsa Iran. Pada saat itu, AS sepenuhnya berhasil mengendalikan Iran dan secara leluasa mengeruk kekayaan bangsa Iran. Bahkan, pada zaman itu sempat diberlakukan undang-undang kapitulasi, yang membebaskan warga AS dari segala bentuk tuntutan hukum selama berada dalam wilayah Iran.

AS baru menghadapi kendala serius dalam mengendalikan Iran pada awal dekade 60-an. Pada saat itu, Imam Khomeini di awal dekade 1960 untuk pertama kalinya mendeklarasikan penentangannya terhadap Rezim Shah Pahlavi dan menuntut kemerdekaan bangsa Iran dari belenggu negara-negara imperialis. Imam Khomeini menyerukan kepada rakyat Iran agar menolak segala bentuk kezaliman dan kesewenang-wenangan. Bangsa Iran pun menyambut seruan ini dan pada bulan Juni 1963 mereka bangkit menyerukan penggulingan rezim monarkhi. Dalam menghadapi demonstrasi ini, rezim Shah melakukan tindakan yang sangat represif. Para pejuang dibantai dan para ulama diasingkan. Imam Khomeini sebagai pemimpin pergerakan rakyat Iran juga diasingkan ke luar negeri.

Kegagalan kebangkitan tahun1963 tak menghentikan semangat bangsa Iran untuk melanjutkan perlawanan terhadap kezaliman. Meskipun Imam Khomeini berada di pengasingan, beliau tak henti-henti menyeru rakyat agar tak menyerah di hadapan segala bentuk despotisme. Pidato-pidato Imam Khomeini di luar negeri direkam dan dikirim secara sembunyi-sembunyi ke Iran lalu disebarluaskan kepada masyarakat. Akhirnya, pada tahun 1978, bangsa Iran kembali bangkit dan turun ke jalan-jalan untuk menyerukan penggulingan rezim kerajaan yang selama ini selalu mengkhianati mereka. Slogan utama yang disuarakan bangsa Iran dalam demonstrasi-demonstrasi itu adalah kemenangan revolusi, independensi, kemerdekaan, dan Republik Islam. Kemerdekaan yang dituntut bangsa Iran dapat disetarakan dengan bentuk penolakan total terhadap kezaliman dan hegemoni.

Akhirnya, pada awal tahun 1979, revolusi Islam meraih kemenangannya dan Republik Islam pun berdiri. Selanjutnya, Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusi Islam tidak pernah berhenti mengingatkan rakyat Iran dan bangsa-bangsa di dunia, bahwa sumber kesengsaraan kaum tertindas adalah imperialisme dan hegemoni negara-negara asing, khususnya AS. Untuk itu, bangsa Iran dan semua bangsa di dunia harus mewaspadai segala langkah AS yang memang selalu ingin menguasai negara-negara berkembang demi kepentingannya sendiri. Ideologi politik Imam Khomeini merupakan pondasi dasar sistem Republik Islam Iran. Oleh karenanya, Republik Islam yang tercermin dalam pemikiran politik Imam Khomeini menjadi sebuah simbol perlawanan terhadap kezaliman dan arogansi di dunia.

Perlawanan terhadap kezaliman yang dilakukan Republik Islam Iran menembus batasan geografi dan meliputi seluruh penjuru dunia. Deklarasi revolusi Islam dapat dipahami sebagai landasan yang menyuarakan persatuan kaum tertindas di dunia secara umum dan di dunia Islam secara khusus. Iran selalu menyerukan agar dunia diatur secara adil dan negara-negara adidaya tidak berhak memaksakan kepentingannya kepada negara-negara lain di dunia.

Iran juga tidak pernah henti mengecam tindakan penjajahan dan brutalitas Rezim Zionis di kawasan Palestina pendudukan. Selain mengecam, Iran juga melakukan langkah nyata untuk membantu bangsa Palestina, dengan mengirimkan bantuan dana sebesar ratusan milyar dollar. Iran juga membantu negara tetangganya Irak, yang porak-poranda akibat serangan AS, dengan mengirimkan bahan makanan dan membantu proses rekonstruksi di sana.

Segala langkah Iran dalam menentang imperialisme Barat, khususnya AS, telah menimbulkan kemarahan negara-negara imperialis itu. Mereka pun tak henti-hentinya melancarkan berbagai konspirasi dalam menekan Iran. Bahkan, ketika gagal dalam usaha menguasai Irak, mendominasi Lebanon, atau menekan kelompok pejuang Palestina, AS menuding Iran mengintervensi urusan negara-negara lain. Dengan makar ini, mereka berharap dapat mengandaskan kredibilitas Iran di mata dunia. AS dan sekutu-sekutunya juga berusaha menyeret konflik di Irak kepada konflik regional. Mereka berusaha mengadu-domba negara-negara di sekitar Irak, terutama Iran. Namun sejarah telah menunjukkan hakikat revolusi Islam Iran kepada negara-negara tetangga Iran, sehingga mereka tidak terjebak dalam usaha pemecahbelahan itu. Di sisi lain, bangsa Iran pun tetap berupaya keras mempertahankan nilai-nilai revolusi Islam meski hal ini harus dibayar mahal.

Menjelang memperingati Hari Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-28, Iran masih terus melangkah maju tanpa rasa gentar sedikit pun, meski negara ini harus dihadapkan dengan berbagai tekanan yang luar biasa dan terus-menerus dari pelbagai pihak. Namun tak diragukan lagi, Iran yang sudah memasuki tiga dekade sejak menangnya revolusi negara ini kini tampil sebagai negara tangguh yang mampu mengkandaskan segala makar dan ancaman pihak asing. 

 

 

 

[ Index Perspektif ]   [ Home ]