Perspektif    

   Februari 2007

[ Index Politik ] [[ Home ]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 Bahman, Hari Kemenangan

Tanggal 11 Februari tahun 1979, atau dalam penanggalan Iran tanggal 22 Bahman 1357, cahaya benderang menerangi ufuk Iran dan menebar aroma kehidupan baru. Degup jantung terasa berdetak kencang sementara air mata kegembiraan mengalir dengan deras. Di seluruh pelosok negeri rakyat Iran melantunkan senandung kemenangan. Gerakan massa yang dipimpin Imam Khomeini berhasil menumbangkan kekuasaan Rezim Syah Pahlevi. Kemenangan itu sekaligus membuktikan kekuataan massa tanpa senjata melawan rezim yang terkuat di Timur Tengah kala itu. Kemenangan revolusi Islam membuka lembaran baru bagi negara ini.

Hari itu telah berlalu 28 tahun lamanya. Berbagai peristiwa penting tentunya telah mewarnai revolusi ini. Banyak yang ingin mengetahui, posisi Republik Islam Iran di dunia saat ini. Salah satu hal yang dicita-cita oleh Pemimpin dan para pejuang revolusi Islam Iran adalah kebebasan negara ini dari cengkeraman dan campur tangan asing. Revolusi juga mencita-citakan martabat dan kehormatan bagi bangsa Iran. Saat bergerak melawan rezim Syah Pahlevi, warga muslim Iran meneriakkan slogan kemerdekaan dan kebebasan. Di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, bangsa Iran bergerak untuk mewujudkan kebebasan yang sebenarnya bagi negara ini.

Republik Islam yang terbentuk berkat kemenangan revolusi Islam, adalah sistem pemerintahan baru yang dikenalkan bangsa Iran kepada dunia. Sistem bernegara Republik Islam menjadikan agama Islam sebagai pilar utama bagi membangun struktur politik, sosial dan budaya. Republik Islam memberikan perhatian besar kepada pembentukan spiritual dan nilai-nilai insaniah, dan inilah yang membedakan Republik Islam dari sistem-sistem pemerintahan lainnya.

Negara-negara imperialis semisal AS, memandang keberadaan Republik Islam Iran selama 28 tahun sebagai sebuah masalah besar. Sebab, imperialisme selalu identik dengan penjarahan, pelecehan dan penistaan hak bangsa-bangsa lain. Sementara Iran dengan revolusinya telah melepas diri dari pengaruh dan banyang-bayang kekuatan Timur dan Barat. Pengalaman Iran ini mau tak mau, cepat atau lambat akan berpengaruh bagi bangsa-bangsa lain. Saat ini, Republik Islam Iran berhasil mengukir prestasi gemilang di banyak bidang. Iran memiliki posisi penting di pentas politik, ekonomi, kebudayaan dan sains. Saat ini, ketika Timur Tengah diguncang oleh berbagai krisis yang saling terkait, kondisi Iran tetap stabil.

Transformasi yang terjadi di Iran tahun 1979 berdampak luas di banyak negara dunia. Kemenangan revolusi Islam Iran melahirkan semangat yang lebih besar bagi pergerakan Islam. Banyak yang meyakini bahwa berkembangnya gerakan Islam dan gerakan kemerdekaan secara umum di berbagai belahan dunia dalam beberapa dekade terakhir diilhami oleh pemikiran Imam Khomeini.

Revolusi Islam mengenalkan agama sebagai motor penggerak bagi kemajuan. Lebih spesifik dari itu, Islam dikenalkan sebagai agama kemerdekaan dan anti kezaliman. Revolusi Islam menghidupkan nilai-nilai spiritual dan moral di zaman kegelapan ini. Berkat revolusi ini pula, masyarakat dunia tergugah dari keterlenaan dan mulai mengenal wajah imperialis AS yang sebenarnya.

Dari sisi lain, lahirnya revolusi Islam dapat dinilai sebagai reaksi alamiah terhadap kebobrokan kondisi sosial dan maraknya kemungkaran di dunia. Nilai-nilai suci yang dibawa oleh revolusi Islam di Iran menghidupkan kembali jiwa peradaban Islam dan Iran yang sesungguhnya, dengan menggeser budaya asing yang coba ditanamkan di negeri ini. Revolusi melangkah ke arah perbaikan sosial secara menyeluruh. Rahbar atau pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Al Udzma Khamenei dalam hal ini mengatakan, “Di hari-hari pertama setelah kemenangan revolusi Islam, perilaku sosial masyarakat dengan cepat mengalami perubahan yang mendasar. Pengorbanan, kesederhanaan, persaudaraan dan kecenderungan kepada agama meningkat, sementara pemborosan dan keserakahan menurun tajam. Perubahan ini terjadi berkat budaya Islam.”

Masyarakat dunia mengakui bahwa bangsa Iran telah menjadukan perjuangan untuk membela kemerdekaan dan gerakan menegakkan keadilan sebagai sebuah nilai suci yang tidak bisa digeser. Semangat inilah yang memberikan kekuatan besar kepada bangsa ini dalam menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan termasuk perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim Baath Irak. Saat ini bangsa Iran telah merasakan buah dari kerja keras dan pengorbanan tersebut. Generasi muda yang lahir dari dalam revolusi telah berkembang dan berhasil menempati posisi penting di Iran. Mereka telah menunjukkan kemampuan dalam membawa revolusi ke arah kemajuan dan membentenginya dari serangan bahaya.

Di bawah naungan revolusi Islam, Iran hari ini telah mengukir prestasi gemilang di banyak bidang. Perkembangan keilmuan, diplomasi internasional, pembangunan infra struktur, teknologi modern, dan berbagai hal lain telah dicapai Iran berkat kerja keras. Ayatollah Al Udzma Khamenei mengatakan, “Hari ini Iran tidak bisa dibandingkan dengan kondisi di zaman rezim Syah. Dari sisi materi, Iran telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan yang dicapai juga lebih besar. Kondisi spiritual dan akhlak, bangsa Iran telah menggapai tingkatan tertinggi.”

Para pengamat politik meyakini bahwa revolusi Islam telah melewati masa-masa sulitnya. Dengan semangat dan tekad yang bulat, revolusi terus bergerak dan mantap. Tidak ada rintangan apapun yang dapat menghalangi langkah maju revolusi ini menuju cita-cita luhurnya. Resistensi dalam mempertahankan hak mengembangkan teknologi nuklir sipil membuat Iran dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain, meski untuk itu negara ini harus menghadapi tekanan dan sanksi dari pihak lain.

Wartawan Liberation mengatakan, “Gerakan di Iran memiliki logika yang khusus. Saya merasa bahwa gerakan di Iran yang terus berhadapan dengan tantangan dan rintangan ini mengikuti sebuah irama khusus yang mirip dengan irama orang yang bergerak ke arah tujuan jelas dan penuh kerja keras. Bangsa Iran bergerak bersama layaknya sebuah badan yang bergerak seirama. Mereka adalah orang-orang pekerja keras yang tidak mengenal lelah.”

Inilah revolusi Islam yang melahirkan harapan bagi kemenangan Islam. Bangsa Iran memperingati kemenangan revolusi ini dengan menggelar pawai akbar untuk membuktikan kepada dunia bahwa gerakan revolusi tetap hidup dan semakin menggelora. Revolusi Islam Iran terus melangkah untuk mewujudkan cita-cita luhurnya.

 

 

 

[ Index Perspektif ]   [ Home ]