|
22 Bahman, Hari Kemenangan
Tanggal 11 Februari
tahun 1979, atau dalam penanggalan Iran tanggal 22 Bahman 1357, cahaya
benderang menerangi ufuk Iran dan menebar aroma kehidupan baru. Degup
jantung terasa berdetak kencang sementara air mata kegembiraan mengalir
dengan deras. Di seluruh pelosok negeri rakyat Iran melantunkan
senandung kemenangan. Gerakan massa yang dipimpin Imam Khomeini berhasil
menumbangkan kekuasaan Rezim Syah Pahlevi. Kemenangan itu sekaligus
membuktikan kekuataan massa tanpa senjata melawan rezim yang terkuat di
Timur Tengah kala itu. Kemenangan revolusi Islam membuka lembaran baru
bagi negara ini.
Hari itu telah berlalu
28 tahun lamanya. Berbagai peristiwa penting tentunya telah mewarnai
revolusi ini. Banyak yang ingin mengetahui, posisi Republik Islam Iran
di dunia saat ini. Salah satu hal yang dicita-cita oleh Pemimpin dan
para pejuang revolusi Islam Iran adalah kebebasan negara ini dari
cengkeraman dan campur tangan asing. Revolusi juga mencita-citakan
martabat dan kehormatan bagi bangsa Iran. Saat bergerak melawan rezim
Syah Pahlevi, warga muslim Iran meneriakkan slogan kemerdekaan dan
kebebasan. Di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, bangsa Iran bergerak
untuk mewujudkan kebebasan yang sebenarnya bagi negara ini.
Republik Islam yang
terbentuk berkat kemenangan revolusi Islam, adalah sistem pemerintahan
baru yang dikenalkan bangsa Iran kepada dunia. Sistem bernegara Republik
Islam menjadikan agama Islam sebagai pilar utama bagi membangun struktur
politik, sosial dan budaya. Republik Islam memberikan perhatian besar
kepada pembentukan spiritual dan nilai-nilai insaniah, dan inilah yang
membedakan Republik Islam dari sistem-sistem pemerintahan lainnya.
Negara-negara
imperialis semisal AS, memandang keberadaan Republik Islam Iran selama
28 tahun sebagai sebuah masalah besar. Sebab, imperialisme selalu
identik dengan penjarahan, pelecehan dan penistaan hak bangsa-bangsa
lain. Sementara Iran dengan revolusinya telah melepas diri dari pengaruh
dan banyang-bayang kekuatan Timur dan Barat. Pengalaman Iran ini mau tak
mau, cepat atau lambat akan berpengaruh bagi bangsa-bangsa lain. Saat
ini, Republik Islam Iran berhasil mengukir prestasi gemilang di banyak
bidang. Iran memiliki posisi penting di pentas politik, ekonomi,
kebudayaan dan sains. Saat ini, ketika Timur Tengah diguncang oleh
berbagai krisis yang saling terkait, kondisi Iran tetap stabil.
Transformasi yang
terjadi di Iran tahun 1979 berdampak luas di banyak negara dunia.
Kemenangan revolusi Islam Iran melahirkan semangat yang lebih besar bagi
pergerakan Islam. Banyak yang meyakini bahwa berkembangnya gerakan Islam
dan gerakan kemerdekaan secara umum di berbagai belahan dunia dalam
beberapa dekade terakhir diilhami oleh pemikiran Imam Khomeini.
Revolusi Islam
mengenalkan agama sebagai motor penggerak bagi kemajuan. Lebih spesifik
dari itu, Islam dikenalkan sebagai agama kemerdekaan dan anti kezaliman.
Revolusi Islam menghidupkan nilai-nilai spiritual dan moral di zaman
kegelapan ini. Berkat revolusi ini pula, masyarakat dunia tergugah dari
keterlenaan dan mulai mengenal wajah imperialis AS yang sebenarnya.
Dari sisi lain,
lahirnya revolusi Islam dapat dinilai sebagai reaksi alamiah terhadap
kebobrokan kondisi sosial dan maraknya kemungkaran di dunia. Nilai-nilai
suci yang dibawa oleh revolusi Islam di Iran menghidupkan kembali jiwa
peradaban Islam dan Iran yang sesungguhnya, dengan menggeser budaya
asing yang coba ditanamkan di negeri ini. Revolusi melangkah ke arah
perbaikan sosial secara menyeluruh. Rahbar atau pemimpin Tertinggi
Revolusi Islam, Ayatollah Al Udzma Khamenei dalam hal ini mengatakan,
“Di hari-hari pertama setelah kemenangan revolusi Islam, perilaku sosial
masyarakat dengan cepat mengalami perubahan yang mendasar. Pengorbanan,
kesederhanaan, persaudaraan dan kecenderungan kepada agama meningkat,
sementara pemborosan dan keserakahan menurun tajam. Perubahan ini
terjadi berkat budaya Islam.”
Masyarakat dunia
mengakui bahwa bangsa Iran telah menjadukan perjuangan untuk membela
kemerdekaan dan gerakan menegakkan keadilan sebagai sebuah nilai suci
yang tidak bisa digeser. Semangat inilah yang memberikan kekuatan besar
kepada bangsa ini dalam menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan
termasuk perang delapan tahun yang dipaksakan oleh rezim Baath Irak.
Saat ini bangsa Iran telah merasakan buah dari kerja keras dan
pengorbanan tersebut. Generasi muda yang lahir dari dalam revolusi telah
berkembang dan berhasil menempati posisi penting di Iran. Mereka telah
menunjukkan kemampuan dalam membawa revolusi ke arah kemajuan dan
membentenginya dari serangan bahaya.
Di bawah naungan
revolusi Islam, Iran hari ini telah mengukir prestasi gemilang di banyak
bidang. Perkembangan keilmuan, diplomasi internasional, pembangunan
infra struktur, teknologi modern, dan berbagai hal lain telah dicapai
Iran berkat kerja keras. Ayatollah Al Udzma Khamenei mengatakan, “Hari
ini Iran tidak bisa dibandingkan dengan kondisi di zaman rezim Syah.
Dari sisi materi, Iran telah mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Perkembangan yang dicapai juga lebih besar. Kondisi spiritual dan akhlak,
bangsa Iran telah menggapai tingkatan tertinggi.”
Para pengamat politik
meyakini bahwa revolusi Islam telah melewati masa-masa sulitnya. Dengan
semangat dan tekad yang bulat, revolusi terus bergerak dan mantap. Tidak
ada rintangan apapun yang dapat menghalangi langkah maju revolusi ini
menuju cita-cita luhurnya. Resistensi dalam mempertahankan hak
mengembangkan teknologi nuklir sipil membuat Iran dihormati dan disegani
oleh bangsa-bangsa lain, meski untuk itu negara ini harus menghadapi
tekanan dan sanksi dari pihak lain.
Wartawan Liberation
mengatakan, “Gerakan di Iran memiliki logika yang khusus. Saya merasa
bahwa gerakan di Iran yang terus berhadapan dengan tantangan dan
rintangan ini mengikuti sebuah irama khusus yang mirip dengan irama
orang yang bergerak ke arah tujuan jelas dan penuh kerja keras. Bangsa
Iran bergerak bersama layaknya sebuah badan yang bergerak seirama.
Mereka adalah orang-orang pekerja keras yang tidak mengenal lelah.”
Inilah revolusi Islam
yang melahirkan harapan bagi kemenangan Islam. Bangsa Iran memperingati
kemenangan revolusi ini dengan menggelar pawai akbar untuk membuktikan
kepada dunia bahwa gerakan revolusi tetap hidup dan semakin menggelora.
Revolusi Islam Iran terus melangkah untuk mewujudkan cita-cita luhurnya.
|