|
SEJARAH
SINGKAT RADIO MELAYU
Awalnya adalah kegelisahan atas
fenomena yang menguasai dunia. Di satu sisi, globalisasi, termasuk di
antaranya globalisasi informasi, adalah sebuah kemestian dari
perjalanan peradaban ummat manusia di ambang millenium ketiga. Di sisi
lain, Barat tak pernah menyembunyikan ambisi mereka untuk menggunakan
media massa sebagai sarana untuk mendiktekan kemauan mereka. Barat tak
pernah segan mendistorsi fakta, menyampaikan pemberitaan yang
tendensius berkaitan dengan dunia Islam, bahkan melakukan berbagai
konspirasi untuk menguasai dunia melalui media massa. Dengan dana dan
fasilitas yang ada di tangan, Barat merasa bahwa segala impian mereka
bisa menjadi kenyataan.
Inilah landasan utama pembentukan
radio kami: kami ingin menampilkan sebuah media pemberitaan yang
religius, independen, dan progresif. Kami ingin melakukan “perlawanan”
–meskipun mungkin kecil—di tengah hiruk-pikuk propaganda media Barat.
Karenanya, sejak awal tahun 90-an ,
kami mulai mencoba merintis operasionalisasi media Radio gelombang
pendek (SW).
Akhirnya, setelah melalui berbagai
hambatan yang cukup berat, Radio Melayu Suara Republik Islam Iran bisa
memulai siarannya yang pertama pada tanggal 4 Maret 1995, bertepatan
dengan tanggal 2 Syawal 1415 Hijriyyah. Dikarenakan banyak hal, selama
hampir tiga tahun, Radio Melayu hanya bisa mengudara selama setengah
jam tiap harinya. Kemudian, pada tanggal 31 Januari 1998 (2 Syawal
1418 H.), waktu siaran kami bertambah menjadi satu jam. Sejak awal,
siaran langsung Radio Melayu bisa ditangkap oleh pendengar mulai pukul
19.30 WIB.
Karena besarnya minat pendengar,
siaran malam kami diulang pada pagi harinya hingga siaran (ulangan)
kami bisa juga didengar pada pukul 5.30 WIB. Kini, sejak tanggal 31
Mei 2003 (29 Rabiul Awwal 1424 H.) kami mulai mencoba menambah jam
siaran kami menjadi dua jam. Pendengar bisa mendengar siaran langsung
(bukan lagi siaran ulangan) kami pada pagi hari, yaitu pukul 5.30 WIB.
Secara umum, siaran kami terbagi
menjadi dua: berita dan perspektif. Acara berita kami kemas dalam
berbagai bentuk: warta berita, laporan reporter, analisis atas
berita-berita terhangat yang kami sajikan melalui acara lintas warta,
dan sorotan pers. Adapun melalui acara-acara perspektif, kami
ketengahkan berbagai artikel yang berkaitan dengan masalah-masalah
agama, politik, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Di sela-sela
itu, kami juga secara rutin melakukan wawancara dengan para tokoh dan
pengamat berbagai bidang menyangkut isu-isu terhangat.
Akhirnya, hanya kepada Allah kami
berharap semoga langkah kami ini bisa memberikan kontribusi bagi
kebangkitan dan kejayaan Islam. Amin.
|