Perspektif    

   Februari 2007

[ Index Perspektif  ] [[ Home ]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seminar Buku Internasional di Iran

Sejak dahulu buku diyakini sebagai salah satu bekal keilmuan dan pemikiran umat sepanjang sejarah. Buku adalah sarana yang dipergunakan manusia untuk mengabadikan warisan budaya berbagai bangsa. Saat untuk pertama kali memanggil utusan terakhirnya di gua Hira, Allah menyapanya dengan kata-kata iqra’ yang berarti bacalah. Kata itu mengisyaratkan perhatian besar yang diberikan agama ilahi ini kepada masalah baca tulis.

Allah swt juga berfirman:

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Yang mengajarkan dengan perantara pena

Ayat yang turun pertama kali ini kepada Nabi Muhammad SAW ini semakin menambah pentingnya peran baca tulis dalam penyebaran pengetahuan. Banyak pemikir dan cendekiawan yang meyakini bahwa pena, buku dan penulisan memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan sebuah masyarakat sama sama dengan perannya dalam menciptakan kepribadian setiap manusia.

Allah swt pernah bersumpah dengan nama pena dan apa yang ditulis dengannya. Allah juga menyebut bayan atau penjelasan sebagai jalan pengajaran. Karena itu, ilmu yang merupakan hasil dari karya penulisan adalah kenikmatan besar yang dianugerahkan Allah swt kepada umat manusia.

Bila kita telusuri sejarah bangsa Iran, akan kita dapati bahwa sejak dahulu kala bangsa ini telah akrab dengan seni, keilmuan, sastera, akhlak dan keagamaan. Mereka memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai cabang ilmu. Untuk mengabadikan karya-karya dan hasil pengembangan ilmu tersebut, mereka memanfaatkan pena dan penulisan. Karena itu, dapat dikatakan bangsa Iran telah mengenal baca tulis sejak lama.

Di tengah bangsa Iran saat ini, nampak sekali generasi muda yang energik dan giat dalam mengembangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Sejak kemenangan revolusi Islam, setiap tahunnya, Iran menyelenggarakan acara khusus untuk menghargai usaha dan jerih payah para penulis. Dalam acara tersebut tim juri akan memilih buku terbaik untuk tahun itu. Tahun ini acara tersebut digelar pada peringatan kemenangan revolusi Islam Iran di Tehran.

Sekretaris Panitia Penyelenggaran mengenai pelaksanaan acara tersebut menjelaskan bahwa semua buku yang terbit tahun lalu telah dipelajari dengan baik. Dari ribuan buku yang ada sebanyak 1371 buku masuk ke tahap akhir seleksi. Buku-buku tersebut adalah karya-karya yang ditulis dalam berbagai cabang dan kategori seperti filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, seni, sastera, sejarah, geografi, anak-anak dan lainnya.

Menurut data, jumlah buku terbitan tahun lalu yang masuk seleksi panitia mengalami peningkatan kuantitas. Buku dengan judul “Kamus Bahas Persia untuk Istilah Kedokteran”, “Keunggulan Ibn Rushd dalam Filsafat Mashsha”, “Epistimologi Sosial”, “Filsafat Perhitungan”, dan “Gambar Sejarah Kedokteran Dunia” adalah contoh judul-judul buku yang dinobatkan sebagai buku terbaik dalam bidangnya.

Tahun ini, seiring dengan diselenggarakan acara seleksi buku terbaik yang ke 24, digelar pula acara Pemberitan Hadiah Buku Internasional yang ke-14. Setiap tahunnya, hadiah ini diberikan untuk buku yang terbit di luar Iran dengan tema keislaman atau tentang Iran. Pada bagian ini, 132 buku masuk nominasi akhir. Dari jumlah tersebut sebanyak 84 buku membahas tentang keislaman dan 48 berkenaan dengan Iran. Buku-buku tersebut ditulis dalam berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Tajik, Cina, Urdu, Jepang, Rusia, Turki, dan Thai.

Buku dengan judul “Dasar dan Pengembangan Hukum dalam Islam” karya Weal B Hallaq”, “Sejarah Seni Keislaman” karya Oleg Grabar, “Pandangan Politik Ayatollah Morteza Motahhari” karya Mahmood T. Davari diumumkan sebagai buku pilihan. Selain itu kerkenaan dengan tahun yang diberi nama Tahun Rasulullah SAW ini, panitia memberikan penghargaan kepada buku-buku yang ditulis tentang keislaman.

Berkenaan dengan masalah Iran, buku karya Arslanova Alsu Ajratovna tentang Daftar Naskah Tulisan Tangan Persia di Perpustakaan Universitas Qazan, “Musik Iran” karya During Jean, “Teluk Persia, Atlantik, Peta kuno dan Bersejarah” tulisan Sahab Mohammad Reza dan “Terjemah Divan Mastnavi dalam Bahasan Uzbek” dinobatkan sebagai buku-buku pilihan.

Professor Hamid Algar dari Universitas Berkeley California oleh panitia ditetapkan sebagai peneliti terpilih di bidang keislaman. Algar telah bertahun-tahun mengajar bahasa Persia dan Filsafat Islam. Selain itu ia juga telah menerjemahkan banyak karya Imam Khomeini ke dalam bahasa Inggris.

Untuk bidang Iranologi, Professor Eva Miyash, berhasil mengungguli semua nominator. Nyonya Eva  Miyash banyak melakukan penelitian bahasa, sejarah dan transformasi di Iran.

Di bidang Sejarah Kenabian, Allamah Sayid Ja’far Morteza Amili ditetapkan sebagai penulis karya terbaik. Ulama asal Lebanon ini memiliki peran besar dalam mendirikan pusat pendidikan Islam hauzah Imam Ali bin Abi Thalib di Lebanon.

  

 

 

[ Index Perspektif ]   [ Home ]