|
Seminar Buku Internasional di Iran
Sejak dahulu buku
diyakini sebagai salah satu bekal keilmuan dan pemikiran umat sepanjang
sejarah. Buku adalah sarana yang dipergunakan manusia untuk mengabadikan
warisan budaya berbagai bangsa. Saat untuk pertama kali memanggil utusan
terakhirnya di gua Hira, Allah menyapanya dengan kata-kata iqra’
yang berarti bacalah. Kata itu mengisyaratkan perhatian besar yang
diberikan agama ilahi ini kepada masalah baca tulis.
Allah swt juga
berfirman:
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Yang
mengajarkan dengan perantara pena
Ayat yang turun pertama
kali ini kepada Nabi Muhammad SAW ini semakin menambah pentingnya peran
baca tulis dalam penyebaran pengetahuan. Banyak pemikir dan cendekiawan
yang meyakini bahwa pena, buku dan penulisan memiliki peran besar dalam
menciptakan perubahan sebuah masyarakat sama sama dengan perannya dalam
menciptakan kepribadian setiap manusia.
Allah swt pernah
bersumpah dengan nama pena dan apa yang ditulis dengannya. Allah juga
menyebut bayan atau penjelasan sebagai jalan pengajaran. Karena itu,
ilmu yang merupakan hasil dari karya penulisan adalah kenikmatan besar
yang dianugerahkan Allah swt kepada umat manusia.
Bila kita telusuri
sejarah bangsa Iran, akan kita dapati bahwa sejak dahulu kala bangsa ini
telah akrab dengan seni, keilmuan, sastera, akhlak dan keagamaan. Mereka
memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai cabang ilmu. Untuk
mengabadikan karya-karya dan hasil pengembangan ilmu tersebut, mereka
memanfaatkan pena dan penulisan. Karena itu, dapat dikatakan bangsa Iran
telah mengenal baca tulis sejak lama.
Di tengah bangsa Iran
saat ini, nampak sekali generasi muda yang energik dan giat dalam
mengembangkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. Sejak kemenangan
revolusi Islam, setiap tahunnya, Iran menyelenggarakan acara khusus
untuk menghargai usaha dan jerih payah para penulis. Dalam acara
tersebut tim juri akan memilih buku terbaik untuk tahun itu. Tahun ini
acara tersebut digelar pada peringatan kemenangan revolusi Islam Iran di
Tehran.
Sekretaris Panitia
Penyelenggaran mengenai pelaksanaan acara tersebut menjelaskan bahwa
semua buku yang terbit tahun lalu telah dipelajari dengan baik. Dari
ribuan buku yang ada sebanyak 1371 buku masuk ke tahap akhir seleksi.
Buku-buku tersebut adalah karya-karya yang ditulis dalam berbagai cabang
dan kategori seperti filsafat, agama, ilmu sosial, bahasa, seni, sastera,
sejarah, geografi, anak-anak dan lainnya.
Menurut data, jumlah
buku terbitan tahun lalu yang masuk seleksi panitia mengalami
peningkatan kuantitas. Buku dengan judul “Kamus Bahas Persia untuk
Istilah Kedokteran”, “Keunggulan Ibn Rushd dalam Filsafat Mashsha”,
“Epistimologi Sosial”, “Filsafat Perhitungan”, dan “Gambar Sejarah
Kedokteran Dunia” adalah contoh judul-judul buku yang dinobatkan sebagai
buku terbaik dalam bidangnya.
Tahun ini, seiring
dengan diselenggarakan acara seleksi buku terbaik yang ke 24, digelar
pula acara Pemberitan Hadiah Buku Internasional yang ke-14. Setiap
tahunnya, hadiah ini diberikan untuk buku yang terbit di luar Iran
dengan tema keislaman atau tentang Iran. Pada bagian ini, 132 buku masuk
nominasi akhir. Dari jumlah tersebut sebanyak 84 buku membahas tentang
keislaman dan 48 berkenaan dengan Iran. Buku-buku tersebut ditulis dalam
berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Tajik,
Cina, Urdu, Jepang, Rusia, Turki, dan Thai.
Buku dengan judul
“Dasar dan Pengembangan Hukum dalam Islam” karya Weal B Hallaq”,
“Sejarah Seni Keislaman” karya Oleg Grabar, “Pandangan Politik Ayatollah
Morteza Motahhari” karya Mahmood T. Davari diumumkan sebagai buku
pilihan. Selain itu kerkenaan dengan tahun yang diberi nama Tahun
Rasulullah SAW ini, panitia memberikan penghargaan kepada buku-buku yang
ditulis tentang keislaman.
Berkenaan dengan
masalah Iran, buku karya Arslanova Alsu Ajratovna tentang Daftar Naskah
Tulisan Tangan Persia di Perpustakaan Universitas Qazan, “Musik Iran”
karya During Jean, “Teluk Persia, Atlantik, Peta kuno dan Bersejarah”
tulisan Sahab Mohammad Reza dan “Terjemah Divan Mastnavi dalam Bahasan
Uzbek” dinobatkan sebagai buku-buku pilihan.
Professor Hamid Algar
dari Universitas Berkeley California oleh panitia ditetapkan sebagai
peneliti terpilih di bidang keislaman. Algar telah bertahun-tahun
mengajar bahasa Persia dan Filsafat Islam. Selain itu ia juga telah
menerjemahkan banyak karya Imam Khomeini ke dalam bahasa Inggris.
Untuk bidang Iranologi,
Professor Eva Miyash, berhasil mengungguli semua nominator. Nyonya Eva
Miyash banyak melakukan penelitian bahasa, sejarah dan transformasi di
Iran.
Di bidang Sejarah
Kenabian, Allamah Sayid Ja’far Morteza Amili ditetapkan sebagai penulis
karya terbaik. Ulama asal Lebanon ini memiliki peran besar dalam
mendirikan pusat pendidikan Islam hauzah Imam Ali bin Abi Thalib di
Lebanon.
|