|
Perkembangan Iptek
Iran Pasca Revolusi
Kemenangan Revolusi Islam
telah mengubah banyak hal di Iran. Tentu saja yang paling mencolok
adalah perubahan besar di bidang politik, yaitu dengan terbentuknya
sistem pemerintahan baru bernama Republik Islam Iran. Dengan
berlandaskan kepada sistem politik yang baru dan independen ini, Iran
kemudian melakukan lompatan besar di bidang-bidang lainnya, termasuk di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam jangka waktu hampir
tiga dekade ini, Iran termasuk di antara negara yang paling sering
mendapatkan tekanan dari negara-negara Barat, khususnya AS. Selain
dipaksa berperang selama delapan tahun melawan rezim diktator Saddam,
perekomian Iran juga diembargo. Akan tetapi, tekanan dan embargo
bukannya membuat Iran menyerah, melainkan malah membuat bangsa ini lebih
mandiri di segala bidang. Kemandirian ini pulalah yang menjadi landasan
kemajuan pesat Iran dalam meniti masa depan bangsa.
Kemajuan pesat berhasil
ditoreh bangsa Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di antara
kemajuan pesat yang berhasil diraih bangsa Iran adalah kemampuan para
ilmuwan negara ini dalam memproduksi bahan bakar nuklir untuk skala
industri. Sebelum ini, Iran juga berhasil membiakkan sel inti yang
sangat berharga bagi dunia kedokteran. Jumlah negara di dunia yang mampu
meraih teknologi ini hingga sekarang tidak lebih dari sepuluh negara.
Kemudian, baru-baru ini, bertepatan dengan perayaan hari-hari kemenangan
Revolusi Islam Iran, para ilmuwan Iran mengumumkan keberhasilannya
memproduksi
obat antiretrovirus yang berfungsi mengobati infeksi yang
ditimbulkan retrovirus HIV/AIDS. Ini adalah lompatan besar di bidang
pengobatan penyakit AIDS yang sangat mematikan itu.
Seperti
diketahui, independensi dan kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung
kepada keberhasilannya dalam meraih kemajuan di bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi modern. Selama Iran diperintah oleh penguasa yang
diktatoris serta sangat bergantung kepada Barat dalam segala hal, bisa
dikatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan di Iran mengalami stagnasi
yang sangat parah selama hampir dua abad. Untuk itulah setelah berhasil
meraih kemenangan dalam revolusi, bangsa Iran kemudian bertekad kuat
meraih keberhasilan lain di bidang ilmu pengetahuan demi menjamin masa
depan bangsa ini sekaligus mengejar berbagai ketertinggalan di bidang
ini.
Akan tetapi,
upaya seperti ini jelas ditentang oleh negara-negara kuat yang selama
ini sudah terbiasa menjadi penguasa dunia. Independensi negara-negara
dunia ketiga adalah hal yang tabu bagi mereka. Karenanya, tidaklah
mengherankan jika tekad kuat bangsa Iran untuk meraih keberhasilan di
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ini dicela oleh Barat. Berbagai
konspirasi dibangun untuk mengganjal langkah dan kemajuan Iran. Isu-isu
yang tidak otentik juga diembuskan Barat dengan tujuan menghalangi
keberhasilan bangsa Iran tersebut. Dalam contoh terbaru, proyek nuklir
sipil Iran dihalang-halangi dengan menggunakan isu bahwa proyek tersebut
hendak dibelokkan Iran menjadi proyek senjata nuklir. Padahal, tim
inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selalu mengatakan bahwa
tidak ada penyimpangan sedikitpun dari proyek nuklir Iran.
Selain dengan
tuduhan, Barat juga mencoba menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan bangsa
Iran dengan embargo ekonomi dan ancaman serangan militer. AS sendiri
sejak lama sudah menerapkan embargo tersebut. Washington juga mengancam
akan memberikan sanksi kepada negara manapun yang menanamkan investasi
di Iran dalam jumlah besar. Baru-baru ini, AS menekan DK PBB untuk
menjatuhkan sanksi secara terbatas, dan lahirlah Resolusi DK PBB Nomor
1737.
Akan tetapi,
meskipun didera banyak halangan, kemajuan Iran di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi sama sekali tidak bisa terbendung. Sanksi
ekonomi ternyata malah membuat bangsa Iran lebih mandiri. Yang lebih
banyak menderita kerugian dari penerapan sanksi inkonstitusional ini
justru negara-negara Barat, khususnya AS. Lebih jauh lagi, sebagian
besar negara dunia tidak mempedulikan sanksi dan ancaman tersebut.
Mereka tetap saja menjalin hubungan dagang dengan Iran. Dua perusahaan
minyak raksasa Eropa, yaitu Repsol dan Shell baru-baru ini tidak
menggubris tekanan AS agar membatalkan kontrak investasinya di ladang
minyak Golshan, Iran. Hal-hal seperti inilah yang membuat Iran semakin
membulatkan tekadnya dalam meraih keberhasilan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Prestasi para
pemuda Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga bisa dilihat
dari berbagai kemenangan yang selalu diraih para pelajar Iran dalam
olimpiade berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti olimpiade fisika,
matematika, kimia, dan lain-lain. Tiap event ini dilaksanakan, setiap
negara peserta pasti akan memperhitungkan para pelajar dan mahasiswa
Iran sebagai rival yang sangat sulit untuk dikalahkan.
Keberhasilan
yang diraih oleh para penemu dan peneliti muda Iran ini menunjukkan
keberhasilan sistem pendidikan di Republik Islam Iran. Adalah sangat
jelas bahwa pengetahuan, teknologi, dan kekuatan komunikasi, merupakan
kemampuan dasar yang harus dimiliki sebuah negara bila ingin maju.
Dengan memfokuskan perhatian pada pengembangan kemampuan para pemudanya,
Iran dalam beberapa tahun terakhir ini berhasil meraih posisi
membanggakan dalam kancah keilmuan dan teknologi internasional.
Kemajuan yang
dicapai Iran dalam bidang ilmu dan teknologi sebenarnya sejalan dengan
pandangan Islam yang sangat menekankan pentingnya ilmu dan pengetahuan.
Dalam pandangan Islam, iman dan ilmu bagaikan dua sayap yang harus
dimiliki manusia agar dapat terbang mencapai kesempurnaan dan
kebahagiaan hidup. Itulah sebabnya, meskipun terus-menerus mendapat
serangan dari luar, baik berupa embargo, propaganda negatif, dan
serangan budaya, bangsa Iran tetap teguh berusaha mengembangkan keilmuan
anak-anak bangsanya.
Perang dan
embargo yang dipaksakan terhadap Iran di masa awal berdirinya RII justru
menjadi rahmat terselubung bagi bangsa Iran, karena mereka harus
berusaha memenuhi sendiri kebutuhan mereka terhadap senjata, mesin, dan
barang-barang produksi lain. Hasilnya, rakyat Iran yang semula sangat
bergantung kepada negara asing, akhirnya mampu memproduksi sendiri
sebagian besar kebutuhan dalam negeri mereka. Keberhasilan dan
kecemerlangan para pemuda dan mahasiswa Iran dalam berbagai pameran
iptek dan olimpiade ilmiah, membuktikan tekad kuat bangsa Iran dalam
meraih kemajuan teknologi di masa depan. Dan tidak ada kekuatan manapun
yang akan mampu menghalangi tekad kuat bangsa Iran tersebut.
|