|
Rahasia Keabadian Imam Husein as
Kami ingin mengajak
Anda berbicara soal hakekat yang memberikan keindahan untuk makna
pengorbanan, kesabaran, ketangguhan dan patriotisme sepanjang masa.
Bukan berarti hal-hal tak memiliki keindahan sebelum ini, tetapi hakekat
yang ingin kami ungkapkan memberikan keindahan yang lain baginya.
Hakekat itu adalah Imam Husein as. Jika Anda ingin mengenal Imam Husein
as, ambillah pena dan tuliskan segala hal yang bersangkutan dengan
segala bentuk kebaikan, kesatriaan, keimanan dan tanggungjawab. Saat itu,
akan terjelma figur Al-Husain as yang penuh kesucian.
Jika Anda ingin
mengenal Imam Husein as, bayangkanlah segala kebaikan, keindahan, dan
patriotisme dalam sebuah wujud. Di saat itu, akan diketahui bahwa wujud
itu adalah Al-Husain as. Jika ingin mengetahui mengapa Al-Husain as
selalu dikenang oleh umat sepanjang masa, implementasikan apa yang
disebut keimanan, keberanian dan pengorbanan. Di saat itu, Al-Husain as
akan terjelma. Al-Husain as adalah mercusuar yang memberi petunjuk
kepada umat manusia dan bahtera penyelamat di tengah ombak laut yang
dahsyat.
Rahasia di balik
keabadian perjuangan Al-Husain as tercermin dalam pengorbanan atas
seluruh keluarganya di jalan Allah Swt. Sepanjang sejarah, adakah
seorang reformis atau pemimpin dunia yang bersedia mengorbankan putranya
yang berumur enam bulan untuk dibantai dan merelakan sanak familinya
ditawan demi memperjuangkan misi ilahiyah? Pernahkah Anda menemukan
manusia pilihan yang melangkah menuju kematian suci dengan menyatakan
bahwa dirinya melangkah penuh perhitungan dan tidak sembarangan demi
meluruskan kembali agama kakeknya, Rasulullah Saww? Dialah Al-Husein as.
Beliau as mengatakan, “Wahai manusia, jika kalian tidak beragama,
setidaknya jadilah orang-orang yang bebas.”
Ketika menjelaskan
keindahan pengorbanan di jalan Allah Swt, Al Husein as berkata, “Jika
agama Muhammmad Saww tak bisa tegak melainkan dengan kematianku, maka
wahai pedang-pedang, bantailah aku.” Ketika menghadapi manusia-manusia
yang lalai, Al-Husein as mengingatkan mereka dengan berseru, “Apakah
kalian tak menyaksikan kebenaran telah dilalaikan dan kebatilan tak
diperangi?”
Rahasia di balik
keabadian Al-Husein as terletak pada kepasrahan beliau yang sepenuhnya
kepada Allah Swt. Al Husein as berkata, “Siapapun yang percaya kepada
Allah Swt serta berkorban di jalan-Nya, Allah Swt akan melimpahkan
kemuliaan di dunia dan akherat kepadanya.” Jika melihat banyak orang
yang bersedih hati karena syahadah Al-Husein as, ketahuilah bahwa Al-Husein
as adalah manifestasi cinta suci yang dibantai di bulan Muharam. Jika
umat mengenang Al-Husein, cucu Rasululllah AS, ketahuilah bahwa
peringatan tersebut dilakukan karena Al-Husain as dibantai di padang
Karbala demi menegakkan nilai-nilai kemanusiaan supaya kebenaran,
pengorbanan, perjuangan dan kepercayaan kepada Allah Swt tak dilalaikan.
Kebangkitan Asyura
merupakan gerakan perjuangan yang menampakkan keindahan AlHusein as bila
ditinjau dari semua sisinya. Salah satu sisi peristiwa Asyura adalah
cermin keberanian Imam Husein as dalam menghadapi penguasa yang zalim.
Sisi lainnya adalah pengorbanan luar biasa yang beliau persembahkan. Al-Husain
juga mementaskan sisi yang tak kalah penting dari dua hal sebelumnya,
yakni kebesaran dan kemuliaan, meski harus gugur terbunuh. AlQur’an
sudah menjelaskan bahwa kemuliaan yang sebenarnya hanyalah milik Allah
swt, Rasul dan orang-orang mukmin.
Asyura juga membawa
pesan pembaruan dan reformasi, dan ini berarti Imam Husein adalah
reformis sejati yang memperjuangkan visi ilahinya hingga tetesan darah
terakhir. Gerakan Asyura ini benar-benar mencerminkan syahadah sebagai
kematian di jalan Allah dan jihad melawan kezaliman. Sisi lainnya yang
bisa ditanggap dari peristiwa ini adalah keimanan mutlak Imam Husein as
kepada Allah swt. Keimanan mutlak ini telah membentuk beliau menjadi
figur yang berani, pantang menyerah, mulia, reformis dan syahid abadi.
Saat ini di era modern,
berpegang tegung kepada semangat Asyura memberikan spirit besar kepada
manusia dan memberinya keberhasilan di dunia dan akherat, meski ia harus
dibantai dan gugur di bawah tajamnya pedang. Kita memetik pelajaran
kemerdekaan dan kebebasan dari gerakan Al-Husain as sehingga memiliki
cukup energi guna melawan para penguasa yang zalim. Imam Husein as
mencita-citakan berdirinya pemerintahan yang adil dan kebebasan bagi
orang-orang yang tertindas.
Hari ini, dengan
menjadikan Al-Husain as sebagai teladan kita mengajak diri sendiri dan
masyarakat untuk melepaskan diri dari belenggu kebodohan dan
ketertinggalan. Jika semua orang tertindas mengikuti jejak Al-Husain as
dengan memperbaiki diri dan masyarakatnya, tentu akan mampu merebut
hak-hak mereka dari tangan para durjana. Sudah saatnya para pengikut
semua agama samawi yang dipeluk oleh 70 persen penduduk bumi menjadikan
semangat kebebasan sebagai bekal guna menghadapi arogansi
kekuatan-kekuatan yang terkesan kuat tapi sebenarnya lemah.
Dalam perjuangannya, Al
Husain menghadapi rasa dahaga yang mencekik, sengatan terik matahari
yang membakar tubuh dan padang pasir yang sangat panas. Itu semua
dihadapi dengan tabah dalam rangka memberikan pesan kepada umat bahwa
kematian lebih baik daripada hidup bersama dengan kezaliman. Sangat
disayangkan, kaum mustadz’afin dan tertindas di dunia yang mempunyai
sumber daya alam yang melimpah seperti minyak, gas, emas dan lain-lain
tak berani berjuang melawan adidaya yang arogan karena tidak adanya
persatuan. Inilah rahasia mengapa kita selalu memerlukan kehadiran Al-Husein
as dalam kehidupan ini.
Hati umat manusia masih
mengingat dan mengenang perjuangan Al-Husein as, keluarga dan para
sahabatnya. Semoga Penegak Keadilan, Imam Mahdi as yang merupakan cucu
dari Al Husein as segera hadir ditengah-tengah kita untuk menegakkan
keadilan di dunia.
|