Atas

 

 

                  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Transkrip Berita Siaran Senin Malam 31 Desember 2007

 

Pembangunan PLTN Bagian Kedua di Khuzestan Dimulai

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki, menyatakan separoh kapasitas Perusahaan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr yang terletak di Iran selatan akan dioperasikan selambat-lambatnya musim panas tahun depan. Mottaki kemarin dalam wawancaranya dengan wartawan di Teheran seraya mengisyaratkan bahwa Rusia memulai pengiriman bahan bakar ke Iran dalam delapan tahap, juga mengatakan, "Melalui penyempurnaan proyek ini, separoh instalasi nuklir Bushehr yang sesuai dengan kesepakatan Iran dan Rusia siap dioperasikan." PLTN Busheher dirancang untuk memproduksi seribu megawat aliran listrik. Republik Islam Iran tengah merancang PLTN dengan kepasitas 20 ribu megawat.

Dalam perkembangan lainnya, Menteri Energi Republik Islam Iran, mengabarkan dimulainya pembangunan tahap kedua PLTN yang berkapasitas 350 megawatt, di kawasan Darkhovain, Provinsi Khuzestan, Iran.

Masih mengenai nuklir, negara-negara Arab secara resmi telah menggarap program pembangunan instalasi nuklir sipil sejak pertengahan tahun 2006. Dua hari lalu, Mesir menyatakan bahwa program pembangunan instalasi nuklir akan dimulai setelah terhenti selama 20 tahun. Presiden Perancis, Nicholas Sarkozy, dalam lawatan terakhir ke Mesir ketika diwawancarai Koran Al-Ahram, terbitan Kairo, menyatakan bahwa bila Mesir tertarik, Perancis siap bekerjasama di bidang nuklir. Saat ini, Mesir berniat membangun empat instalasi nuklir.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran di Dewan Keamanan Tinggi Nasional Iran, Ali Larijani, ketika diwawancari media-media massa lokal dan asing di Mesir, kemarin, mengatakan, "Penggunaan teknologi nuklir sipil yang sesuai dengan undang-undang Badan Energi Nuklir Internasional merupakan hak semua negara anggota. Pihak manapun tak dapat mengabaikan hak tersebut."

 

Iran Tidak Terima Saham Di Bawah 20 Persen di Laut Kaspia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Mohammad Ali Hosseini, menyatakan bahwa Teheran tidak akan menerima bagiannya di bawah 20 persen di Laut Kaspia. Mohammad Hosseini hari ini dalam konferensi pers mingguannya mengatakan, "Berdasarkan prinsip keadilan status hukum Laut Kaspia, Republik Islam Iran berhak atas 20 persen Laut Kaspia. Menurut ketetapan ini, Iran akan ikut serta dalam konferensi negara-negara pesisir Laut Kaspia dan tetap mempertahankan bagiannya tersebut."

Di bagian lain statemennya, Hosseini mengecam penggalian di Masjid Al-Agsha oleh Zionis Israel untuk memetakan serta mengubah tatanan historis dan agamis masjid ini. Hosseini memperingatkan lembaga-lembaga internasional dan negara-negara Islam supaya melakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan brutalitas rezim Zionsi Israel.

 

Seorang Palestina Gugur Syahid

Seorang warga Palestina gugur syahid setelah terkena peluru yang ditembakkan tank militer Rezim Zionis Israel di pintu gerbang Erez, Beit Hanun. Menurut Kantor Berita AFP dari Gaza, sumber-sumber rumah sakit Palestina hari ini menyebutkan, serdadu Zionis Israel yang menaiki tank menembaki sekelompok warga Palestina di pintu gerbang Erez, yang menggugurkan Khaldiah At-Talbani dan mencederai tiga warga lainnya. Berdasarkan laporan tersebut, Khaldiah At-Talbani yang berumur 30 tahun gugur syahid ketika menanti rombongan jamaah haji yang kembali dari tanah suci.

Sehari sebelumnya, Menteri Perang Rezim Zionis, Ehud Barak, menentang kepulangan para jamaah haji Palestina melalui pintu gerbang Rafah yang menghubungkan Mesir dengan kawasan Jalur Gaza. Dikatakan pula, para jamaah haji Palestina diperbolehkan pulang ke tanah air mereka melalui pintu gerbang Karam Abu Salem, yang dijaga ketat oleh serdadu Israel. Lebih dari 1.700 jamaah haji Palestina selama berjam-jam terlantar di pelabuhan Nuweiba untuk kembali ke tanah air mereka melalui pintu gerbang Rafah.

 

Ehud Olmert Akui Tak Ada Upaya Tingkatkan Perdamaian

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert, mengakui bahwa pihaknya tidak berupaya meningkatkan proses perdamaian di kawasan. Menurut Kantor Berita Xinhua, sumber-sumber pemberitaan Palestina kemarin menyebutkan, "Dengan alasan serangan rudal ke kawasan permukiman Zionis oleh para pejuang Palestina, Olmert di sidang kabinet mingguan menuntut konsistensi Otorita Palestina untuk menindak serangan tersebut." Olmert mengklaim, "Selama bangsa Palestina tidak konsisten, ia tak akan meningkatkan proses perdamaian."

Tanpa menyinggung intensitas kekerasan serdadu Zionis Israel terhadap bangsa Palestina dan berlanjutnya pembangunan permukiman Zionis di Tepi Barat Sungai Jordan, Olmert mengatakan, "Tel Aviv tidak dapat mengubah sikapnya soal bangsa Palestina."

 

Musharraf: Investigasi Internasional Bisa Dipertimbangkan

Presiden Pakistan Pervez Musharraf, menilai investivigasi internasional soal aksi teror terhadap Mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto, sebagai hal yang bisa dipertimbangkan. Partai Rakyat Pakistan (PPP) kemarin meminta pihak internasional untuk melakukan investigasi aksi teror terhadap Bhutto. Menurut Kantor Berita IRNA yang mengutip situs Pakistan News, Musharraf kemarin malam mengatakan, "Investigasi internasional soal aksi teror terhadap Benazir Bhutto merupakan langkah yang dipertimbangkan."

Musharraf dalam wawancara telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mengatakan, "Pemerintah tengah mengusut para pelaku di balik aksi-aksi teror." Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Pakistan menentang investigasi internasional soal aksi teror terhadap Bhutto, dengan mengatakan, "Komunitas internasional tidak dapat memahami kondisi Pakistan."

Aksi teror di tempat sidang Partai Rakyat Pakistan (PPP) di kota Rawalpindi menyebabkan Benazir Bhutto tewas.

 

Partai Nawaz Sharif Ikut Serta dalam Pemilu Parlemen

Pemimpin Partai Liga Muslim Pakistan, Nawaz Sharif, menyatakan bahwa pihaknya akan ikut serta dalam pemilu legislatif mendatang. Menurut Kantor Berita IRNA dari Lahore, Provinsi Punjab, Pakistan, Navaz Sharif minggu malam mengatakan, "Partainya akan ikut serta dalam pemilu parlemen Pakistan."

Hari Jumat lalu, Nawaz Sharif menyatakan bahwa partainya memboikot pemilu parlemen. Sebab, keikut-sertaan dalam pemilu sama halnya dengan mendukung pemerintahan Pervez Musharraf." Di lain pihak,  Komite Pusat PPP hari ini juga mengumumkan akan ikut serta dalam pemilu.

Partai Liga Muslim Pakistan, hari ini menyatakan kemungkinan penundaan pemilu tingkat nasional (Senat) dan provinsi yang mencakup Boluchestan, Punjab, Sarhad dan Sind yang menurut rencana akan digelar pada bulan Januari 2007.

Diberitakan pula, Dewan Pemilihan Umum Pakistan hari ini menggelar sidang soal pelaksanaan pemilu legislatif. Kantor Berita AFP melaporkan, berdasarkan agenda yang sudah ditentukan sebelumnya, pemilu akan digelar pada tanggal 8 Januari 2008. Namun menyusul aksi teror terhadap Bhutto hari Kamis lalu, kondisi Pakistan yang labil membuat pelaksanaan pemilu menjadi tidak menentu.

 

Partai Thaksin Berkoalisi dengan Partai-Partai Kecil

Partai-partai yang beraliansi dengan Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, menyatakan bahwa mereka mendapatkan kursi yang cukup di parlemen untuk membentuk pemerintahan koalisi. Menurut Kantor Berita Associatted Press dari Bangkok, Juru Bicara Partai Kekuatan Rakyat (PPP) hari ini mengatakan, "Tiga partai kecil hari ini dalam konferensi pers menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung dalam koalisi."

Sementara itu, partai PPP dan rival utamnya, partai Demokrat, berkompetisi dalam rangka membentuk pemerintah mendatang, sejak pelaksanaan pemilu parlemen negara ini pada tanggal 23 Desember 2007.

 

Gorbachev Angkat Suara Soal Kozovo

Pemimpin Uni Soviet terakhir, Michael Gorbachev, mengkritik sikap negara-negara Eropa soal kemerdekaan Kozovo. Menurut Kantor Berita IRNA, Gorbachev dalam artikelnya yang dimuat Koran Rusia, Rossiyskaya Gazeta, mengatakan, "Menciptakan fenomena berbahaya yang berkaitan dengan undang-undang dan keamanan internasional bisa menjadi peristiwa yang dapat memicu gejolak di sejumlah wilayah."

Lebih lanjut Gorbachev menyesalkan upaya Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang mengambil alih peran PBB dalam menangani masalah Kozovo. Dikatakannya, "Menurut pandangan diplomatik dan etika, langkah ini sama sekali tak dapat dibenarkan." Sejak tahun 1999, Provinsi Serbia selatan, Kozovo, berada di bawah administrasi PBB untuk mengantisipasi penumpasan warga minoritas Albania oleh pemerintah Belgrad. Menurut rencana, Kozovo akan mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia secara sepihak pada awal tahun 2008.

 

Bentrokan Militer di Sri Lanka Tewaskan Puluhan Orang

Bentrokan militer antara tentara Sri Lanka dan kelompok Macan Tamil menewaskan sebelas orang. Menurut Kantor Berita Associatted Press, tentara Sri Lanka hari ini mengumumkan, serentetan bentrokan yang terjadi kemarin menewaskan sembilan separatis dan dua tentara."

Berdasarkan laporan tersebut, bentrokan-bentrokan tersebut terjadi di kawasan Mannar dan Vavania di Sri Lanka utara. Sejak tahun 1972, para separatis kelompok Macan Tamil menuntut independensi kawasan utara dan timur laut Sri Lanka dari pemerintah pusat Sri Lanka.

Sementara itu, Kantor Berita India, NPT, melaporkan, Kementerian Pertahanan Sri Langka mengklaim, bentrokan militer antara tentara Sril Lanka dan kelompok Macan Tamil menewaskan 33 separatis dan mencederai 37 orang, sedangkan di pihak tentara Sril Lanka, enam orang terluka. Di lain pihak, kelompok Macan Tamil mengklaim, "Dalam bentrokan tersebut, 20 tentara tewas."

 

 

Transkrip Berita SiaranSenin Pagi 31 Desember 2007

 

Sekitar 450 Warga Palestina Gugur di Tahun 2007

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengumumkan, selama tahun 2007 rezim zionis telah membuat minimal 450 warga Palestina gugur syahid. Kantor berita Jerman melaporkan, pasukan militer rezim zionis, di tahun 2007, menciderai sekitar 1200 warga Palestina dan menahan sekitar 3.500 lainnya.

Kantor Hubungan Nasional dan Internasional PLO menekankan, rezim zionis di tahun 2007, mencegah 56 warga Palestina keluar dari Jalur Gaza untuk berobat sehingga menyebabkan mereka meninggal. Saat ini terdapat 300 warga Palestina lain yang sakit, dan rezim zionis mencegah mereka keluar untuk berobat.

Bedasarkan laporan Kantor Hubungan Nasional dan Internasional PLO, kaum zionis di tahun 2007 telah menghancurkan 120 rumah dan ribuan hektar tanah pertanian milik warga Palestina.

 

Mesir Menekankan Komitmen Rezim Zionis Terhadap UU Internasional

Komisi Urusan Arab di Parlemen Mesir meminta kepada rezim zionis untuk segera menghentikan pembangunan tembok zionis dan perusakan pintu gerbang Al-Magharibah di Masjid Al-Aqsha.

Kantor berita As-Syarqul Awshath Mesir  Ahad kemarin mengumumkan, komisi urusan Arab Parlemen Mesir dalam sidangnya kemarin, juga menyeru rezim zionis agar menghentikan langkah-langkahnya yang menyengsarakan rakyat Palestina dan mengakhiri pembangunan kawasan permukiman zionis di Tepi Barat. Seraya menyinggung politik-politik permusuhan Tel Aviv, komisi tersebut mengumumkan, rezim zionis tidak memegang komitmen kepada UU dan kesepakatan-kesepakatan internasional dan selalu melanggar semua itu.

 

Anggota Parlemen Lebanon: Pemerintah Negara ini Boneka AS

Anggota Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon, menyebut pemerintah negara ini sebagai boneka AS. IRNA melaporkan dari Beirut, Husein Al-Hajj Hasan, dari Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon, Ahad kemarin, mengatakan bahwa AS mengendalikan Lebanon dari jarak jauh.

Seraya menekankan dukungannya terhadap perlawanan bangsa Lebanon, Husein Al-Hajj Hasan menekankan bahwa AS akan kalah di hadapan perlawanan Lebanon, sebagai mana rezim zionis kalah dalam perang musim panas tahun lalu. Wakil Fraksi Hizbullah di Parlemen Lebanon juga menasehatkan kepada kelompok politik yang berkuasa di Lebanon agar mempertebal rasa tanggung jawabnya terhadap peristiwa-peristiwa yang berlaku di negara mereka.

 

Delapan Orang Meninggal di Utara Bagdad

Dalam bentrokan pasukan polisi Irak dan orang-orang bersenjata di utara Bagdad, tujuh anggota kelompok bersenjata dan seorang polisi Irak meninggal. Kantor berita Xhinhua melaporkan, dalam bentrokan yang terjadi kemarin di kota Biji antara polisi Irak dan sekelompok orang bersenjata, 12 orang dari para teroris ini tertangkap.

 

Anggota Parlemen Irak Menilai Program Keamanan Noori Maliki Sukses

Sejumlah anggota parlemen Irak menilai program keamanan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Noori Al-Maliki sebagai program yang sukses. Mahmud Utsman, salah seorang anggota  Parlemen dari Partai Koalisi Kurdistan Irak, Ahad kemarin dalam wawancara dengan Al-Alam berkata, berbagai kesulitan di negara ini akan dapat diatasi dengan memanfaatkan kesuksesan-kesuksesan yang telah dicapai oleh program keamanan Noori Maliki.

Mahmud Utsman menambahkan, hukman mati Saddam dan kemajuan kondisi keamanan negara ini merupakan dua fenomena penting yang terjadi di Irak di ahun 2007.

Sulaim Al-Jaburi, juga seorang anggota Parlemen Irak, dalam wawancara dengan Al-Alam, berkata, kawasan-kawasan yang dimasa lalu merupakan pusat kerusuhan, kini telah berada dalam kondisi keamanan yang baik, yang menunjukkan telah tercapainya hasil-hasil yang besar bagi Irak di tahun 2007.

Al-Jaburi menambahkan, semua kelompok politik Irak saat ini menginginkan disusunnya sebuah rancangan nasional untuk menyelamatkan negara. Dan kelompok-kelompok politik menunjukkan sikap yang sangat fleksibel dalam hal ini.

 

Partai Rakyat Pakistan Mencalonkan Makhdum Amin Fahim Sebagai PM

Partai Rakyat Pakistan telah mengumumkan calonnya untuk menduduki kursi PM dalam pemilu mendatang di negara ini. IRNA melaporkan, Ashif Ali Zardari, suami Benazir Bhutto, Ahad kemarin, seraya menyinggung pandangan-pandangan mendiang ketua Partai Rakyat Pakistan, mengatakan, jika Partai ini memperoleh suara terbanyak dalam pemilu mendatang, maka Amin Fahim akan duduk sebagai PM. Benazir Bhutto, Ketua Partai Rakyat Pakistan, Kamis lalu meninggal dalam aksi teror di Rawalpindi, Pakistan.

 

Bentrokan Antar Suku di Parachnar Pakistan

Beberapa bentrokan baru antara suku di Parachnar (Kheibar) Pakistan, menelan korban 18 jiwa. IRNA melaporkan, Javid Iqbal, Jubir Pemerintahan Negara Bagian Sarhad Pakistan, tadi malam, di depan para wartawan di Peshawar, mengatakan, bahwa bentrokan-bentrokan antar suku di Parachnar menyebabkan 18 orang meninggal dan 23 cidera. Ia menambahkan, bentrokan-bentrokan ini telah meluas ke kawasan Manggak.

Sejumlah bentrokan di kawasan ini telah dimulai sejak minggu lalu, dan kini semakin meluas dan merambah ke beberapa kawasan lain. Kawasan Kheibar, Karam Agensi, di barat laut Pakistan yang dihuni oleh berbagai suku, berbatasan dengan Nanggarhar Afganistan.

 

Rakyat AS Meninggalkan Sumber-sumber Berita Negara Ini

Wakil Direktur IRIB External Sevice mengatakan, berdasarkan analisa beberapa kantor berita AS rakyat negara ini secara perlahan telah meninggalkan berbagai media massa terpenting negara ini, seperti CNN dan Fox News. Menurut laporan wartawan IRIB, Muhammad Sarafraz, Wakil Direktur IRIB External Service, dalam acara Festival Ketiga Produk-produk Radio dan TV, mengatakan, berdasarkan analisa tersebut kepercayaan rakyat AS kepada media massa ini telah menurun dan beralih kepada media-media alternatif seperti Press TV.

Wakil Direktur IRIB Bidang External Service, mengatakan bahwa alasan fenomena ini ialah pemberitaan berbagai peristiwa tidak sebagaimana adanya, terutama setelah peristiwa 11 September. Ia menambahkan, jaringan beirta Press TV, meski baru berusia enam bulan, bergerak di atas garis yang telah ditentukan, dan 50 persen dari para pemirsanya ialah rakyat AS.

Seraya menjelaskan bahwa berita-berita Press TV disiarkan juga di banyak kantor berita internasinal, Sarafraz mengatakan, pada saat ini website Press TV dikunjungi oleh 15 juta orang.

Wakil Direktur IRIB External Service, mengatakan bahwa saat ini program-program External Service disiarkan melalui Radio dalam 35 bahasa, dan melalui TV dalam 4 bahasa. Semua mereka ini selalu menjalin hubungan yang baik dan semakin kuat dengan para audiensnya.

Di akhir pidatonya di acara Festival Ketiga Produk TV dan Radio external Service ini, Sarafraz mengatakan bahwa diantara produk terbaru External Service IRIB ialah sebuah filem berjudul "Kelahiran Lain" tentang perjuangan selama 33 hari Hizbullah Lebanon menghadapi agresi rezim zionis, dan sebuah program animasi dengan judul "Anak dan Tentara" yang mengisahkan hubungan seorang anak Palestina dengan tentara zionis.

 

Bush Seorang Presiden yang Hobi Perang

Mingguan Der Spiegel menulis, George Bush, Presiden AS, meski selalu berbicara tentang demokrasi, tapi juga senantiasa menciptakan suasa perang. Kantor berita MEHR melaporkan, majalah Der Spiegel, dalam analisanya. Seraya menyinggung pembunuhan Benazir Bhutto dan kondisi krisis di Irak, Afganistan dan Pakistan, menegaskan, campur tangan militer yang disebut oleh Bush sebagai usaha pemberantasan terorisme, tidak pernah mendatangkan hasil.

Di bagian lain dalam analisanya, penulis mengatakan, kegagalan-kegagalan demokrasi di tahun 2007 memberikan pelajaran kepada pendukung dna penentang strategi-strategi AS. Salah satunya ialah bahwa perlawanan terhadap kelompok-kelompok ekstrim tidak boleh menjadi semacam hiburan bagi seorang presiden tak berakal di AS.

Majalah Jerman ini menambahkan, Bush tidak lagi dapat membantu untuk menghapus ketegangan dan berbagai kerusuhan di Timur Tengah, karena ia adalah seorang presiden hobi perang, tapi hanya mengobarkan perang-perang yang tak membawa hasil.

Di akhir analisa mingguan Jerman ini disebutkan, jika Bush tidak mengobarkan perang di Irak, mungin saat kondisi saat ini akan lebih baik.

 

Lavarov: Tahun 2008 Adalah Tahun Yang Tenang Bagi Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia berkata, di tahun 2008 Moskow akan mengambil kebijakan yang kostruktif dan tidak akan menciptakan pertentangan dengan pihak manapun. Menurut laporan Rianovesti, Sergei Lavrov, Menlu Rusia, mengatakan, kondisi apa pun yang muncul di tahun 2008, maka Rusia tidak akan memasuki pertentangan baru apa pun, dan negara ini akan melaksanakan politik luar negeri terpadu.

 

Lavrov menambahkan, Rusia siap menjalin hubungan dengan pihak lain berdasarkan persamaan dan dalam rangka kepentingan bersama. Menlu Rusia mengatakan, Moskow berminat melanjutkan usahanya untuk menyelesiakan berbagai permasalahan penting internasional dengan kerjasama PBB.

 

 

Lintas Warta

 

Hegemoni dan Kejahatan Non Manusiawi Politik Rezim Zionis Israel

Data statistik di tahun 2007 tentang aksi-aksi kekerasan di Palestina pendudukan menunjukkan kontinyuitas kejahatan dan perusakan Rezim Zionis Israel. Kantor Urusan Hubungan Nasional dan Internasional Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mendata 435 orang Palestina syahid di tangan tentara ReZim Zionis di tahun 2007. Data statistik yang dikeluarkan PLO menunjukkan 1.192 orang Palestina cedera akibat ditembus peluru dan dipukul tentara Rezim Zionis Israel. Sekitar 120 unit bangunan warga Palestina diratakan dengan tanah dan ratusan lainnya dirusak. Ribuan tanah pertanian bangsa Palestina diambil paksa demi kelancaran pembangunan tembok pemisah. Dan yang paling menyesakkan dada adalah sekitar 3.500 orang Palestina di tawan Rezim Zionis Israel selama tahun 2007 tanpa proses pengadilan yang semestinya.

Data statistik tahun 2007 menunjukkan substansi kejahatan Rezim Zionis Israel. Dampak dari aktivitas Rezim Zionis Israel selama ini hanya mewujudkan perusakan, pembunuhan dan penangkapan. Kantor-kantor berita melaporkan rencana terbaru Rezim Zionis Israel dalam bingkai ekspansi dan hegemoninya terhadap rakyat sipil Palestina. Sekaitan dengan masalah ini, Angkatan Bersenjata Rezim Zionis Israel merilis rencana terbarunya untuk menjajah seluruh daerah Jalur Gaza atau sebagian daerahnya. Bila itu berhasil, Rezim Zionis bermaksud membagi daerah ini menjadi tiga bagian. Rezim Zionis bernafsu untuk kembali menguasai Gaza, setelah diusir dalam perjuangan mati-matian para pejuang Palestina di sana.

Politik kekerasan dan ekspansi Rezim Zionis Israel dilakukan saat bersamaan dengan klaim rezim ini sebagai pecinta perdamaian. Ini menunjukkan, proses perdamaian Palestina dengan Rezim Zionis Israel tidak akan pernah membawa hasil, kecuali kecongkakan Rezim Zionis dan kontinyuitas kejahatannya. Pada tahun 2005, Rezim Zionis Israel dipermalukan para pejuang Palestina di Gaza. Keteguhan mereka menghadapi tentara Rezim Zionis memaksa angkatan bersenjata nomor satu di Timur Tengah harus angkat kaki secara memalukan dari daerah itu. Sejak kekalahan memalukan itu, Rezim Zionis terus berusaha untuk kembali menguasai daerah itu membalas kekalahannya.

Keinginan kuat Rezim Zionis Israel untuk menguasai Gaza membuat Rezim Zionis menentang pendirian pemerintah independen Palestina dengan ibu kota Al-Quds. Dengan politik anti kemanusiaannya, Rezim Zionis mewujudkan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi rakyat Palestina. Hal ini semakin intens setelah berlangsungnya konferensi Annapolis yang diklaim sebagai konferensi untuk perdamaian oleh Amerika. Kondisi memprihatinkan yang terjadi di Palestina pendudukan memerlukan perhatian serius opini dunia dan masyarakat internasional. Dunia internasional berkewajiban mencegah berlangsungnya pembantaian dan perusakan Rezim Zionis Israel di tanah air bangsa Palestina.

 

 

Polandia Tinjau Ulang Rencana Penempatan Rudal Balistik Amerika

Koran Amerika New York Times menurunkan laporan tentang keinginan Polandia meninjau ulang rencana penempatan rudal balistik Amerika di negaranya. New York Times menulis, pemerintahan Donald Tusk mengkaji kembali manfaat rencana penempatan rudal Balistik Amerika di negaranya. Sebelumnya, rencana ini telah disepakati antara George W. Bush, Presiden Amerika dan Jaroslaw Kaczynski, mantan Perdana Menteri Polandia.

Berdasarkan rencana ini, Amerika akan menempatkan 10 rudal balistik di Polandia. Masih satu paket dengan penempatan rudal balistik, Amerika juga akan menempatkan situs radar canggih di Republik Cheko. Namun, setelah memenangkan pemilihan di bulan Oktober, Donald Tusk balas meminta insentif jaminan keamanan negaranya dari Amerika. Pernyataan terakhir Tusk cukup memerahkan telinga para pejabat Gedung Putih. Ia menyatakan, bila penempatan rudal balistik Amerika tidak dapat menjamin sepenuhnya keamanan Polandia, niscaya pemerintahannya akan meninjau ulang kesepatan itu. Rencana penempatan rudal balistik di Polandia telah menuai kritikan dari mayoritas penduduk negara ini.

Pada kenyataannya, tidak hanya Polandia yang menolak rencana Amerika ini. Mayoritas rakyat Cheko juga tidak setuju rencana penempatan situs radar modern Amerika di negaranya. Unjuk rasa rakyat Cheko dan polling yang ada menunjukkan penentangan mereka terhadap rencana Amerika. Sekaitan dengan masalah ini, Gedung Putih juga punya masalah yang tidak kecil. Karena Kongres Amerika mensyaratkan kucuran budget bila rencana penempatan rudal balistik dan situs radar di negara Polandia dan Cheko telah final. Dengan demikian, syarat yang diajukan Polandia dan peninjauan kembali rencana ini dapat menggagalkan seluruh rencana Amerika. Karena itu berarti menghambat kucuran dana dari Kongres.

Belum lagi, Rusia dan sebagian negara-negara Eropa menentang rencana penempatan rudal balistik Amerika di Eropa Timur. Rusia menolak rencana Amerika, karena mengancam keamanan negaranya. Dan bila Amerika bersikeras menempatkan rudal balistik dan situs rudalnya di kedua negara ini, maka Rusia akan menyerang lokasi penempatan rudal dan radar Amerika. Ancaman yang dikeluarkan Rusia berbanding terbalik dengan pernyataan Washington yang menyebutkan, kehadiran pasukannya di Polandia dan Cheko dapat menjamin keamanan kedua negara ini. Ancaman Rusia membuyarkan klaim serampangan yang dikeluarkan Washington. Karena Rusia akan melakukan apa saja untuk menjamin keamanan negaranya, termasuk menyerang pangkalan penempatan rudal balistik dan radar Amerika di Polandia dan Cheko. Berdasarkan kenyataan yang ada, pernyataan Perdana Menteri Polandia tentang kemungkinan untuk meninjau kembali rencana Amerika ini, agar mendapat kesempatan untuk membicarakan masalah ini dengan Rusia. Dalam kondisi seperti ini, tampaknya Bush harus menggigit jarinya, karena bakal ditinggal sendiri lagi.

 

Cakrawala Indonesia

SBY Cuma Numpang Tidur di Solo

Korban banjir Kota Solo kemarin harus gigit jari. Sebab, meski menginap di Solo, rombongan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata tidak memiliki agenda mengunjungi daerah bencana banjir di Kota Bengawan itu. Radar Solo (Grup Jawa Pos) melaporkan, Presiden SBY kemarin sore datang ke Kota Solo setelah mengunjungi Pacitan dan Sukoharjo. Tetapi, kehadirannya di Solo hanya untuk bersitirahat. SBY datang ke Hotel The Sunan Solo sekitar pukul 17.00 dan langsung menuju kamar untuk beristirahat. Hal tersebut juga sempat membuat kecele wartawan media cetak dan elektronik yang menunggu kedatangannya sejak pukul 13.00. Mereka berharap mendapatkan statemen presiden terkait bencana yang melanda Kota Solo dan sekitarnya sejak Kamis (27/12).

Setali tiga uang dengan rombongan menteri yang mengikuti SBY. Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Hamzah, dan Menteri PU Joko Kirmanto juga langsung masuk kamar masing-masing. Para pencari berita hanya ditemui Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. Itu pun setelah para wartawan melobi koordinator media kepresidenan. Menurut Mallarangeng, agenda presiden kemarin adalah mengunjungi daerah bencana banjir di Pacitan dan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Malamnya tidak ada agenda. "Baru besok pagi (pagi ini) presiden ke Karanganyar, meninjau daerah bencana," ujar pria berkumis tersebut. Agenda SBY, menurut Mallarangeng, dimulai dengan koordinasi dengan perangkat kelurahan dan para camat di kota kelahirannya, Pacitan. Setelah itu, siangnya presiden bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi Bengawan Solo di daerah Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Sebelumnya, SBY mampir ke kantor bupati Sukoharjo.

Andi Mallarangeng menjelaskan, "SBY tadi juga membagikan bantuan sembako kepada para pengungsi di Sukoharjo. Selain itu, SBY dan Ibu memberikan sumbangan langsung kepada para pengungsi." Mallarangeng mengungkapkan, SBY bakal ke Tawangmangu, Karangayar, pagi ini pukul 07.00. "Rencananya presiden mengunjungi lokasi bencana. Tetapi, jika kondisi tidak memungkinkan, beliau hanya akan mengunjungi posko bencana terdekat," jelasnya. Pria yang tengah dilamar Partai Demokrat untuk menjadi salah seorang pengurus di DPP tersebut mengaku belum mengetahui apakah setelah ke Karangayar SBY akan mengunjungi daerah bencana di Solo atau tidak. Sebab, agenda hari ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Sementara itu, dalam kunjungan di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, kemarin (30/12), Presiden SBY menjanjikan pembangunan tanggul yang lebih baik. Itu sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir yang kerap terjadi. Namun, SBY menegaskan, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah kabupaten (pemkab), pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah pusat. "Di sini hadir juga Menteri Pekerjaan Umum yang nanti bersama-sama memikirkan bagaimana membuat tanggul yang lebih kuat dari yang ada saat ini," ujar SBY di hadapan puluhan penduduk Dukuh Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, usai meninjau tanggul desa setempat yang jebol akibat banjir Rabu (26/12) lalu. SBY menambahkan, untuk membantu meringankan beban daerah yang terkena bencana banjir, pihaknya telah menyerahkan bantuan lewat Gubernur Jateng Ali Mufiz Rp 5 miliar. Nanti bantuan itu dibagi untuk seluruh kabupaten yang tertimpa banjir.

Selain melihat lokasi tanggul yang jebol dan kondisi warga korban banjir, SBY menyerahkan bingkisan sembako kepada warga. Bingkisan tersebut diserahkan langsung kepada salah satu warga yang rumahnya terendam. SBY juga sempat melihat slide dan foto-foto dokumentasi bencana banjir Sukoharjo yang dipasang di Balai Desa Laban.

 

Ke Atas