|
Revolusi Irak Melawan
Inggris Dimulai
30 Juni 1920, rakyat Irak
memulai perjuangan mereka melawan penjajahan Inggris di bawah pimpinan
Ayatullah Mirza Muhammad Taqi Shirazi. Setelah Perang Dunia Pertama,
berdasarkan kesepakatan pasukan Sekutu dalam masalah pembagian wilayah
Ottoman, kekuasaan atas Irak, Palestina, dan Yordania diserahkan kepada
Inggris. Menanggapi kesepakatan imperialis itu, Ayatullah Mirza Muhammad
Taqi Shirazi mengeluarkan fatwa jihad dan dimulailah revolusi rakyat Irak
untuk mengusir penjajah dari tanah air mereka. Namun, perlawanan itu tidak
berhasil mencapai tujuannya karena kuatnya tentara Inggris yang didukung
oleh negara-negara Barat.
Zaire Merdeka
30 Juni tahun 1960, Republik
Demokratik Kongo atau Zaire, memproklamasikan kemerdekaannya. Sebelum
merdeka, Republik Demokratik Kongo adalah negara jajahan Belgia. Perlawanan
rakyat negara itu semakin meningkat pasca Perang Dunia Kedua di bawah
pimpinan Patrice Lumumba. Setelah merdeka, Patrice Lumumba terpilih sebagai
Perdana Menteri dan Kasavubu diangkat sebagai presiden. Namun, berbagai
konflik politik terus berkobar di negara itu, terutama antara Presiden
Kasavubu yang pro-Barat melawan
Patrice Lumumba, yang
berpuncak dengan terbunuhnya Lumumba pada tahun 1961. Hingga kini,
ketenteraman rakyat Zaire masih terus terancam oleh berbagai konflik dalam
dan luar negeri.
Kudeta Jenderal Umar
Hasan Ahmad Al-Bashir
30 Juni tahun 1989,
Jenderal Umar Hasan Ahmad Al-Bashir
melakukan kudeta tanpa pertumpahan darah untuk menggulingkan
pemerintahan Sadiq Al-Mahdi. Sadiq Al-Mahdi sendiri meraih kekuasaan
melalui kudeta terhadap
Presiden
Jaafar al-Numeiry. Sudan merdeka dari penjahahan bersama Inggris dan Mesir
pada tahun 1956 dan pemerintahan di negara itu silih berganti digulingkan
oleh kudeta. Tahun 1969, Kolonel Numeiry melakukan kudeta dan memimpin Sudan
selama 16 tahun kemudian. Presiden Numeiry pada tahun 1983 memproklamasikan
Sudan sebagai Republik Islam. Namun, berbagai krisis dan demonstrasi terus
mengguncang pemerintahannya. Akhirnya, tahun 1985, Numeiry dikudeta oleh
Jenderal Al-Dahab yang kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Sadiq Al-Mahdi.
Tahun 1989, Sadiq Al-Mahdi pun dikudeta oleh
Jenderal Umar Hasan Ahmad Al-Bashir.
Rezim Apartheid Resmi Dibubarkan
30 Juni tahun 1991, masa kekuasaan rezim rasialisme
Apartheid di Afrika Selatan secara resmi berakhir. Rezim Apartheid mulai
berkuasa sejak tahun 1948 dan
secara opresif memberlakukan hukum rasialis yang menghapuskan sebagian hak
asasi warga non-kulit putih. Rezim ini
juga melakukan pembunuhan, penyiksaan, dan penahanan terhadap oposan-oposan
politiknya. Akhirnya, akibat perlawanan di dalam negeri dan tekanan dunia
internasional, kekuasaan rezim ini berakhir pada tahun 1991. Pada tahun 1993
UU baru Afsel yang mengakui persamaan hak warga kulit putih dan kulit hitam
disahkan. Pada tahun 1994, diadakan pemilu kepresidenan dan pejuang kulit
hitam Nelson Mandela berhasil menang dan diangkat sebagai presiden.
|