|
Adalah hari yang
penuh keberkahan dan kemuliaan manakala Tuhan menitipkan Isa di pangkuan
Sayidah Maryam. Isa dididik dalam kasih sayang untuk kemudian akan menjadi
pembawa kabar gembira dan pembela perdamaian. Nabi-Nabi utusan Tuhan
senantiasa bersabar di jalan-Nya untuk membimbing manusia serta menegakkan
keadilan dan kebenaran. Kafilah para Nabi Ilahi seperti Nabi Musa, Nabi Isa,
dan Nabi Muhammad selalu menemui berbagai rintangan yang tak terkira di
jalan ini.para Nabi Ilahi seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad
selalu menemui berbagai rintangan yang tak terkira di jalan ini.
Di setiap zaman, sesuai kondisi
sosial yang berbeda-beda, Tuhan telah memilih utusan-Nya untuk menjadi
penyeru manusia kepada kebenaran. Isa adalah Nabi yang sudah lahir sejak
2.000 tahun lalu untuk menyelamatkan masyarakat Bani Israil di bawah
bimbingan dan ajarannya.
“Salam dan selamat baginya yang
lahir dari haribaan Sayidah Maryam. Salam atas hari wafat dan hari
kebangkitannya.”
Hari Natal sudah tiba.
Masyarakat pencinta Isa a.s. sudah lama mempersiapkan hari yang penuh
kebahagiaan ini. Pohon cemara hijau dengan lampu berwarna-warni dan
bintang-bintang indah mulai menghiasi rumah-rumah para pengikut Nabi mulia
ini. Namun, suasana kezhaliman dan penderitaan ummat manusia membuat suasana
Natal ini tidak begitu menggembirakan. Kejahatan telah merusak kehormatan
dan harga diri manusia. Dalam situasi seperti itu sekarang ini, manusia
sangat merindukan kedatangan juru selamat.
Hari kelahiran Nabi Isa adalah
hari untuk mengenang hal penting ini. Manusia sekarang harus belajar dari
ajaran-ajaran suci para nabi supaya bisa menegakan perdamaian dan keadilan
di tengah masyarakat manusia. Pendengar, kami sampaikan selamat atas hari
yang penuh keberkahan ini.
Kehidupan Nabi Isa a.s. sejak
lahir hingga wafatnya selalu disertai mukjizat. Ketika dalam buaian suci
ibunya, ia sudah bisa bersaksi Ia mengatakan demikian.
“Inilah aku hamba Allah. Ia telah
memberikan kepadaku kitab suci dan menjadikan aku sebagai nabi (ayat 30
surat Maryam)”.
Suatu hari, Isa a.s. berdiri di
tengah kerumunan anak-anak. Seseorang telah membunuh anak kecil kemudian
meletakan bocah yang tidak bernyawa itu didekat Isa a.s.. Ketika Familinya
menemukan mayat anak kecil yang tidak bernyawa itu didekat Isa, mereka
mengadukannya kepada hakim. Ketika Isa tidak bisa membuktikan bahwa ia tidak
bersalah, hakim berniat memberikan hukuman kepadanya. Tapi, Isa meminta
supaya anak itu dibawa agar bisa mengatakan siapa yang telah membunuhnya.
Walaupun tidak percaya,
orang-orang Bani Israil membawa anak itu. Kemudian, Isa berdo’a. Anak kecil
itupun hidup kembali dan mengatakan siapa pembunuh yang sebenarnya. Ketika
si anak ditanya siapa yang ada di sisinya, ia mengatakan bahwa itu adalah
Isa putra Maryam. Anak kecil itu kemudian jatuh dan mati.
Nabi Isa a.s. adalah penolong
kaum tertindas dan selalu mengasihi kelompok yang tidak berdaya ini. Isa
mengatakan bahwa siapapun yang memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya
kezhaliman tapi tidak melakukan apapun, ia digolongkan seperti orang yang
zalim juga.Di usia 30 tahun, Isa mengalami perubahan kesempurnaan. Tuhan
memberikan wahyu kepadanya. Dengan ini, secara resmi Tuhan telah meng angkatnya
sebagai Nabi dan Kitab Injil pun diturunkan kepadanya. Nabi Isa berkeliling
ke setiap desa dan kota untuk memberantas para ahli sihir dan guru-guru
Yahudi yang menyeleweng, sekaligus memberi nasehat kepada para pengikutnya.
Nabi Muhammad SAWW bersabda,
“Saudaraku Nabi Isa a.s. menjawab
pertanyaan Hawariyun yang menanyakan dengan siapa mereka harus bergaul. Nabi
Isa berkata, ‘Bergaulah dengan orang yang kalau engkau bertemu dengannya,
engkau akan ingat kepada Tuhan, yang perkataannya akan menambah ilmu, dan
yang perilakunya akan membuat kalian menyukai akhirat”.
Di mana saja berada, Nabi Isa a.s.
selalu membawa keberkahan. Kalau ia berada di sebuah tempat yang kering, di
sana akan turun hujan. Kalau ia berada di sebuah tempat yang hasil panennya
kurang, tempat itu akan menumbuhkan hasil-hasil yang melimpah. Kadang-kadang,
bayi yang lahir dalam keadaan buta, bisa melihat di tangan nabi Isa. Ia
juga bisa menyembuhkan penyakit yang susah disembuhkan.
Al-Quran juga menyebut mukjizat
Isa berupa turunnya makanan dari langit.
“(Ingatlah) ketika
pengikut-pengikut Isa berkata, ‘Hai Isa putra Maryam, maukah Tuhanmu
menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’ Isa menjawab ‘Bertakwalah
kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman’.
“Mereka berkata, ‘Kami ingin
memakan hidangan itu. Kami ingin hati kami tenteram dan yakin bahwa engkau
telah berkata benar kepada kami. Kami ingin menjadi orang-orang yang
bersaksi.”
“Isa bin Maryam berdo’a,
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami
hidangan dari langit, yang hari turunnya itu akan menjadi hari raya bagi
kami, orang-orang yang bersama kami, dan orang-orang yang datang sesudah
kami, sehingga itu semua itu menjadi tanda kekuasan-Mu. Sesungguhnya,
Engkaulah pemberi rizki yang paling utama.” (Surah Al-Ma’idah ayat 112 –115)
Tuhan kemudian mengabulkan doa Isa
dengan cara menurunkan makanan dari langit. Isa sekali lagi menunjukkan
mukjizatnya.
Masyarakat Yahudi dan para tokoh
yang cinta dunia tidak mau menerima kata-kata Nabi Isa a.s. Mereka malah
menyiksanya. Akibat tekanan dan siksaan ini, akhirnya Nabi Isa dan para
pengikutnya lari dari satu kota ke kota lain. Di saat yang sama, ia terus
melanjutkan perjuangannya membimbing manusia ke jalan yang benar.
Suatu hari, Nabi Isa a.s. berjalan–jalan
bersama para pengikutnya. Tiba-tiba, mereka bertemu dengan bangkai anjing
yang sudah membusuk. Kelompok Hawariyun mengatakan bahwa bau bangkai itu
sangat busuk dan juga mengandung infeksi. Dengan kata-kata bijak, Nabi Isa
a.s. memfokuskan perhatian mereka kepada hal-hal yang baik. Ia mengatakan
bahwa betapa anjing ini memiliki gigi berwarna putih yang sangat indah.”
Nabi Isa a.s. merupakan Hamba yang
saleh dan mulia. Ia selalu tunduk di depan Tuhannya dan sabar dalam mengajak
manusia ke jalan tauhid. Ia memberikan kabar gembira tentang datangnya
seorang nabi di akhir zaman. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Setan
memuji Nabi Isa a.s. untuk sekedar menipu. Kemudian, sambil menyebut-nyebut
kehebatan mukjizatnya, ia menyeru Isa sebagai Tuhan. Tapi, dengan mata
batinnya, Nabi Isa a.s. bisa melawan tipu daya Setan sekaligus mengingat
kebesaran Tuhan.
Tatkala Setan mengatakan kepadanya
bahwa ia adalah pemilik sekaligus pengatur segala yang ada di bumi dan di
langit, Isa merasa prihatin dengan kata-kata Setan, lalu berkata,
“Ya Tuhanku, maha suci segala
firman-Mu meskipun langit dan bumi akan menjadi penuh. Aku akan
mensucikan-Mu seluas dan sebesar alam raya ini. “
Di awal tahun baru. ini, kita
menyaksikan bahwa mereka yang menjadi pengikut setia Nabi Isa serta
memanggilnya sebagai Nabi perdamaian dan keadilan, malah menginjak-injak
ajaran-ajarannya. Dengan dalih perdamaian dan kebebasan, mereka malah
membunyikan genderang peperangan untuk menistakan bangsa-bangsa lain.
Sejujurnya, apakah bisa dikatakan bahwa mereka ini pengikut Ajaran Nabi Isa
a.s.?
Di hari natal ini, kami ingin
menjabat dengan hangat tangan para pengikut sejati Nabi Isa a.s. Atas dasar
berbagai kesamaan yang ada pada agama-agama langit, mereka berpikir untuk
membela kelompok tertindas termasuk rakyat Palestina, serta berharap untuk
memiliki dunia yang suci dan bersih. Munculnya Imam Mahdi penyelamat
manusia alam raya ini serta kebangkitan kembali Isa untuk memberantas dan
menegakkan keadilan di dunia adalah keyakinan bersama yang akan memberi
rasa optimis kepada masa depan ummat manusia.
KE INDEX
 |