Perspektif    

   September 2007

[ Index Politik ] [[ Home ]

 

 

 

 

 

 

 

 

Rapor Dua Tahun Kinerja Ahmadinejad

 

Pekan Pemerintah Republik Islam Iran merupakan ajang terbaik bagi Presiden Ahmadinejad dan kabinetnya untuk melaporkan kinerjanya selama dua tahun secara utuh. Dalam memperingati Pekan Pemerintah tahun ini, Ahmadinejad melaporkan kepada rakyat Iran apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kesembilan ini selama dua tahun. Laporan pemerintah Ahmadinejad menjadi sangat penting karena memegang rekor paling aktif dari semua pemerintah yang ada di Iran, sekalipun baru dua tahun memerintah. Selama dua tahun ini, kinerja pemerintah dibuktikan dengan proyek-proyek besar bagi pengembangan ekonomi Iran. Hal itu dilaksanakan di tengah-tengah perubahan radikal yang dilakukan di badan pemerintah dan rintangan-rintangan yang dihadapi pemerintah, khususnya masalah politik luar negeri.

Berdasarkan safari propinsi yang dilakukan Ahmadinejad dan para menterinya, ada beberapa prioritas program ekonomi yang dicanangkan. Program itu antara lain, pembangunan satu setengah juta rumah setiap tahun, penyediaan lapangan kerja dengan mengajak masyarakat menggalakkan industri-industri kecil dan efisiensi pemakaian bahan bakar dengan meluncurkan program kartu pintar guna mengontrol pemakaian bensin. Namun, bisa dikatakan bahwa program paling spektakuler yang dilakukan pemerintah Ahmadinejad adalah kunjungannya bersama jajarannya ke seluruh propinsi. Safari propinsi memberi kesempatan presiden dan jajarannya bertemu dengan masyarakat, bahkan dengan mereka yang hidup di daerah terpencil sekalipun. Pemerintah Ahmadinejad merupakan satu-satunya pemerintah yang berhasil melakukan kunjungan nasional dan melihat dari dekat masalah yang dihadapi masyarakat setempat.

Presiden Ahmadinejad dan kabinetnya selama dua tahun berhasil mengunjungi 30 propinsi dan 336 kota. Secara kuantitas, bila dibandingkan dengan pemerintah sebelumnya, safari propinsi yang dilakukan pemerintah Ahmadinejad dua kali lebih banyak dibandingkan kunjungan pemerintah sebelumnya. Dalam safari propinsinya, secara keseluruhan menghasilkan 6.119 undang-undang mencakup pembangunan struktur dan infrastruktur, kemudahan administrasi, percepatan penyelesaian proyek-proyek yang tertunda dan penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi rakyat Iran. Poin penting dari safari propinsi pemerintah Ahmadinejad adalah peningkatan anggaran belanja daerah tertinggal. Daerah-daerah yang mendapatkan anggaran lebih itu seperti, Kahkiluyeh va Buyer Ahmad, Golestan, Gilan, Zanjan, dan Char Mahal va Bakhtiyari.

Berbicara mengenai keberhasilan pemerintah Ahmadinejad dalam program safari propinsinya, tidak utuh tanpa membeberkan data-data. Tujuan safari propinsi Ahmadinejad dan jajarannya ke 30 propinsi adalah pengadaan struktur dan infrastruktur bagi pertumbuhan dan pembangunan yang simetris, distribusi fasilitas secara adil dan penganggaran dana dengan memprioritaskan daerah-daerah tertinggal. Sebagai contoh, dalam safari propinsi ini telah dilakukan pengkajian mendalam pembangunan 124 mega proyek pengilangan minyak dan petrokimia, pembangunan 210 kota industri, 14.528 unit koperasi, dan fasilitas gas bagi 128 kota dan 4.829 desa. Data statistik ini menunjukkan keberhasilan besar bagi pemerintah Ahmadinejad di pelbagai bidang. Berdasarkan program yang ada dan sesuai dengan pusat data statistik Iran, angka pengangguran tidak meningkat, bahkan di 17 propinsi terjadi pengurangan. Padahal, setiap tahunnya sekitar satu juta dua ratus ribu pelamar kerja bertambah di Iran.

Keberhasilan pemerintah Ahmadinejad dalam dua tahun ini tidak bisa dilepaskan dari pelayanan pemerintah kepada para petani. Dalam tahun-tahun terakhir, masalah terbesar yang dihadapi para petani Iran, hasil panen yang dibeli pemerintah dibayar beberapa bulan kemudian. Artinya, ongkos produksi gandum ditanggung sendiri oleh para petani dan ini sangat memberatkan mereka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pertanian Iran, pemerintah Ahmadinejad mengeluarkan instruksi pembelian gandum secara kontan.

Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk membayar tunai pembelian gandum yang disambut gembira oleh para petani. Tahun kemarin, selain gandum yang dibeli secara tunai, pemerintah memperluas pembelian kontan mencakup empat hasil pertanian lainnya. Bila dijumlahkan, berarti 95 persen hasil-hasil tani rakyat Iran dibeli kontan oleh pemerintah. Saat ini, paling lambat tiga hari setelah penyetoran hasil pertaniannya, para petani dapat menikmati jerih payahnya.

Pada paruh tahun 2005, pemerintah Ahmadinejad dengan teknologi tepat guna berhasil melakukan swasembada gandum. Suatu keberhasilan yang luar biasa di tengah kekeringan yang menimpa 11 propinsi di Iran. Dalam kondisi yang sulit seperti itu, prosentase pembelian gandum dari para petani naik lima persen. Iran yang sebelumnya merupakan negara pengimpor gandum, saat ini telah mampu mencukupi konsumsi dalam negerinya bahkan Iran telah menjadi negara pengimpor gandum. Menurut Menteri Pertanian Iran, hasil-hasil produksi pertanian Iran pada tahun ini akan melewati angka 107 juta ton. Bila ini dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, ada kenaikan yang cukup signifikan sebesar 15 juta ton. Kemajuan ini berkat perencanaan matang pemerintah dalam mengembangkan mekanisme pengolahan tanah, pengembangan pemanfaatan unit-unit pelayanan teknis di berbagai daerah dan peningkatan informasi pertanian bagi para petani.

Sebelum kemenangan Revolusi Islam, Iran mengekspor minyak bumi sekitar 6 juta barel perharinya. Dengan jumlah itu, 70 persen dari 35 juta penduduk Iran pada waktu itu tidak mendapatkan pelayanan dan fasilitas dari pemerintah. Saat ini, dengan jumlah ekspor minyak setengah dari sebelum revolusi, penduduk Iran yang jumlahnya 70 juta orang sekitar 95 persennya mendapatkan pelayanan dan memanfaatkan fasilitas pemerintah. Kebijakan pemerintah Ahmadinejad mengurangi kebergantungan ekspor minyak. Untuk itu, pemerintah memprioritaskan ekspor gas dan hasil-hasil non migas. Penandatanganan ekspor gas cair Iran ke Eropa dengan Austria seharga 5 miliar dolar merupakan keberhasilan perencanaan pemerintah Ahmadinejad.

Selain itu, mega proyek saluran pipa gas Iran ke India yang melalui Pakistan sedang memasuki tahap-tahap akhir. Saluran pipa gas yang dikenal dengan nama “Saluran Pipa Perdamaian”, setiap harinya mampu mengekspor 150 juta kubik gas ke India dan Pakistan. Tahun kemarin, Pemerintah Ahmadinejad menanamkan modal pada sektor gas sebesar 600 juta dolar, sementara nilai keseluruhan proyek gas Iran bernilai lebih dari 20 miliar dolar. Pemerintah Ahmadinejad selama dua tahun ini, secara keseluruhan berhasil menarik penanam modal asing untuk menanamkan modalnya di sektor gas Iran dengan jumlah nominal sebesar 38 miliar dolar. Ini rekor tersendiri bagi keberhasilan Presiden Ahmadinejad dan kabinetnya dibandingkan dengan tahun-tahun

 

[ Index Perspektif ]   [ Home ]