|
Keberhasilan Iran memanfaatkan Teknologi
Nuklir Sipil
Setiap saat terdengar berita-berita menarik
tentang berbagai kemajuan Iran di bidang-bidang ilmu di tingkat dunia.
Berita-berita ini membuktikan perhatian pemerintahan Islam kepada ilmu
dan teknologi serta berbagai keberhasilan mencolok para ilmuwan Iran di
berbagai bidang seperti kedokteran, industri berat, produksi mobil, nano
teknologi, pertanian dan sebagainya. Berita terbaru tentang kesuksesan
Iran di bidang teknologi, diumumkan oleh Dr Ahmadinejad,Presiden RII,
pada tanggal 9 April lalu, yang di Iran disebut sebagaiHari Nasional
Energi Nuklir. Beliau mengatakan, "Dengan penuh kebanggaan saya
mengumumkan bahwa dibidang produksi bahan bakar nuklir, Iran telah
berada diantara negara-negara produsen bahan bakar nuklir skala industri."
Dengan demikian, Iran telah tampil sebagai negara kesepuluh di dunia,
yang menguasai teknologi nuklir di tingkat ini.
Tanggal 9 April dinyatakan di Iran sebagai
Hari Nasional Energi Nuklir, karena di hari tersebut, tahun lalu, meski
menghadapi tekanan negara-negara Barat, para ilmuwan Iran berhasil
mengoeprasikan dua seri 164 unit sentrifugal, untuk memproduksi uranium
diperkaya dalam jumlah terbatas. Akan tetapi sekarang, mereka telah
mampu memproduksi bahan bakar ini dalam jumlahbesar, untuk pengoperasian
reaktor-reaktor nuklir. Keberhasilan ni dinilai sangat penting melihat
bahwa para ilmuwan Iran berhasil meraih sukses ini dalam waktu singkat,
dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas dalam negeri. Padahal
tekanan-tekanan politik dan berbagai pembatasan ekonomi yang diterapkan
oleh negara-negara Barat, merupakan gangguan yang sangat besar yang
menghadang di jalan kemajuan program-progam nuklir sipil Iran. Dengan
demikian, melihat bahwa teknologi nuklir Iran bersifat pribumi dan
bersandar kepada para pakarnya sendiri maka di masa mendatang pun,
kemajuan-kemajuan yang akan diperoleh akan sepenuhnya dimanfaatkan demi
kesejahteraan rakyat Iran.
Di masa ini teknologi nuklir dimanfaatkan di
berbagai bidang. Di bidang kedokteran, teknologi nuklir memainkan peran
yang tidak dapat dimungkiri, untuk menentukan dan mendiagnosa sejumlah
penyakit serta penyembuhannya. Di Iran, kedokteran dengan menggunakan
nuklir tengah berkembang dengan pesatnya, dan sudah banyak dokter Iran
yang memanfaatkan bahan-bahan radio aktif untuk mengobati
penyakit-penyakit tertentu. Di bidang kedokteran hewan pun, bahan-bahan
ini dapat digunakan untuk meningkatkan mutu hewan, dan kwalitas serta
kwantitas bahan makanan hewan. Dewasa ini, pertanian moderen pun dari
hari ke hari semakin bergantung kepada teknologi nuklir. Dr Rajab Bigi,
salah seorang dosen jurusan pertanian di Iran, berkata, "Selain untuk
menunjang berbagai penelitian pertanian, teknologi nuklir juga memegang
peran yang amat penting untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas
hasil-hasil pertanian, meningkatkan metode penyimpanan, penanganan hama
dan berbagai gangguan terhadap hasil-hasil pertanian."
Dr Asghar Zarei, seorang guru besar lain di
bidang pertanian juga menyatakan peran penting penggunaan teknologi
nuklir di berbagai bidang pertanian, selain bidang-bidang lain. Beliau
menekankan bahwa penggunaan energi nuklir di bidang pertanian dan
kedokteran, tidak memiliki dampak-dampak negatif." Di bidang industri
pun, teknologi nuklir telah menemukan peran yang sangat menarik
perhatian, dan telah digunakan dengan sangat luas di berbagai bidangnya.
Di zaman ini, pencarian air di bawah tanah dan menawarkan air asin, juga
dilakukan dengan menggunakan teknologi nuklir. Akan tetapi bidang
terpenting pemanfaatan teknologi nuklir ialah untuk produksi bahan bakar
yang diperlukan reaktor-reaktor atau pusat-pusat pembangkit energi. Saat
ini bahan bakar nuklir berperan sebagao alternatif terpenting yang
menggatikan bahan bakar fosil yang menimbulkan berbagai kerugian akibat
polusi yang diciptakannya. Untuk itulah, dari hari ke hari, sambutan
berbagai negara terhadap pembangunan reaktor-reaktor nuklir semakin
meluas.
Di masa ini, hampir 450 reaktor nuklir
memproduksi 16 persen listri seluruh dunia, dan jumlah tersebut masih
terus mengalami peningkatan. Untuk itu, RII pun telah merencenakan
pembangunan reaktor-reaktor nuklir baru, dalam rangka mengurangi
ketergantungan kepada bahan bakar fosil. Sebagaimana dinyatakan oleh
Presiden RII dalam upacara Hari Nasional Energi Nuklir Iran, "Iran
tengah dalam perjalanan mencapai produksi 200.000 MW listrik dan
peningkatan pemanfaatan teknologi ini di bidang ilmu kedokteran dan
perindustrian."
Dengan telah jelasnya status sipil
program-program nuklir Iran, sebagian negara Barat tetap saja menuduh
bahwa aktifitas nuklir Iran ini mungkin menimbulkan ancaman. Negara-negara
Barat yang dipimpin oleh AS ini mengatakan, bahwa mereka tidak yakin
terhadap status sipil program nuklir Iran. Akan tetapi berbagai pejabat
tinggi Iran telah berkali-kali menjawab tuduhan-tuduhan tanpa bukti
tersebut dengan menunjukkan berbagai bukti. Diantaranya Ayatullah Udhma
Sayid Ali Khamenei, Rahbar Revolus Islam Iran, dalam pidato terbarunya
mengatakan, "Mereka mengatakan bahwa negara-negara Barat tidak
menyetujui Iran memiliki kekuatan nuklir. Memangnya, apakah kita harus
meminta ijin dari mereka untuk memiliki teknologi nuklir? Apakah bangsa
Iran harus menunggu ijin dari barat untuk memasuki bidang ini, sehingga
mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengijinkan?
Pada kenyataannya, berdasarkan UU
internasional mana pun, tidak ada ketentuan untuk meminta ijin dari
siapa pun dalam masalah pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan
sipil. Dalam masalah ini, setiap negara, baik negara maju maupun negara
berkembang, memiliki hak yang sama. Sesungguhnya, yang diinginkan oleh
negara-negara Barat ialah mencegah kemajuan Iran di bidang ilmu dan
ekonomi. Karena seluruh aktifitas nuklir Iran berjalan sesuai dengan
peraturan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan berada di bawah
pengawasan para investigator lembaga ini. IAEA berkali-kali menekankan
status sipil aktifitas nuklir Iran, bahkan berbagai perkembangan terbaru
di Iran ini juga diketahui dan di bawah pemantauan mereka.
Dengan demikian, sesungguhnya Tehran telah
menunjukkan niat baiknya dan selalu siap berunding dengan negara-negara
Barat untuk membuktikan status sipil aktifitas nuklirnya. Hanya saja
negara-negara ini telah menutup pintu perundingan dengan mengajukan
beberapa prasyarat tidak logis, termasuk keharusan penghentian total
aktifitas nuklir Iran. Sebagai ganti perundingan, mereka berusaha
menyelesaikan masalah ini melalui tekanan-tekanan terhadapIran dengan
menggunakan DK PBB sebagai alatnya. Dengan menyalahgunakan pengaruh
mereka di DK, hingga kini mereka telah mengeluarkan tiga resolusi anti
aktifitas nuklir sipil Iran. Akan tetapi karena Iran meyakini bahwa
semua resolusi itu tidak memiliki pijakan hukum yang sah, maka Iran
tidak menerima resolusi-resolusi tersebut.
AS dan beberapa negara Eropa mengeluarkan
resolusi-resolusi menuntut penghentian aktifitas nuklr sipil Iran,
padahalmereka sendiri memiliki bom-bom atom dan hulu ledak nuklir yang
paling berbahaya. Saat ini AS memiliki gudang nuklir terbesar di dunia,
sedangkan rezim zionis, sekutu strategis Washington, memiliki gudang
senjata terbesar, termasuk bom-bom nuklir dan pembunuh massal lain, di
Timur Tengah. Dua rezim ini juga selalu giat mengembangkan dan semakin
meningkatkan persenjataan nuklir mereka. Negara-negara seperti inilah
yang sesungguhnya merupakan sumber ancaman yangsangatserius bagi
keamanan dankelanggengan hidup di muka bumi ini. Di pihak lain,
mayoritas negara dunia, seperti negara-negara anggota Gerakan Non Blok (GNB)
dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan beberapa lembaga internasional
lain, meyakini status damai aktifitas nuklir Iran dan mendukungnya.
Berdasarkan UU IAEA, negara-negara maju
diminta untuk membantu negara-negara lain untuk memperoleh teknologi
nuklir tujuan damai. Sebaliknya, UU ini menuntut penghapusan senjata
nuklir yang dimiliki oleh negara-negara pemilik senjata pemusnah massal
ini. Akan tetapi negara-negara pemilik senjata menakutkan ini, terutama
AS dan rezim zionis, menolak hal ini. hanya saja, melihat kecemasan
seluruh negara terhadap bahaya senjata nuklir, terutama yang dimiliki
oleh AS dan rezim zionis, kini telah tiba saatnya merealisasikan program
penghapusan senjata nuklir di tingkat regional dan global. Setelah itu
maka warga dunia akan dengan tenang danperasaan tentram, memanfaatkan
teknologi nuklir ini untuk berbagai bidang yang berguna bagi kehidupan
mereka.
|